Terbit: 28 November 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Dibandingkan dengan wanita, pria memang jarang sekali menjaga kesehatannya. Asal tubuh tidak mengalami gangguan, dan kuat bekerja, pria selalu menganggap dirinya sehat. Padahal apa yang terjadi pada tubuh tidak terlihat dengan jelas. Bahkan, gejala-gejala kecil yang sepertinya biasa bisa menjadi tanda penyakit yang berbahaya.

7 Masalah Kesehatan Ringan pada Pria yang Tidak Boleh Diabaikan

Gangguan Kesehatan pada Pria

Kalau Anda tidak ingin kecolongan dengan kondisi kesehatan tubuh yang terlihat sehat lalu mendadak sakit. Ada baiknya untuk lebih memperhatikan kondisi tubuh dengan baik. Perhatikan juga gejala-gejala di bawah ini agar Anda bisa waspada sejak awal sehingga kalau ada penyakit bisa segera diatasi dengan sempurna.

  1. Sulit Mempertahankan Ereksi Penis

Beberapa pria sering mengalami gangguan pada ereksi seperti susah mempertahankan ereksi dengan baik. Kondisi ini mungkin sementara saja dan akan kembali seperti semula. Meski pria hanya sementara saja, pria tidak bisa membiarkannya karena bisa jadi gangguan ereksi yang permanen.

Segera periksakan diri ke dokter. Kalau ada masalah dengan penis bisa segera ditangani. Biasanya gangguan ereksi bisa terjadi karena penyakit diabetes. Penyakit ini akan semakin parah kalau dibiarkan begitu saja.

  1. Sering Susah Menelan

Susah menelan pada pria bisa terjadi karena ada panas dalam di dalam tenggorokan. Selain itu rasa sakit juga bisa terjadi karena ada reflux asam yang naik dari lambung. Terakhir, kondisi ini bisa jadi tanda dari HIV dan juga tanda kanker esofagus sehingga Anda harus segera memeriksakan diri.

Segera datang ke spesialis THT untuk melakukan pemeriksaan. Kalau memang penyebabnya hanya peradangan biasa, Anda bisa segera mengobatinya. Namun, kalau cukup parah, harus segera ditangani saat itu juga.

  1. Mengalami Gangguan Tidur

Susah tidur pada pria bisa muncul karena banyak hal. Kalau setelah bangun tidur pria lebih banyak kencing, kondisi diabetes akan muncul. Selanjutnya kalau ada gangguan seperti terengah-engah dan berkeringat, pria berpotensi mengalami gangguan pada jantung dan juga stroke.

Kalau Anda merasa sering mengalami gangguan saat tidur, ada baiknya untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Jangan biarkan kalau kondisi ini sampai berlarut-larut karena bisa berakhir dengan gangguan yang cukup kompleks.

Kriteria gangguan tidur yang harus diperhatikan adalah tidur kurang dari 6 jam sehari. Selain itu kalau Anda susah tidur dan lebih banyak lemas di siang hari, bisa jadi itu juga efek dari gangguan tidur yang tidak bisa diabaikan.

  1. Kenaikan Berat Badan yang Terlalu Cepat

Pria mungkin menganggap kalau penambahan berat badan yang cukup signifikan pada tubuh merupakan tanda dari kemakmuran. Namun, pertumbuhan lemak yang berlebihan merupakan tanda dari munculnya gangguan ereksi, penurunan kesuburan, dan memicu penyakit jantung.

Kalau tubuh mengalami kenaikan berat badan yang signifikan, ada baiknya untuk segera melakukan olahraga dan mengatur makan. Kendalikan berat badan agar fungsi gerak, seksual, dan reproduksi tidak terganggu.

Olahraga yang dilakukan haruslah 3-5 kali dalam seminggu dengan intensitas sesuai dengan kemampuan. Kalau Anda mampu melakukan intensitas ringan, jangan memaksakan diri melakukan yang intens. Begitu pun kalau tubuh mampu, Anda tidak perlu melakukan olahraga yang terlalu ringan.

  1. Nyeri Saat Buang Air Kecil

Saat buang air kecil dan Anda merasakan sakit pada penis atau di bawah perut, berarti sedang ada masalah pada penis. Kalau saat berkemih terasa sakit berarti sedang ada masalah pada prostat atau kandung kemih. Biasanya pembengkakan terjadi.

Kalau saat berkemih urine ikut mengeluarkan darah artinya ada peluang kanker di prostat. Kondisi ini sangat berbahaya dan butuh penanganan sesegera mungkin. Kalau Anda mendapati kondisi seperti ini ada baiknya segera melakukan pemeriksaan agar penanganan dini bisa diberikan.

  1. Muncul Kutil di Tubuh

Pria mungkin akan tidak acuh dengan munculnya kutil di kemaluan. Karena tidak mengganggu penis secara menyeluruh pria jadi mengabaikannya. Padahal kutil adalah tanda infeksi HPV. Kalau sampai terkena wanita, bisa masuk ke vagina dan memicu terjadinya kanker serviks.

Kutil umumnya terasa gatal dan memicu seseorang untuk menggaruknya. Begitu tergaruk, virus akan menempel di tangan dan kuku dan memudahkan terjadinya penularan. Kutil yang tidak ditangani juga semakin besar dan bisa berbentuk koloni seperti anggur. Segera tangani atau kemaluan akan semakin terinfeksi.

  1. Testis Terasa Sakit

Testis terasa sakit dan cukup menyiksa saat disentuh? Bisa jadi itu merupakan tanda adanya varikokel atau infeksi yang berbahaya. Segera cek ukuran testis apakah besar sebelah atau tidak. Kalau muncul kejanggalan segera periksakan diri ke dokter agar tidak terjadi masalah yang lebih serius.

Rasa sakit di testis bisa disebabkan oleh banyak hal. Kalau Anda sering berada di atas sepeda atau kendaraan yang sadel atau joknya keras, penis akan terkena tekanan yang sangat kuat. Selanjutnya trauma seperti terjatuh atau terkena benturan benda yang keras juga bisa terjadi dan memicu rasa sakit yang sangat besar.

Inilah beberapa hal tentang gangguan pada pria yang harus diperhatikan dengan baik. Dari beberapa gejala di atas, mana saja yang pernah Anda alami atau sedang dialami sekarang? Selalu waspada dengan gejala atau perubahan yang terjadi pada tubuh, ya!

 

Sumber:

  1. Cedars-Sinai Staff. 2017. 10 Symptoms Men Shouldn’t Ignore. https://www.cedars-sinai.org/blog/10-symptoms-men-shouldnt-ignore.html. (Diakses pada 28 November 2019)
  2. Mann, Denise. 2019. 14 Men’s Health Symptoms to Never Ignore. https://www.thehealthy.com/sex/erectile-dysfunction/mens-health-symptoms/. (Diakses pada 28 November 2019)
  3. IDPH. Top 10 Causes of Death in Men. http://www.dph.illinois.gov/topics-services/life-stages-populations/mens-health/top-10-causes-death. (Diakses pada 28 November 2019)
  4. Longhurst, Adrienne. Signs and Symptoms of Common STDs in Men. https://www.healthline.com/health/mens-health-signs-of-common-stds. (Diakses pada 28 November 2019)

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi