Terbit: 1 Maret 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Anda tentu panik ketika anak tiba-tiba sakit.  Karena khawatir, biasanya kita segera memberikan anak obat yang tersedia di rumah.

4 Kesalahan Orangtua Saat Memberi Obat Untuk Anak

Akan tetapi, saat anak sakit, orangtua perlu berhati-hati memberikan obat. Kesalahan  memberikan obat pada anak bisa berakibat fatal.

Berdasarkan penelitian dalam jurnal Pediatrics pada Oktober 2016, orangtua ternyata sering melakukan kesalahan dalam memberikan obat cair pada anak.

Meski sebagian besar anak tidak perlu perawatan medis khusus, namun ada juga yang menyebabkan komplikasi serius hingga berdampak fatal.

Untuk menghindari hal tersebut, sebaiknya orangtua perlu lebih cermat saat memberikan obat untuk anak. Dilansir dari todays parent, berikut ini kesalahan yang sering dilakukan orangtua terkait memberikan obat untuk anak :

1. Dosis obat yang salah
Saat memberikan obat, ikutilah rekomendasi dokter atau apoteker seperti yang tertulis pada kemasannya. Jika apoteker menuliskan takaran 5ml maka gunakan sendok takar dengan dosis yang tepat. Hindari mengggunakan sendok lain dengan menduga-duga dosisnya. Pemberian obat dengan dosis yang tepat akan mempercepat kesembuhan dan tidak membahayakan kesehatan anak.

2. Meningkatkan dosis obat
Sering kali orangtua lupa memberikan obat pada anak lalu menggandakan dosisnya pada jadwal berikutnya. Hal ini dapat berbahaya bagi organ tubuh anak. Sebaiknya, berikan obat sesuai dosis yang ditetapkan.

3. Jarak pemberian obat terlalu berdekatan
Patuhilah jadwal memberikan obat dari dokter atau apoteker. Jika dalam kemasan tertulis sehari 3 kali, maka berikan obat setiap 8 jam sekali. Jika dalam kemasan tertulis diminum 2 kali sehari, maka berikan obat setiap 12 jam sekali. Memberikan obat pada anak dengan jarak yang terlalu jauh atau terlalu dekat dapat menyebabkan kesalahan dosis berlebih atau kurang, sehingga obat tidak efektif.

4. Tidak menghabiskan antibiotik
Antibiotik biasanya diberikan pada anak yang sakit karena bakteri. Antibiotik harus dihabiskan agar bisa bekerja dengan maksimal. Bila tak dihabiskan, bakteri akan kebal pada dosis obat tersebut sehingga perlu antibiotik yang lebih kuat atau dosis lebih tinggi untuk mengatasinya.

Selain itu, biasakan untuk memeriksa tanggal kedaluwarsa obat. Kadang orangtua menyimpan stok obat berlebih untuk berjaga-jaga. Padahal, obat-obat itu jarang terpakai. Jika telah kedaluwarsa, sebaiknya segera buang obat tersebut dan jangan berikan pada anak.

Nah, semoga semakin hati-hati lagi ya sebelum memberikan obat pada anak!


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi