Terbit: 11 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Saat kencing, pria lebih suka melakukannya dengan berdiri karena dianggap lebih nyaman. Sementara itu, wanita lebih suka melakukannya dengan berdiri karena ada perbedaan bentuk dan fungsi organ pembuangan.

Kencing Duduk Membuat Pria Lebih Sehat

Meski pria lebih nyaman melakukan kencing dengan berdiri, beberapa peneliti juga menyarankan pria kencing duduk, berikut ulasan dan penjelasannya.

Kencing duduk membuat pria lebih sehat
Saat kencing dengan berdiri, air cipratan urine kerap menciprat ke mana-mana. Kalau pria tidak membersihkan urinoir yang baru digunakannya dengan bersih, urine yang kotor bisa menyebabkan penyakit. Seseorang yang memiliki penyakit menular seks, virus atau bakteri bisa mengenai orang lain yang menggunakan toilet tersebut.

Selain mengurangi risiko penyebaran penyakit, kencing dengan duduk juga memudahkan pria mengeluarkan urine yang ada di kantung kemihnya. Saat kencing dengan berdiri, pria masih menyimpan urine yang bisa keluar saat sudah mengenakan celana. Jadi, daripada celana kotor terkena urine, lebih baik dikeluarkan semua cairannya dengan kencing sambil duduk.

Kencing duduk membantu pria dengan gangguan saluran kemih
Kencing dengan duduk juga membantu pria yang mengalami gangguan pada saluran kemihnya. Pria dengan gangguan seperti lower urinary tract symptoms (LUTS) bisa kencing dengan mudah saat duduk. Ketika berdiri saluran kencing akan lambat menyalurkan urine sehingga pria kerap terbangun tengah malam untuk kencing berkali-kali.

Gangguan kedua adalah kandung kemih yang overaktif. Pria dengan gangguan ini akan kerap buang air kecil karena kemih kerap berkontraksi secara mendadak. Biasanya pria dengan usia lanjut atau mereka yang sudah berusia 65 tahun rawan terkena gangguan ini sehingga disarankan untuk kencing dengan duduk.

Oh ya, meski kencing cara ini bisa lebih sehat, Anda tidak dilarang untuk kencing secara berdiri. Namun, harus diperhatikan kebersihan sekitarnya ya, selain itu, kelamin juga harus dicuci bersih agar tidak ada urine yang mengenai celana dalam.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi