Terbit: 26 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Pada era digital saat ini, harus diakui jika kita sulit untuk lepas dari gadget. Seringkali kita menghabiskan banyak waktu untuk menatap layar ponsel baik untuk update media sosial atau sekadar menyapa teman dan keluarga melalui messenger. Bagi ibu baru yang waktunya banyak dihabiskan untuk mengurus bayi, sesekali mengecek ponsel dapat menjadi hiburan tersendiri. Namun para ahli menyarankan bahwa ibu sebaiknya tidak menyusui sambil memegang ponsel. Mengapa?

Ini Alasan Mengapa Ibu Sebaiknya Tidak Menyusui Sambil Memegang Gadget

Photo Credit: babycenter.com

Menyusui sebenarnya bukan sekadar momen ibu memberi ASI pada si kecil. Menyusui juga momen istimewa bagi ibu untuk berkomunikasi dengan anak. Komunikasi ini dapat dilakukan dengan menatapnya, mengajaknya bicara, atau mengajaknya senyum. Hal ini dapat meningkatkan ikatan antara ibu dan bayi dan dapat menunjang perkembangan psikis bayi.

Jika ibu menyusui sambil fokus ke ponsel maka ibu akan kehilangan momen bersama sang anak. Meskipun belum bisa mengungkapkan protes, namun bayi dapat merasa bahwa ia sedang diabaikan oleh ibunya ketika menyusui. Jika dibiarkan, kondisi ini tidak baik bagi perkembangan kejiwaan anak. Anak akan sering merasa berjarak dengan ibu dan tentunya hal ini sangat disayangkan.

Selain kehilangan momen bonding bersama anak, menyusui sambil bermain ponsel juga menyebabkan ibu kehilangan fokus pada anak. Ibu kadang tidak tahu apakah posisi menyusui sudah benar, apakah anak sudah kenyang atau belum, dan sebagainya. Beberapa cedera saat menyusui seperti puting tergigit juga sering terjadi ketika ibu menyusui dan tidak fokus pada si kecil.

Mengingat dampak buruk dari menyusui sambil memegang ponsel, hendaknya ibu lebih bijak untuk mengatur prioritas kegiatannya. Sebisa mungkin untuk tidak melakukan kegiatan lain saat sedang menyusui si kecil. Atau jika memang terpaksa, ibu boleh-boleh saja menyusui sambil memegang ponsel. Namun sebaiknya ibu meluangkan waktu 15-20 menit pertama untuk fokus pada anak agar anak tidak merasa diabaikan.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi