Terbit: 21 March 2017 | Diperbarui: 22 July 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Banyak ibu menyusui yang khawatir jika kondisinya yang sedang sakit batuk atau pilek akhirnya bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan buah hatinya. Menurut pakar kesehatan, kondisi kesehatan fisik maupun mental ibu memang bisa mempengaruhi produksi ASI. Namun, andaipun mereka terkena batuk dan pilek, anak tidak akan mendapatkan virus penyebab tersebut dari ASI yang Ia minum sehingga ibu tidak perlu berhenti untuk menyusui buah hatinya.

Ibu yang Batuk dan Pilek Ternyata Tetap Bisa Menyusui Anaknya

Pakar kesehatan dr. Wiyarni Pambudi, SpA, menyebutkan bahwa saat ibu berada dalam kondisi kurang sehat, maka antibodi yang ada pada ASI kita cenderung meningkat jumlahnya. Adanya antibodi pada ASI yang dikonsumsi oleh bayi ini ternyata bisa memberikan keuntungan bagi kesehatan bayi dimana tubuhnya pun akan lebih baik dalam melawan berbagai kuman dan bakteri jahat yang bisa menyebabkan penyakit.

Pakar kesehatan lainnya, Rupal Christine Gupta, MD, menyebutkan bahwa ibu yang terkena sakit ringan layaknya flu atau batuk sebaiknya tetap menyusui sang buah hati. Saat antibodi tubuh ibu melawan penyakit ini, anak juga mendapatkan antibodi tersebut melalui ASI sehingga tubuhnya pun akan lebih baik dalam melawan infeksi ke depannya. Hal ini berarti, tubuh anak justru akan lebih terlindungi dari berbagai infeksi yang bisa menyebabkan masalah kesehatan.

Demi melindungi kesehatan sang buah hati, khususnya dari berbagai paparan bakteri penyebab berbagai macam penyakit, ada baiknya ibu selalu mencuci tangan sebelum menyentuh buah hatinya. Tak hanya itu, pastikan untuk segera membuang ingus, menutup mulut saat melepaskan batuk, dan juga membatasi kontak langsung antara wajah orang tua dengan bayi jika sedang mengalami sakit ringan. Tak hanya itu, selalu berikan minuman ASI yang menyehatkan karena minuman ini mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh anak dengan signifikan.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi