Terbit: 13 October 2014 | Diperbarui: 15 September 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Khitan atau sunat (sirkumsisi) adalah tindakan medis berupa pembuangan sebagian atau seluruh bagian dari kulit luar penis (foreskin) yang membungkus glans atau kepala penis. Di Indonesia, khitan banyak dilakukan pada anak laki-laki yang belum mencapai usia baligh (dewasa secara seksual). Pengambilan keputusan untuk khitan biasanya didasari oleh keyakinan agama, di mana mayoritas penduduk beragama Islam dan mewajibkan para laki-laki untuk melakukan khitan.

Tiga buah studi menunjukkan bahwa khitan bisa mencegah infeksi akibat AIDS hingga 60 persen atau lebih. Kini para ahli berusaha mencari cara agar dapat melakukan khitan lebih cepat, lebih aman, dan lebih murah.

Seorang ahli bedah, menurut situs New York Times edisi 31 Januari 2012, membutuhkan waktu setidaknya 15 menit untuk sekali mengkhitan. Karena itu sekarang sedang dilakukan penelitian untuk mempercepat proses khitan.

Menurut Direktur HIV di Bill and Melinda Gates Foundation, Dr. Stefano Bertozzi, saat ini ada dua alat yang sedang dievaluasi oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) untuk melakukan khitan dengan cara cepat itu, yakni PrePex dan Shang Ring.

PrePex adalah sebentuk lingkaran karet yang mengkompres kulup (ujung alat kelamin pria) dengan cincin plastik di dalamnya. Kulup akan kekurangan darah sehingga mati dalam beberapa jam. Seminggu kemudian, kulup akan terlepas atau bisa dipotong.

Sedangkan Shang Ring adalah penjepit plastik dengan dua cincin yang biasa digunakan di Cina untuk mengobati pria yang kulupnya terlalu ketat, sehingga saluran urinnya perlu dipotong. Metode ini membutuhkan pemotongan kulup melebihi cincin.

Khitan diyakini bisa memproteksi pria heteroseksual karena kulup mempunyai banyak sel Langerhans yang mengambil virus-virus dan memberikannya kepada sistem kekebalan tubuh–yang diserang HIV.

Pada sebuah hasil studi yang ditampilkan dalam konferensi AIDS bulan lalu, ilmuwan dari Kementerian Kesehatan Rwanda mengatakan mereka menggunakan PrePex untuk mengkhitan 590 pria. Hanya dua dari mereka yang mengalami komplikasi ringan; satu disembuhkan dengan jahitan dan yang satu lagi membutuhkan pengikat baru di titik lain.

Berikut adalah beberapa manfaat khitan bagi tubuh :

  1. Berdasarkan penelitian yang diliris dalam Oxford Journal of The National Cancer Institute oleh Christoper Maden et al, khitan dapat mengurangi risiko kanker penis pada pria, walaupun penyakit ini jarang terjadi. Pertumbuhan karsinoma pada sel squamosa penis meningkat 3,4 kali lipat lebih besar pada pria yang tidak pernah disunat dan 3 kali lipat pada anak laki-laki yang disunat setelah periode neonatal. Banyak kasus kanker penis yang berkembang di dalam kulup. Faktor risiko utama terkait dengan phimosis dan higinitas genital yang buruk.
  1. Seperti telah diuraikan sebelumnya, khitan dapat menurunkan risiko infeksi saluran kemih (urinary tract infections/UTI).  Berdasarkan studi yang dilakukan oleh D Singh Grewal dan dipublikasikan dalam British Medical Journal, risiko terkena infeksi ini dapat meningkat 10 kali lebih besar pada pria yang tidak dikhitan dibandingkan dengan pria yang dikhitan. Walaupun infeksi ini lebih banyak ditemui pada bayi usia 6 bulan pertama, namun tidak menutup kemungkinan infeksi dapat terjadi pada tahun-tahun berikutnya. Sekitar 4% anak laki-laki setidaknya pernah mengalami satu kali UTI sebelum mencapai umur 16 tahun. Pada kasus UTI berulang, prosedur khitan sangat dianjurkan karena dapat berdampak merusak ginjal.
  1. Khitan juga dapat mengurangi risiko phimosis dan paraphimosis. Phimosis adalah suatu kondisi di mana kulit terluar penis tidak dapat ditarik kebelakang untuk membuka seluruh bagian kepala penis. Sedangkan paraphimosis adalah kondisi sebaliknya, di mana kulit penis yang telah tertarik kebelakang tertahan dan tidak bisa dikembalikan ke posisi semula. Paraphimosis dapat menyebabkan pembengkakan atau edema di sekitar penis yang dapat menghentikan suplai darah.
  1. Manfaat khitan selanjutnya adalah mencegah penyakit menular seksual seperti sifilis serta menurunkan risiko infeksi human immunodeficiency virus (HIV) dan human papiloma virus (HPV). Berdasarkan telaah artikel yang dilakukan oleh Center of Disease Control (CDC) dari 28 studi berskala internasional sepanjang tahun 2000-an, disimpulkan bahwa khitan pada pria dapat mengurangi risiko infeksi HIV sebesar 44%. Angka ini meningkat menjadi 71% terutama pada kelompok risiko tinggi yang rentan terkena infeksi HIV. Tiga studi klinis yang dilakukan di Afrika, benua dengan prevalensi HIV/AIDS yang tinggi, khitan terbukti menurunkan insiden atau kasus baru pasien terinfeksi HIV sebesar 60% di Afrika Selatan, 51% di Uganda dan 53% di Kenya.

DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi