Terbit: 22 Februari 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Nose sanitizer atau pembersih hidung, adalah alat kesehatan terbaru untuk mencegah dan mengurangi jumlah virus corona penyebab COVID-19. Apakah efektif membunuh virus? Yuk, ketahui jawaban selengkapnya dalam penjelasan di bawah ini!

Nose Sanitizer, Pembersih Hidung yang Diklaim Efektif Cegah COVID-19

Apa Itu Nose Sanitizer?

Nose sanitizer adalah alat kesehatan yang berfungsi sebagai pembersih hidung dari kotoran, debu, dan lendir. Membersihkan hidung disebut dapat memperbaiki kerja sistem mukosiliar di hidung dan meningkatkan pertahanan hidung.

Pembersih hidung diklaim terbukti efektif untuk mencegah dan menekan jumlah virus corona penyebab COVID-19 (termasuk varian lainnya) dan penelitian sedang berlangsung untuk membuktikan tingkat efikasi untuk varian baru.

Nose Sanitizer dan Kuman Hidung

Mencuci tangan dengan sabun dan air adalah langkah untuk menghilangkan kuman dan mencegah penyakit. Namun, ketika tidak memiliki akses ke air dan sabun, alternatifnya adalah menggunakan hand sanitizer atau pembersih tangan untuk membunuh kuman di tangan.

Selain di tangan, kuman juga bisa hidup di dalam hidung. Sekitar sepertiga dari semua orang membawa Staphylococcus aureus di hidung. Ini adalah kuman yang menyebabkan infeksi bakteri Staphylococcus.

Demikian pula, orang juga dapat membawa MRSA, Staphylococcus aureus yang resisten terhadap methicillin, sejenis infeksi bakteri Staphylococcus yang resisten terhadap banyak antibiotik.

Sebagian besar, kuman tersebut tidak akan memengaruhi orang yang membawanya. Orang mungkin akan menjalani kehidupan normal tanpa infeksi dan tidak tahu bahwa mereka memiliki kuman di hidungnya.

Namun, kuman bisa berubah ketika muncul penyakit, sistem kekebalan tubuh yang melemah, atau prosedur operasi.

Oleh karena itu, sangat penting untuk membersihkan hidung dari kuman penyebab penyakit. Sebagai solusinya, kini telah tersedia alat pembersih hidung yang aman digunakan.

Nozin adalah antiseptik hidung buatan Amerika yang tidak memerlukan resep dokter. Perusahaan asal Kanada yakni Sanotize, juga telah merilis nose sanitizer COVID-19 bernama Enovid.

Nozin adalah cairan yang mengandung 62 persen alkohol dan bahan tidak aktif, seperti jojoba, orange oil, dan vitamin E untuk pelembap. Alat kesehatan ini diterapkan di bagian depan lubang hidung, tidak menyebabkan ketidaknyamanan dan memiliki aroma jeruk yang segar.

Baca Juga: Hand Sanitizer: Manfaat, Penggunaan, Cara Membuat, dll

Penelitian Nose Sanitizer untuk COVID-19

Menurut Dr. Gilly Regev, PhD, CEO dan pendiri Sanotize, bahwa selama tes laboratorium, antiseptik hidung Enovid mampu menghentikan virus corona di jalurnya dalam jangka waktu dua menit.

Berdasarkan penelitian, Enovid telah terbukti mampu membunuh virus COVID-19 dalam waktu dua menit pada kondisi laboratorium. Ketika dilakukan pengujian pada pasien COVID-19, dikonfirmasi bahwa perkembangan virus berkurang dalam tubuh sekitar 95 persen dalam waktu 24 jam dan 99 persen dalam waktu 72 jam.

Sementara menurut penelitian yang dikutip oleh John Willimann, Presiden Global Life Technologies Corp. dari Chevy Chase, Maryland dan pembuat produk Nozin, sekitar 30% populasi pada umumnya membawa Staph aureus di hidung dan 50% infeksi luka bisa langsung ditelusuri ke bakteri hidung pasien sendiri.

Menurut Willimann, hingga saat ini hidung sering luput dari protokol kebersihan. Ketika seseorang menyadari bahwa telah menyentuh hidungnya rata-rata 250 kali sehari, penggunaan nose sanitizer COVID dalam perawatan kesehatan bisa menjadi sangat penting untuk membantu mencegah infeksi.

Dengan membunuh kuman dalam hidung, penelitian juga telah menunjukkan bahwa jumlah infeksi berkurang pada pasien. Pemulihan penyakit atau operasi lebih singkat jika tubuh tidak melawan infeksi atau kemungkinan infeksi.

Cara Menggunakan Nose Sanitizer

Seperti halnya mencuci tangan, namun harus rutin dilakukan agar afektif menghilangkan kuman. Menggunakan pembersih hidung untuk membunuh kuman biasanya disebut di rumah sakit sebagai dekolonisasi, yang berarti membunuh koloni atau kelompok, kuman.

Alat pembersih hidung bisa digunakan hingga lima kali sehari oleh individu yang telah melakukan kontak erat dengan pasien COVID-19.

Enovid dengan kemasan 1 botol 25 ml dapat digunakan sekitar 200 kali semprot. Ini dapat melindungi dari COVID-19 selama 4 jam setelah disemprotkan ke rongga hidung. Semprotan hidung bisa digunakan untuk usia 12 tahun ke atas, dan bisa digunakan untuk jangka panjang tanpa menyebabkan resistensi.

Berikut ini cara menggunakan nose sanitizer:

1. Spray (semprot):

  • Kocok botol semprotan hidung sebelum digunakan.
  • Bersihkan rongga hidung.
  • Semprotkan sebanyak 2x untuk masing-masing lubang hidung.

Enovid boleh disemprotkan 2-3 x sehari untuk pencegahan virus corona penyebab COVID-19. Sedangkan untuk orang yang terinfeksi virus corona bisa menggunakannya sebanyak 5-6 x sehari.

2. Swab (usap):

  • Kocok botol dengan sangat baik dan lepaskan tutupnya.
  • Tuangkan 2-4 tetes larutan ke kapas.
  • Oleskan kapas yang dibasahi dengan lembut ke kulit di dalam tepi salah satu lubang hidung.
  • Usap di sekitar lubang hidung 6 x di setiap arah.
  • Ulangi cara ini untuk lubang hidung di sampingnya.

Perhatian! Jangan memasukkan swab ke dalam hidung melebihi ujung swab (sekitar 1 cm atau 3/8). Tutup botol dengan rapat dan segera buang batang swab yang sudah digunakan.

Baca Juga: Pentingnya Protokol Kesehatan 5M untuk Melindungi Anda dari COVID-19

Apakah Nose Sanitizer Menimbulkan Efek Samping?

Seperti obat topikal lainnya, pembersih hidung juga memiliki efek samping.
Salah satu merek pembersih hidung, seperti Nozin Nasal Sanitizer dapat menimbulkan efek samping berikut:

  • Iritasi
  • Kemerahan

Namun, kemungkinan efek samping dan kemungkinan lainnya bisa saja terjadi. Oleh karena itu, konsultasikan ke dokter tentang efek samping lainnya.

Peringatan Nose Sanitizer

Sebelum menggunakan pembersih hidung, sebaiknya perhatikan beberapa hal penting berikut ini:

  • Apabila memiliki salah satu atau lebih kondisi, seperti asma, alergi, dan bagi wanita hamil atau masih menyusui, serta yang mempunyai penyakit kronis sebaiknya berkonsultasi terlebih dulu dengan dokter.
  • Penting untuk membaca petunjuk penggunaan Enovid di balik kemasan dengan seksama.
  • Jangan digunakan pada mata, pada selaput lendir, dan dengan riwayat pendarahan hidung atau iritasi.
  • Jauhkan pembersih hidung dari jangkauan anak-anak. Dalam kasus overdosis, segera dapatkan bantuan medis atau hubungi pusat pengendalian racun.

Itulah penjelasan tentang nose sanitizer spray maupun swab yang berfungsi untuk menekan penyabaran COVID-19 dan variannya.

Meskipun tanpa resep dari dokter dan bisa didapatkan secara bebas, alangkah baiknya konsultasikan dengan dokter tentang kondisi hidung dan kondisi media lainnya untuk mencegah efek samping yang berbahaya. Semoga informasi ini bermanfaat ya, teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2021. Ethyl Alcohol Intranasal. https://www.rxlist.com/consumer_nozin_nasal_sanitizer/drugs-condition.htm#what_are_side_effects_associated_with_using_ethyl_alcohol_intranasal (Diakses pada 22 Februari 2022)
  2. Anonim. 2014. Nozin Nasal Sanitizer(R) Hygiene Breakthrough Part of Riviera’s State of the Art Healthcare. https://www.businesswire.com/news/home/20140508006697/en/Nozin-Nasal-Sanitizer-R-Hygiene-Breakthrough-Part-of-Riviera%E2%80%99s-State-of-the-Art-Healthcare (Diakses pada 22 Februari 2022)
  3. Septiasputri, Mosita D. 2022. Basmi Covid-19, Nose Sanitizer Segera Diproduksi. https://rri.co.id/humaniora/kesehatan/1313598/basmi-covid-19-nose-sanitizer-segera-diproduksi (Diakses pada 22 Februari 2022)
  4. Welsh, Jessica. 2020. Keep your nose clean!: Nasal sanitizer keeps patients safe from infection. https://www.thecourierexpress.com/keep-your-nose-clean-nasal-sanitizer-keeps-patients-safe-from-infection/article_ffed0b64-00e8-500a-b7e7-212e31370120.html (Diakses pada 22 Februari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi