Terbit: 24 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Orang dengan gigi gingsul dinilai lebih menarik saat tersenyum. Gigi gingsul adalah gigi yang tumbuh tidak pada gusi tempatnya karena terlalu sempit. Nah, berikut ini fakta unik tentang gigi gingsul!

Mitos dan Fakta Gigi Gingsul yang Jarang Diketahui

6 Mitos dan Fakta Tentang Gigi Gingsul

Gigi gingsul adalah sebutan untuk letak gigi yang tidak rata. Biasanya kondisi ini terjadi pada gigi taring. Gigi taring terlihat lebih maju dibandingkan dengan gigi seri, atau sedikit miring dan menutupi sebagian gigi seri. Gigi gingsul juga dapat tumbuh dengan posisi lebih tinggi dari gigi lainnya. Kondisi gingsul akan terlihat jelas saat pemiliknya tersenyum.

Gingsul terjadi saat gigi tidak tumbuh di tempat yang semestinya dan sejajar. Hal ini dapat disebabkan oleh ukuran rahang yang kecil atau gigi yang terlalu besar. Saat lokasi tumbuhnya gigi terlalu sempit, gigi bisa saja tumbuh bergeser dari tempat yang seharusnya.

Nyatanya, ada beberapa mitos dan fakta gigi gingsul yang beredar di masyarakat. Agar tidak rancu, mari simak mana yang mitos dan bagaimana fakta gigi gingsul yang sebenarnya di bawah ini!

1. Gigi gingsul hanya bisa diperbaiki saat anak-anak

Ini mitos. Fakta tentang gigi gingsul adalah kondisi ini dapat diperbaiki pada usia berapa saja. Tentu semakin cepat melakukan tindakan akan semakin baik dan mudah.

Karena di usia belia rahang dan gigi masih dalam tahap perkembangan. Namun jika seseorang telah melewati usia anak-anak dan ingin memperbaiki gingsulnya, hal itu masih sangat memungkinkan.

2. Hanya bisa diperbaiki dengan kawat gigi

Faktanya, gigi gingsul juga dapat diperbaiki dengan cara mencabut gigi yang bermasalah. Tentu hal ini tergantung bagaimana kondisi gigi seseorang. Jika hanya satu gigi, kemungkinan dokter hanya akan mencabutnya saja.

Namun jika gigi gingsul sangat tidak rata, mengganggu proses mengunyah atau mengakibatkan cedera gusi, kawat gigi akan menjadi solusi yang lebih baik.

Dokter akan mencabut gigi yang bermasalah jika diperlukan, lalu setelah kondisi bekas pencabutan pulih kawat gigi digunakan untuk menarik dan meratakan gigi. Terkadang dokter juga menyarankan operasi jika kondisi gigi sangat parah.

Cara lain mengatasi gigi gingsul adalah dengan menggunakan aligner. Aligner adalah alat yang terbuat dari plastik tipis dan bening, digunakan untuk menyangga dan merapatkan gigi. Berbeda dengan behel atau kawat gigi, aligner perlu diganti setiap 2 hingga 3 minggu sekali dan dipakai hingga gigi tidak lagi menonjol.

Aligner juga harus dicopot saat maan dan menggosok gigi. Jangan lupa untuk selalu membersihkannya sebelum digunakan kembali.

Baca Juga: Mengenali Warna Gigi yang Sehat, Tidak Selalu Putih

3. Gigi gingsul membawa keberuntungan

Fakta orang yang mempunyai gigi gingsul akan membawa keberuntungan tentu saja mitos. Gingsul memang dapat membuat senyum seseorang menjadi lebih manis dan menarik. Tetapi tidak ada hubungannya dengan keberuntungan atau bila pun ada, itu hanya kebetulan.

Walaupun dapat meningkatkan penampilan, gingsul juga dapat menyebabkan gigi mudah rusak karena sulit dibersihkan. Gigi juga bisa tidak tumbuh dengan benar karena kondisi gusi yang ‘padat’ dengan gigi lainnya.

Selain itu, gingsul dapat mengakibatkan kesulitan mengunyah karena gigi tidak berfungsi dengan baik. Namun menyingkirkan atau mempertahankan gigi gingsul tergantung pada keputusan Anda sendiri.

4. Penyebab gigi gingsul adalah letak geraham bungsu yang salah

Salah satu mitos yang mengganggu adalah anggapan bahwa gingsul disebabkan oleh geraham bungsu dan tidak dapat diperbaiki kecuali dengan mencabut geraham bungsu.

Faktanya, gingsul tidak selalu disebabkan oleh geraham bungsu. Geraham bungsu yang tumbuh salah memang sangat mengganggu, mengakibatkan ngilu, dan kesulitan mengunyah.

Juga dapat mendesak gigi lainnya. Namun walaupun geraham bungsu dicabut, gigi masih bisa terdorong ke depan. Menggunakan kawat gigi kaan sangat membantu untuk memperbaiki kondisi ini.

5. Perbaikan gigi gingsul sangat menyakitkan

Tentu saja tidak. Faktanya dokter akan memberikan bius lokal agar pencabutan tidak mengakibatkan rasa sakit. Penggunaan behel juga tidak akan mengakibatkan nyeri yang berlebihan.

Mungkin akan ada rasa tidak nyaman di awal-awal pemakaian, namun hal itu akan menghilang dalam beberapa hari.

Zaman sekarang behel tidak hanya terbuat dari metal. Ada berbagai jenis dan bahan behel yang dapat dipilih sesuai dengan kondisi mulut pasien.

Dokter gigi profesional juga dapat menyesuaikan bentuk dan ukuran behel dengan ukuran rahang agar pasien tidak merasa sakit selama periode perbaikan letak gigi.

Baca Juga: 12 Cara Mengatasi Rasa Takut ke Dokter Gigi yang Mudah dan Efektif

6. Jika telah diperbaiki, gigi tidak akan gingsul lagi

Sayang sekali, ini juga mitos. Faktanya, saat behel sudah dilepas, gigi bisa saja kembali  ke posisi semula. Tentu tidak serta merta, namun akan terasa dalam beberapa tahun. Maka, walaupun telah melepas behel, perawatan gigi tetap harus dilakukan secara berkala dan teratur.

Perubahan gigi biasanya tidak akan separah sebelum dilakukan perawatan. Namun jika terasa mengganggu, misalnya menyebabkan ngilu di rahang atau cedera saat mengunyah, tidak ada salahnya kembali  ke dokter gigi.

Dari enam mitos dan fakta unik tentang gigi gingsul di atas, dapat diketahui bahwa gingsul dapat diperbaiki dengan mudah di dokter gigi. Namun perlu diingat untuk hanya memilih dokter gigi yang profesional atau orthodontist untuk menangani masalah gigi gingsul, terutama jika ingin memasang behel.

Behel untuk memperbaiki gingsul berbeda dengan behel kosmetik yang hanya digunakan untuk bergaya. Pemasangan behel yang tidak hati-hati dan sesuai prosedur juga berisiko mengakibatkan cedera pada rahang dan gusi.

Lamanya pemakaian behel pada setiap orang berbeda-beda, antara satu hingga tiga tahun. Setelah periode itu selesai, tetap lakukan perawatan gigi secara teratur agar kesehatan mulut secara keseluruhan selalu terjaga.

Itulah pembahasan tentang fakta gigi gingsul yang benar. Pemilik gigi gingsul memang memiliki senyuman yang lebih manis, namun harus lebih teliti dan teratur dalam membersihkan gigi setiap hari.

 

  1. Al Daghreer, Saleh. 2018. MYTHS AND FACTS ABOUT FIXING CROOKED TEETH. https://www.cityorthopeds.com/2018/04/myths-and-facts-about-fixing-crooked-teeth/. (Diakses pada 17 Januari 2022).
  2. Cabal, Dr. 2019. CLARIFYING A FEW MYTHS ABOUT TOOTH MISALIGNMENT. https://mybestsmileever.com/2019/07/clarifying-a-few-myths-about-tooth-misalignment/. (Diakses pada 17 Januari 2022).
  3. McCarthy Dentistry. 2021. 6 Myths About Teeth Straightening Treatments. https://www.mytotaldentistry.com/blog/6-myths-about-teeth-straightening-treatments/. (Diakses pada 17 Januari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi