Terbit: 27 Oktober 2021 | Diperbarui: 28 Oktober 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Ciri-ciri luka sunat mau sembuh akan dapat terlihat setelah beberapa waktu, misalnya pendarahan berhenti pada area sunat. Tidak hanya itu saja, ada ciri-ciri lainnya yang dapat diperhatikan untuk menghindari risiko dan komplikasi yang berbahaya. Selengkapnya simak tanda kesembuhan lainnya berikut ini!

Begini Ciri-Ciri Luka Sunat Mau Sembuh yang Bisa Diperhatikan

Ciri-Ciri Luka Sunat Mau Sembuh

Setelah menjalani prosedur sunat, ahli bedah akan mengoleskan pelumas dan menerapkan pembalut kasa ke area penis. Fungsi pelumas dapat membantu mencegah pembalut menempel pada kelenjar atau kepala penis. Kasa biasanya akan lepas dengan sendirinya dalam waktu 24 jam.

Seiring waktu, luka sunat akan sembuh secara bertahap. Waktu penyembuhan berbeda pada setiap anak, remaja, atau dewasa, dibutuhkan waktu hingga satu bulan agar penis tampak sembuh total. Sementara waktu penyembuhan sunat untuk bayi baru lahir sekitar 7-10 hari.

Berikut ini ciri-ciri luka sunat mau sumbuh:

1. Pendarahan berhenti

Dalam waktu beberapa menit, jam, atau satu hari penuh setelah selesai disunat, ujung-ujung kulup penis yang dipotong akan menutup dengan sendirinya. Begitu juga dengan pendarahan yang berangsur berhenti.

2. Perubahan warna luka penis

Segera setelah menjalani prosedur sunat, kepala penis mungkin tampak merah dan mengkilap atau bahkan berwarna ungu. Kondisi ini terjadi karena kulup yang menutupi kepala penis (bukan yang disunat) adalah selaput lendir. Setelah selaput terbuka, ini akan menebal dan menjadi lebih gelap.

Tepi kulup yang dipotong mungkin memiliki bercak putih atau kekuningan dalam beberapa hari pertama setelah sunat. Kondisi ini adalah keropeng dan benar-benar normal.

Selama dua atau tiga hari setelah sunat, kulit mungkin tampak kehijauaan dan kekuningan. Ini adalah normal dan menjadi ciri-ciri luka sunat mau sembuh, bukan nanah.

3. Pembengkakan berkurang

Pembengkakan mungkin tampak terlihat di belakang atau di bawah kepala penis dan itu terlihat seperti lecet. Pembengkakan hanyalah ciri-ciri penyembuhan lain dan akan berkurang dan hilang dalam waktu satu atau dua minggu.

4. Perubahan ukuran penis

Jangan heran, penis mungkin akan tampak lebih kecil setelah disunat. Hal ini terutama karena kulit di sekitar penis rileks, sedangkan sebelum sunat biasanya penis lebih tegang.

Baca Juga: Sunat: Metode, Tujuan, Tata Laksana, dll

Risiko dan Komplikasi setelah Sunat

Sunat adalah prosedur yang dianggap aman dengan sedikit risiko dan kecil kemungkinannya menimbulkan komplikasi. Namun, dalam kasus yang jarang terjadi, komplikasi dapat terjadi.

Segera hubungi dokter jika mengalami salah satu dari komplikasi berikut ini:

1. Infeksi

Infeksi jarang terjadi karena dokter menggunakan teknik yang steril untuk melakukan prosedur sunat. Biasanya infeksi terkait sunat bersifat ringan dan mudah diobati menggunakan antibiotik.

Tanda-tanda infeksi termasuk memburuknya kemerahan, nanah, nyeri, pembengkakan di sekitar sayatan, atau demam. Jika mengalami salah satu dari tanda-tanda ini, segera hubungi dokter.

2. Pendarahan di tempat

Pendarahan lebih mungkin terjadi ketika anak memiliki gangguan pendarahan. Itulah sebabnya penting untuk memberi tahu dokter tentang riwayat keluarga mengenai masalah pendarahan atau pembekuan darah.

Meskipun sangat jarang, pembuluh darah kecil mungkin terjepit selama prosedur sunat. Dalam kebanyakan kasus, pendarahan akan berhenti dengan sendirinya, tetapi terkadang memerlukan jahitan.

3. Risiko yang terkait dengan anestesi

Meskipun anestesi lokal sangat aman, tetapi terkadang menyebabkan memar, pendarahan, atau iritasi di kulit. Dalam kasus yang jarang, anestesi dapat menyebabkan irama jantung tidak teratur, masalah pernapasan, reaksi alergi, dan, kematian (sangat jarang). Komplikasi ini tidak umum, dan biasanya pasien yang memiliki masalah medis lainnya.

4. Kerusakan pada penis

Dalam kasus yang jarang terjadi, kepala penis bisa terluka saat menjalani prosedur sunat. Namun, tindakan pencegahan yang dilakukan dokter hampir selalu mencegah hal ini terjadi.

5. Pengangkatan kulup yang tidak lengkap

Terkadang terlalu banyak kulup yang masih tertinggal. Namun, sisa kulup mungkin akan kurang jelas seiring bertambahnya usia anak. Kadang-kadang, jika kelebihan kulup tidak merata, prosedur korektif mungkin diperlukan di kemudian hari.

6. Retensi urine

Dalam kasus yang langka, setelah sunat menyebabkan tidak bisa buang air kecil atau hanya meneteskan air seni. Tidak bisa buang air kecil bisa terjadi dalam waktu 8 hingga 12 jam.

Baca Juga: 11 Manfaat Sunat bagi Kesehatan Pria (Bikin Wanita Lebih Puas!)

Itulah penjelasan tentang ciri-ciri luka sunat sembuh hingga risiko yang mungkin terjadi setelah menjalani prosedur sunat. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2021. Circumcision Problems. https://www.seattlechildrens.org/conditions/a-z/circumcision-problems/ (Diakses pada 27 Oktober 2021)
  2. Anonim. 2016. Surgeries and Procedures: Circumcision. https://kidshealth.org/en/parents/procedure-circumcision.html (Diakses pada 27 Oktober 2021)
  3. SickKids staff. Tanpa tahun. Newborn circumcision: Caring for your child at home after the procedure. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=297&language=English (Diakses pada 27 Oktober 2021)
  4. Zieve, David. 2019. Circumcision. https://medlineplus.gov/ency/article/002998.htm (Diakses pada 27 Oktober 2021)


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi