Terbit: 16 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Orang tua perlu menerapkan pola tidur yang baik pada anak. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kurang tidur dapat berdampak buruk bagi tumbuh kembang anak.

Bahaya Kurang Tidur Bagi Perkembangan Anak

Sebagai tolok ukur, anak-anak berusia 6 bulan hingga 2 tahun butuh waktu tidur 12 jam per hari, usia 3-4 tahun butuh 10 jam per hari, dan anak berusia 5-7 tahun 9 jam per hari. Jika kurang dari angka tersebut, maka anak Anda dapat dikategorikan kurang tidur.

Beberapa dampak kurang tidur pada anak antara lain:
Risiko obesitas
Para ahli meyakini bahwa kurang tidur berpengaruh pada melebarnya garis pinggang anak karena mengacaukan metabolisme dan sistem endokrin tubuh. Saat anak kurang tidur malam, ia akan kelelahan saat soang hari sehingga mudah lapar dan makan lebih banyak namun malas untuk beraktivitas fisik. Akibatnya hal ini mengarah pada pembakaran energi dan memicu obesitas.

Penurunan IQ

Sebuah penelitian menemukan bahwa anak yang mengalami insomnia juga mengalami penurunan kecerdasan. Mereka mendapat skor lebih rendah di sekolah dan kesulitan membangun hubungan baik dengan temannya. Para peneliti berpendapat bahwa tidur dapat melindungi memori ingatan, dengan tidur yang cukup maka akan lebih mudah untuk mengingat apa yang sudah dipelajari.

Masalah emosional
Saat tubuh kurang tidur, tubuh akan mengeluarkan hormon kortisol yang dapat membuat anak uring-uringan, sedih, marah, mual dan khawatir. Anak-anak kadang belum bisa menangani emosi negatif yang muncul pada dirinya sehingga dapat memicu hilangnya kepercayaan diri dan cenderung mudah depresi.

Risiko ADHD

Dalam sebuah penelitian yang dilakukan University of Michigan yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa gangguan tidur seperti sleep apnea, mendengkur dan gangguan tidur lainnya dapat memicu terjadinya ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) pada anak. Anak-anak dengan ADHD cenderung sering gelisah saat tidur dan lebih sering terbangun di tengah malam dibandingkan teman sebayanya.

Diabetes
Tahukah Anda bahwa kurang tidur pada anak juga dapat berpengaruh pada penyerapan glukosa? Menurut American Diabetes Association berkurangnya dua jam waktu tidur setiap malam dalam satu minggu dapat memengaruhi resistensi insulin sehingga meningkatkan risiko diabetes ketika anak dewasa.

Selain mendapatkan durasi tidur yang cukup, anak juga perlu memiliki tidur yang berkualitas. Beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua agar anak memiliki tidur yang baik antara lain dengan membatasi penggunaan gadget di kamar anak. Buat suasana tidur yang nyaman, tenang, rapi dan gelap. Buat jadwal tidur yang konsisten ketika tidur malam dan bangun pagi, serta hindari anak dari begadang.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi