Terbit: 16 Februari 2018 | Diperbarui: 3 Desember 2021
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com – Normalnya, manusia bekerja dari pagi hingga sore hari sesuai dengan siklus tidur manusia. Saat malam hari, tubuh membutuhkan waktu untuk istirahat agar esok hari bisa kembali segar dan bisa bekerja lagi. Sayangnya, tidak semua orang bekerja dari pagi hingga sore, pada beberapa bidang pekerjaan, seseorang harus bekerja mulai dari malam hingga pagi hari.

Bahaya Kerja Malam pada Kesehatan Wanita

Siklus tubuh manusia
Siklus tubuh manusia secara umum terbagi menjadi tiga zona waktu. Pertama pada pukul 12.00-20.00 tubuh akan mengalami proses pencernaan makanan. Pada jam ini kita disarankan untuk mengonsumsi makanan. Selanjutnya pada pukul 20.00-04.00 tubuh akan menyerap sari makanan dan diedarkan ke seluruh tubuh. Kalau kita bekerja pada jam ini, siklus itu akan menjadi kacau.

Selanjutnya pada pukul 04.00-12.00 tubuh akan memasuki fase pembuangan. Kita akan buang air kecil dan besar pada jam ini setiap harinya kalau bekerja secara normal.

Dampak buruk kerja malam
Bekerja malam hari akan memberikan banyak dampak buruk bagi kesehatan pria maupun wanita. Berikut dampak yang bisa dialami oleh pekerja shift malam.

  • Gangguan tidur yang memengaruhi performa kerja.
  • Orang yang bekerja saat malam hari berisiko alami diabetes tipe 2 karena aktivitas insulin yang kerap naik pada malam hari.
  • Tidur yang hanya sebentar atau tidak sesuai dengan siklusnya membuat seseorang jadi suka makan dan cenderung alami obesitas.
  • Risiko gangguan jantung tinggi.

Dampak buruk kerja malam bagi wanita
Secara spesifik, bekerja pada malam hari mengganggu kesehatan wanita khususnya pada masalah kehamilan. Dari penelitian yang dilakukan di Denmark, wanita yang bekerja pada shift malam cenderung alami persalinan dini dan bayi yang lahir bobotnya rendah.

Lebih lanjut, wanita yang bekerja malam hari cenderung berisiko alami kanker payudara, kanker usus besar, dan kanker endometrium.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi