Terbit: 24 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Alergi susu sapi merupakan salah satu alergi yang paling sering terjadi pada anak-anak. Alergi ini terjadi karena reaksi berlebihan dari sistem imun tubuh pada protein susu sapi yang masuk ke dalam tubuh dalam jumlah besar. Lalu bagaimana memenuhi kebutuhan nutrisi anak jika ia alergi susu?

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Alergi Susu?

Ada beberapa faktor mengapa bayi bisa mengalami alergi protein susu sapi, salah satunya adalah faktor genetik. Sekotar 40% bayi yang lahir dari ibu penderita alergi kemungkinan akan mengalami alergi juga ketika dewasa. Faktor lainnya adalah anak terpapar alergen baik secara langsung maupun dari makanan yang dimakan ibu.

Umumnya alergi susu sapi terjadi pada anak di usia bayi hingga 12 bulan dan terus berkurang hingga usia 3 tahun. Beberapa gejala yang ditunjukkan jika anak alergi susu sapi antara lain munculnya bercak-bercak kemerahan yang gatal, bengkak pada daerah bibir, wajah dan sekitar mata, sesak napas, gejala diare, sakit perut dan tidak nafsu makan. Gejala ini dapat muncul secara berbeda-beda setiap anak.

Jika anak Anda diketahui memiliki alergi susu sapi, maka cara untuk mencegahnya adalah dengan menghindarkan anak dari protein susu sapi. Sebaiknya orang tua memberikan ASI pada 6 bulan pertama, selain mengandung nutrisi terbaik yang dibutuhkan bayi, ASI juga tidak menimbulkan alergi pada bayi.

Jika Anda tidak bisa memberi ASI pada bayi namun bayi Anda memiliki alergi susu sapi, maka sebaiknya berikan susu formula yang bersifat hipoalergenik. Amati pekembangan bayi selama empat bulan ke dapan dan catat waktu-waktu terjadi alergi terhadap susu sapi. Anda juga bisa memberikan susu formula berbahan dasar kedelai sebagai pengganti susu sapi.

Cara lain untuk mencegah alergi susu sapi pada bayi adalah dengan tidak mengonsumsi susu sapi saat masa menyusui. Apa yang dimakan ibu juga akan diserap oleh janin. Jika anak sudah mulai usia MPASI atau makan makanan yang sama dengan orang dewasa, maka Anda bisa memberi makanan yang kaya vitamin D, kalsium dan protein seperti bayam, brokoli, olahan kedelai, ikan salmon, tuna dan telur.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi