Terbit: 29 Januari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com– Seiring dengan perkembangan bayi, maka bayi pada akhirnya harus disapih. Disapih adalah memberi makan pada anak dengan makanan padat hingga anak benar-benar berhenti menyusu ASI dari payudara ibu. Biasanya hal ini dilakukan ketika anak berusia 2 tahun.

Apa Itu Menyapih dan Bagaimana Memulainya?

Keputusan untuk menghentikan ASI dari bayi ini tergantung pada kesiapan orang tua dan anak. Namun secara fungsi, ASI yang diberikan di atas usia anak 2 tahun sudah tidak banyak memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan oleh si kecil.

Untuk membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk disapih, orang tua dapat memerhatikan beberapa tanda khusus, di antaranya: bayi tetap rewel meskipun sudha diberi ASI, bayi menyusu lebih singkat dari biasanya, bayi tampak tidak tertarik menyusu di payudara ibu, dan bayi hanya ingin bermain-main di payudara ibu, tidak benar-benar menghisapnya. Jika bayi sudah menunjukkan tanda-tanda tesebut, orang tua boleh memulai proses menyapih.

Perlu diketahui bahwa proses menyapih tidak selalu mudah bagi setiap orang tua. Anak akan mengalami masa-masa adaptasi dari menyusu hingga sepenuhnya lepas dari ASI ibu. Mulailah menyapih saat anak sehat dan lakukan secara bertahap.

Salah satu langkah awal yang bisa Anda lakukan adalah kurangi kebiasaan menyusu dan alihkan pada botol susu. Mengurangi frekuensi menyusu di payudara ibu selama beberapa minggu dapat membantu anak menyesuiakan diri secara perlahan.

Selain menawarkan botol susu, Anda juga dapat membatasi berapa lama bayi menyusu di payudara ibu. Dari yang biasanya 10 menit bisa dipersingkat menjadi 5 menit saja, lalu alihkan ke botol dan makanan padat.

Menyiapkan makanan kesukaan anak juga bisa menjadi cara ampuh untuk membantu proses menyapih. Kenali makanan apa yang disukai oleh anak, lalu setiap anak mulai minta menyusu, alihkan dengan makanan yang ia sukai. Jangan lupa untuk memberi makanan pada anak yang bervariasi dari segi tekstur, komposisi bahan dan rasa agar anak-anak tidak bosan dan gizinya tercukupi.

Salah satu faktor penting keberhasilan saat menyapih adalah dengan melibatkan keluarga dalam proses menyapih. Cobalah bekerja sama dengan suami, nenek, kakek, atau pengasuh yang kerap berhubungan dengan anak dan sampaikan bahwa anak Anda sedang dalam masa-masa disapih. Dengan bantuan orang terdekat, maka anak Anda pun akan lebih mudah menjalani proses penyapihan.


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi