Terbit: 15 Juni 2022 | Diperbarui: 21 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Mengajarkan merapikan mainan yang berantakan bagi anak mungkin agak sulit. Tenang! Ada banyak tips yang bisa Bunda coba agar rumah kembali rapi setelah bermain. Bagaimana caranya? Yuk, cari tahu dalam penjelasan di bawah ini!

10 Tips Mengajarkan Anak Agar Mau Merapikan Mainan

Cara Mengajarkan Anak Merapikan Mainan setelah Bermain

Membimbing anak untuk disiplin dalam merapikan barang-barangnya setelah bermain akan membutuhkan kesabaran yang ekstra. Untuk itu, ada beberapa tips yang dapat Bunda terapkan agar anak secara mandiri membereskan mainannya setelah bermain.

Berikut ini cara mengajarkan merapikan mainan pada anak, di antaranya:

1. Memberi contoh cara merapikan

Untuk balita dan anak-anak, cara terbaik untuk mendorong mereka membersihkan mainannya adalah dengan memberikan contoh. Sempatkanlah waktu untuk merapikan bersama anak dan berikan contoh menaruh mainan pada tempatnya.

Anak akan memerhatikan Anda ketika membereskan mainan, dan anak kemungkinan besar akan meniru dan membantu. Anak-anak jauh lebih mungkin untuk membantu jika itu tampak seperti tugas alami yang Anda bereskan bersama, daripada hanya menyuruh agar anak melakukannya.

2. Jelaskan mengapa merapikan mainan diperlukan

Tujuan membersih mainan bagi orang tua itu jelas, tetapi bagi anak, membersihkan tidak lebih dari membuang kesenangan.

Sebagai orang tua, jelaskan bahwa jika mainan tidak disimpan dengan benar, orang lain bisa tersandung dan bahkan bisa melukai dirinya, atau bagian dari mainan dapat hilang dan kemudian mainan tidak akan terlalu menyenangkan.

3. Menyiapkan tempat penyimpanan mainan ramah anak

Tempatkan label gambar di tempat menyimpan mainan untuk membantunya belajar memilah benda yang harus dirapikan. Mintalah anak menggambar sesuai dengan objek mainan yang ingin disimpan ke masing-masing tempat. Di bawah gambar, tulis nama bendanya untuk membantu kemampuan pra-membaca anak

Apabila semuanya memiliki tempat yang layak, ini akan membuatnya lebih mudah untuk merapikan antara mainan dan barang-barang yang tidak berguna.

4. Permainan merapikan barang

Mungkin agak sulit untuk menyuruh anak untuk membereskan masing-masing mainan ke tempat yang semestinya. Nah, agar menjadi menyenangkan, buatlah ini menjadi permainan yang menyenangkan bagi anak.

Misalnya, Bunda ingin tahu berapa banyak balok merah yang bisa anak temukan untuk dimasukkan ke dalam ember, atau apakah anak bisa meletakkan semua mainan sebelum waktunya habis.

Selagi membereskan mainan, beri anak semangat agar menyelesaikan permainannya dengan rapi dan tepat waktu.

5. Memutar musik saat merapikan mainan

Cobalah putar lagu yang anak sukai ketika waktunya membereskan mainan. Musik akan membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Musik yang ceria akan membuatnya suasana hatinya menjadi lebih baik.

Anda juga bisa nyanyikan lagu bersama anak selama memilah mainan yang akan dimasukan ke dalam kotak dan laci.

6. Membatasi jumlah koleksi mainan anak

Alih-alih menyediakan semua mainan anak setiap saat, Bunda juga bisa mencoba membatasi berapa banyak mainan yang tersedia.

Menggilir jenis mainan sesering mungkin bisa membantu meminimalkan mainan berantakan. Hal ini juga memungkinkan anak untuk fokus pada mainan di depannya lebih lama.

Baca Juga: Jenis Mainan Anak yang Baik untuk Perkembangannya

7. Saling bekerja sama dan tetap menyenangkan

Rasanya tidak realistis orang tua mengharapkan balita membereskan barang dan mainannya sendiri, jadi bantulah ia untuk merapikannya. Bunda dapat menangani pekerjaan yang lebih sulit (misal meletakkan buku-bukunya di rak), sementara si Kecil menyelesaikan tugas-tugas yang lebih mampu ia lakukan.

8. Ajari anak dengan cara yang positif

Cobalah katakan padanya bahwa Anda akan memberikan es krim jika ia berhasil merapikan mainan pada tempatnya.

Memperhatikan apa yang terjadi selanjutnya adalah motivasi yang bagus bagi anak-anak. Cara ini membantu anak secara mental bertransisi ke apa yang akan terjadi selanjutnya dan memberi ia sesuatu untuk dinanti-nantikan.

9. Menunggu anak berhenti bermain

Setiap orang tampaknya tidak suka diganggu, tidak terkecuali anak-anak. Meskipun tidak selalu memungkinkan, cobalah untuk menunggu sampai anak berhenti bermain sejenak secara alami sebelum memintanya untuk merapikan mainan.

Biarkan anak menyelesaikan permainannya. Jika sudah selesai, ingatkan si Kecil untuk membereskan dan merapikan mainannya

10. Beri hadiah setelah merapikan mainan

Setelah anak menyelesaikan tugasnya untuk merapikan mainan, Anda harus memberikannya hadiah, bisa barang, minuman, atau makanan.

Selain itu, pastikan untuk memberikan pujian secara verbal atas kerja keras anak. Tarik perhatiannya pada betapa rapi dan bagusnya ruangan itu sekarang dan pacu anak untuk bangga dengan apa yang sudah dilakukannya.

Baca Juga: Tips Memilih Permainan Anak Sesuai dengan Usianya

Manfaat Merapikan Mainan setelah Selesai Bermain

Membereskan mainan bagi anak tidak hanya akan membuat ruangan terlihat rapi dan tertata, tetapi juga sangat bagus untuk perkembangan anak. Apa saja manfaatnya?

Berikut ini manfaat membereskan mainan bagi anak:

1. Anak membantu merapikan rumah

Dengan mengajak anak untuk membantu urusan rumah, Anda memberikan pesan yang jelas bahwa anak tidak hanya harus membersihkan, tetapi itu adalah bagian penting dari aktivitas keluarga.

Bekerja sama menuju tujuan bersama akan membantu anak-anak dekat satu sama lain dalam keluarga.

2. Mempelajari nilai pekerjaan

Tidak ada yang langsung menyukai suatu pekerjaan, tetapi seiring waktu Anda sebagai orang tua belajar pentingnya bekerja dengan ikut serta dalam aktivitas. Orang tua tidak hanya dapat mengajari anak tentang nilai kerja tetapi bagaimana menjadi pekerja yang baik dan itu adalah pelajaran yang telah hilang seiring waktu.

Maka dari itu, ajari anak untuk melakukan aktivitas seperti membereskan mainan selagi masih kecil dan ia akan lebih unggul dari teman-temannya seiring bertambahnya usia.

3. Belajar bertanggung jawab

Manfaat merapikan mainan setelah selesai bermain dapat mengajarkan anak untuk bertanggung jawab.

Tanggung jawab adalah keterampilan penting untuk mengajar anak. Untuk itu, orang tua harus memberikan nilai-nilai tanggung jawab seiring anak tumbuh besar.

Sangatlah berharga untuk mengajari anak-anak bahwa ia diharapkan untuk melakukan sesuatu dan orang lain akan meminta bantuan darinya. Ketika anak memahami hal ini, ia akan lebih mungkin untuk bertanggung jawab menyelesaikan pekerjaan.

4. Mengasah keterampilan anak

Rumah menjadi tempat yang tepat untuk mengajarkan keterampilan pada anak yang akan ia gunakan sepanjang hidupnya.

Merapikan mainan dan membersihkan ruangan menjadi salah satu cara dalam mengasah keterampilan anak dalam kebersihan dan kerapihan. Orang tua dapat memberikan arahan dan petunjuk secara perlahan sampai anak mengerti.

5 Belajar menghargai lingkungan rumah

Saat mengajari anak untuk membersihkan dan merapikan mainan, Bunda juga mengajari si Kecil untuk menghargai tempat tinggalnya. Seperti mengajarinya untuk menunjukkan rasa hormat atau menghargai orang-orang yang tinggal bersama.

Anak akan belajar untuk mengakui bahwa orang lain harus berbagi ruang yang sama, dan karena itu anak harus menunjukkan rasa hormat kepada orang lain.

Itulah cara mengajarkan anak membereskan mainan secara mandiri yang ternyata dapat memberikan banyak kebaikan bagi anak itu sendiri. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Clemer, Christina. 2019. How Montessori teachers get kids to clean up their toys. https://www.mother.ly/parenting/how-montessori-teachers-get-kids-to-clean-up-their-toys/. (Diakses pada 15 Juni 2022)
  2. Campaiola, Maureen.2010. 8 Benefits of Teaching Children to Clean. https://adebtfreestressfreelife.com/teaching-children-to-clean/. (Diakses pada 15 Juni 2022)
  3. Murkoff, Heidi. 2021. How to Teach Toddlers to Pick Up Their Toys. https://www.whattoexpect.com/playroom/ask-heidi/clean-up.aspx. (Diakses pada 15 Juni 2022)
  4. Rock, Amanda. 2020. How to Teach Your Child to Clean Up. https://www.verywellfamily.com/teach-your-preschooler-to-how-clean-up-toys-2764640. (Diakses pada 15 Juni 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi