Terbit: 27 April 2018 | Diperbarui: 3 June 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah salah satu aspek penting yang harus dijaga semua usia, tak terkecuali anak-anak. Namun, mengajarkan kebersihan rongga mulut pada anak-anak bukanlah sesuatu yang mudah. Seorang anak kerap kali menghindar ketika disuruh menggosok gigi. Padahal, semakin awal Anda mengajarkan kebiasaan ini, semakin mudah anak melakukannya sebagai rutinitas. Lalu, kapan waktu yang tepat mengajarkan anak untuk mulai menggosok gigi?

Kapan Anak Diajarkan Menggosok Gigi?

Photo Credit: Flickr.com/AK Dentals

Untuk diketahui, pertumbuhan perkembangan anak ditunjang oleh berfungsinya seluruh sistem yang ada di dalam tubuh anak dengan optimal, salah satunya adalah sistem stomatognatik. Sistem stomatognatik adalah sebuah sistem yang berada di area mulut dan sekitarnya yang terdiri dari komponen rongga mulut, gigi, gusi, tulang alveolar (tulang di sekitar gigi), tulang rahang, lidah, otot-otot yang menutupi kepala dan leher, otot-otot penelanan, mukosa di area pipi, lidah, dan dasar mulut.

Semua komponen dalam sistem ini tidak boleh mengalami gangguan, karena jika salah satu komponennya mengalami gangguan, maka hal itu dapat menganggu kondisi tubuh secara keseluruhan.

Memengaruhi Tumbuh Kembang Anak

Menurut Indonesian Pediatric Society, kasus kerusakan gigi akan berpengaruh pada banyak hal dalam pertumbuhan dan perkembangan rongga mulut serta perkembangan anak pada umumnya. Pengaruh ini tidak hanya terhadap fisik, akan tetapi juga terhadap psikis anak.

Seorang anak yang mengalami kerusakan gigi, dampak lanjutan yang akan dialami adalah menurunnya kepercayaan diri dan juga akan memengaruhi pertumbuhan fisik seperti terganggunya pertumbuhan rahang, sendi dan susunan gigi. Kesulitan makan akibat rusaknya gigi juga akan mengganggu anak mendapatkan gizi yang tepat. Kerusakan gigi yang paling banyak terjadi di Indonesia adalah karies gigi atau gigi berlubang.

Untuk mencegah hal ini terjadi pada anak, cara termudah yang bisa dilakukan adalah mengajarkan kebiasaan menggosok gigi pada anak. Aktivitas menggosok gigi harus menjadi bagian dari proses belajar anak, sebagai mana anak dibiasakan untuk mandi, berpakaian bersih dan mencuci tangan sebelum makan. Menggosok gigi sendiri dilakukan saat gigi pertama tumbuh di rongga mulut anak, akan tetapi membiasakan anak dibersihkan rongga mulutnya sudah bisa dilakukan sejak anak lahir.

Mengajarkan Anak Menggosok Gigi

Perawatan gigi anak sebaiknya dimulai sejak gigi pertamanya tumbuh. Saat gigi pertamanya tumbuh, Anda bisa mengelapnya dulu dengan kain yang bersih dan agak basah. Ketika nanti gigi pertama mulai tumbuh sempurna, Anda bisa mulai menyikat gigi anak Anda.

Namun, beberapa dokter juga ada yang menyarankan agar anak mulai menyikat gigi sejak empat gigi pertamanya tumbuh. Sebagian lagi menyarankan untuk menunda hingga anak berusia dua sampai tiga tahun.

Saat Anda mulai mengajarkan menggosok gigi pada anak, teruslah dampingi prosesnya, sampai anak bisa berkumur dan meludah tanpa bantuan. Pendampingan ini biasanya dilakukan hingga usia enam tahun. Setelah usia tersebut, anak sudah bisa dibiarkan menyikat gigi secara mandiri. Pilihlah sikat gigi dengan bulu sikat yang lembut, kepala yang kecil, dan pegangan yang besar.

Bila sudah dibiasakan sejak usia dini, maka semakin mudah juga untuk anak Anda menggosok gigi secara rutin. Supaya kebiasaan menggosok gigi menjadi kebiasaan, Anda juga harus memberikan contoh dengan rajin menggosok gigi.

Ketika waktu mandi tiba, ajak anak Anda untuk menyikat gigi bersama-sama. Banyak anak yang meniru kebiasaan orang tua. Selain menggosok gigi ketika sedang mandi, Anda juga bisa mengajarkan si kecil untuk membersihkan gigi sebelum tidur.

Yang harus menjadi catatan, agar kebiasaan menggosok gigi lebih menyenangkan bagi anak, Anda jangan terlalu memaksakan teknik menggosok gigi yang benar. Setelah kebiasaan tersebut mulai terbentuk, Anda dapat mengajarkan teknik menggosok gigi yang tepat secara bertahap.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi