Terbit: 15 February 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Madu dikenal memiliki banyak khasiat bagi kesehatan tubuh. Banyak orang tua yang memberikan madu untuk anaknya sebegai pengganti gula atau untuk obat batuk. Namun jika Anda memberikan madu untuk anak yang berusia di bawah 1 tahun, madu justru dapat menyebabkan anak keracunan.

Ini Bahaya Madu Bagi Bayi di Bawah Usia 1 Tahun

American Academy of Pediatrics (AAP) menyatakan bahwa bayi di bawah 12 bulan tidak boleh mengonsumsi madu dan apa pun olahannya. Madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum yang dapat menyebabkan keracunan pada si kecil. Jika madu dikonsumsi pada bayi di bawah usia satu tahun yang saluran pencernaannya belum sempurna, bakteri tersebut dapat berkembang menjadi racun. Gangguan ini disebut botulisme dan dapat menyebabkan kelemahan otot, sehingga anak akan mengalami gangguan pernapasan yang menyebabkan kematian.

Beberapa gejala keracunan ini antara lain bayi akan lemas dan mengalami kelumpuhan karena otot dan saraf, susah BAB, mata sayu, tangisan melemah, dan keluar air liur karena susah menelan. Jika anak Anda mengalami botulisme, dokter akan melakukan beberapa penanganan seperti memberikan antitoksin, memberi obat pencahar dan mengosongkan lambung anak melalui lavase lambung.

Selain dapat menyebabkan keracunan, pemberian madu pada bayi berusia di bawah 1 tahun yaitu madu dapat merusak giginya yang akan tumbuh. Bukan hanya itu, bayi akan terbiasa dengan rasa manis sehingga membuatnya terus-menerus ingin mengonsumsi makanan manis.

Bayi pada usia 6 bulan hingga 1 tahun hanya diperbolehkan minum ASI atau susu formula. Setelah 1 tahun, bayi mulai bisa makan makanan atau minuman yang sama seperti makanan dewasa. Karena itu hindari pemberian madu dalam MPASI maupun sebagai obat batuk atau penambah daya tahan tubuh. Untuk menambah cita rasa pada makanan sebaiknya gunakan pemanis alami seperti jus buah segar, pisang yang dilumatkan, buah-buahan kering, atau yogurt tawar.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi