Terbit: 28 July 2020 | Diperbarui: 8 April 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Eko Budidharmaja

Penyebab ASI sedikit ternyata bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari masalah kesehatan, pola diet, gaya hidup, hingga konsumsi obat-obatan tertentu. Kondisi yang sering dialami oleh ibu baru ini sering kali menimbulkan kekhawatiran. Oleh karena itu, mengetahui cara mengatasi ASI sedikit adalah sesuatu yang penting. Simak berbagai penyebab dan cara melancarkan ASI di bawah ini.

13 Penyebab ASI Keluar Sedikit dan Cara Mengatasinya

Berbagai Penyebab ASI Sedikit

Sebelum mengetahui cara melancarkan ASI yang sedikit, perlu diketahui bahwa jumlah ASI yang bisa dihasilkan seorang wanita setelah melahirkan tergantung pada berbagai faktor. Beberapa faktor ada yang tidak bisa dikendalikan, namun terdapat juga faktor lain yang bisa dikelola.

Berikut ini adalah berbagai kondisi yang bisa menjadi penyebab ASI sedikit, antara lain:

1. Merasa Cemas dan Stres

Perasaan cemas dan stres adalah penyebab utama ASI sedikit, terutama beberapa minggu pertama setelah melahirkan. Kondisi ini umumnya disebabkan karena waktu tidur yang terbatas, waktu tidur yang terbatas dapat meningkatkan hormon kortisol yang pada akhirnya dapat mengurangi suplai ASI.

2. Memberi Anak Susu Formula

Setelah bayi Anda lahir, payudara bekerja berdasarkan persediaan dan permintaan.

Menyusui secara eksklusif mendorong permintaan yang lebih tinggi, sehingga payudara menghasilkan lebih banyak susu. Namun jika dalam kondisi tertentu mengharuskan Anda memberikan susu formula, maka tubuh akan membacanya untuk tidak memproduksi susu sebanyak mungkin, kondisi ini membuat persediaannya akan berkurang.

3. Makan atau Minum Terlalu Sedikit

Bentuk tubuh usai melahirkan sering kali membuat beberapa ibu tergoda untuk melakukan diet. Meski diet sehat adalah sesuatu yang penting, pastikan Anda makan dalam jumlah yang cukup untuk mengisi kembali 500 kalori yang terbakar usai menyusui. Konsumsi camilan sehat di sela makan besar menjadi penting untuk memenuhi kebutuhan kalori tubuh.

Selain itu, jumlah cairan yang Anda masukkan ke dalam tubuh memengaruhi seberapa banyak ASI yang dapat dihasilkan. Cobalah minum segelas air setiap kali Anda menyusui.

4. Laktasi yang Tertunda

Pada umumnya, beberapa hari setelah melahirkan peningkatan volume ASI akan terjadi. Jika kenaikan volume ini tidak terjadi dalam dua atau tiga hari, maka hal itu bisa dikatakan laktasi yang tertunda. Ini adalah penyebab ASI sedikit terutama jika ibu tidak memiliki tekad untuk menyusui.

5. Keterampilan Menyusui Bayi

Selain kondisi ibu yang menjadi faktor seberapa banyak ASI diproduksi, keterampilan bayi juga bisa menjadi penyebab ASI sedikit.

Meski posisi bayi terlihat menempel di payudara, tidak berarti dia mampu menelan banyak susu. Berikut beberapa faktor pada bayi yang menyebabkan hal ini, antara lain: bayi yang terlahir dengan penyakit bawaan, bibir sumbing, atau fungsi lidah yang buruk.

6. Bentuk Puting Payudara

Kadang-kadang bayi merasa sulit untuk menyusu secara efisien karena anatomi puting susu ibu. Namun seorang ibu dan bayi biasanya dapat mengatasi kesulitan ini dengan cepat. Beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab ASI sedikit, antara lain:

  • Puting datar atau terbalik.
  • Puting sangat besar, sangat panjang, atau memiliki bentuk yang berbeda.
  • Jaringan payudara inelastik yang sangat ketat dapat membuat bayi lebih sulit untuk menyusu.
  • Penindikan puting susu, kondisi ini menyebabkan jaringan parut atau penutupan pori-pori puting susu yang dapat menghambat aliran susu.

7. Konsumsi Obat Flu

Pseudoephedrine adalah bahan obat yang sering digunakan untuk mengatasi pilek. Obat ini dapat menjadi penyebab ASI sedikit. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi ibu menyusui yang menderita alergi musiman parah. Meski begitu, obat ini tidak akan memengaruhi produksi ASI jika persediaan susu masih banyak.

8. Perdarahan Postpartum

Perdarahan postpartum atau perdarahan setelah melahirkan juga dapat menjadi penyebab ASI sedikit. Kelahiran traumatis dan stres yang dialami saat kehilangan banyak darah dapat menghambat laktogenesis (mulainya produksi susu). Perdarahan dapat memengaruhi seberapa banyak ASI diproduksi, terutama jika kondisi tersebut membuat Anda terpisah dari bayi.

9. Hipotiroidisme

Hipotiroidisme atau kekurangan hormon tiroid dapat mengganggu produksi ASI. Hormon tiroid membantu dalam pengaturan prolaktin dan oksitosin, dua hormon utama yang terlibat dalam menyusui. Klaim ini masih membutuhkan penelitian lanjutan untuk menilai efek yang tepat dari tiroid dengan pasokan ASI.

Sementara itu, tiroiditis postpartum, kondisi di mana kelenjar tiroid meradang, bisa memengaruhi 4 hingga 9 persen wanita pada tahun pertama setelah melahirkan. Kondisi ini pada akhirnya dapat menyebabkan tiroid rendah, sehingga penting bagi ibu baru untuk proaktif dengan kondisi tiroidnya.

10. Ramuan Herbal dan Rempah-Rempah Tertentu

Beberapa ramuan herbal dan rempah-rempah ternyata dapat menjadi penyebab ASI sedikit. Sage, pepermin, oregano, lemon balm, peterseli, dan thyme dapat mengurangi aliran ASI ketika dikonsumsi dalam jumlah besar. Namun Anda tidak perlu khawatir jika tidak mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

11. Menggunakan Kontrasepsi Hormonal

Sebagian besar metode kontrasepsi hormonal tidak mengganggu proses menyusui. Namun, beberapa di antaranya, terutama yang mengandung estrogen dapat memengaruhi produksi ASI. Pilihan kontrol kelahiran yang hanya mengandung progestin (berbeda dengan progesteron dan estrogen) umumnya merupakan pilihan yang lebih baik untuk ibu menyusui.

Jika Anda khawatir tentang hormon dan menyusui, konsultasi dengan dokter kandungan diperlukan untuk menjaga persediaan ASI.

12. Masalah Kesuburan

Banyak wanita yang memiliki sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) juga memiliki jaringan payudara yang tidak berfungsi dengan baik. Seorang wanita yang memiliki kondisi ini memiliki kadar hormon androgen yang berlebihan dan menyebabkan gangguan menstruasi.

13. Kondisi Lingkungan

Sebuah penelitian mengungkapkan, seorang ibu yang tinggal di area yang terkontaminasi pestisida memiliki insiden yang jauh lebih tinggi dengan kondisi jaringan susu yang tidak mencukupi—dalam beberapa kasus tidak ada jaringan susu—daripada mereka yang tinggal bebas dari pestisida.

Mengenali Berbagai Cara Mengatasi ASI Sedikit

Meski banyak wanita mengkhawatirkan pasokan ASI yang rendah, sebagian besar wanita menghasilkan ASI lebih dari cukup dari kebutuhan bayi. Berikut adalah berbagai cara melancarkan ASI yang sedikit, di antaranya:

  • Menyusui sesegera mungkin. Menunggu terlalu lama untuk mulai menyusui dapat berkontribusi pada penyebab ASI sedikit.
  • Menyusui sesering mungkin. Selama beberapa minggu pertama, menyusui 8 hingga 12 kali sehari atau setiap dua hingga tiga jam.
  • Periksa cara menyusuinya. Pastikan bayi dalam posisi yang baik dan cari tanda-tanda bahwa bayi menelan susu.
  • Tawarkan kedua payudara pada setiap menyusui. Tidak apa-apa bagi bayi Anda untuk menyusui hanya pada satu payudara saat menyusui, tetapi jika ini terjadi terlalu sering, persediaan ASI bisa berkurang. Anda mungkin perlu memompa payudara satunya untuk menjaga persediaan ASI.
  • Jangan melewatkan sesi menyusui. Pompa payudara Anda setiap kali melewatkan sesi menyusui untuk membantu melindungi persediaan ASI.
  • Hindari alkohol dan nikotin. Minum alkohol dalam jumlah sedang hingga berat dapat menurunkan produksi susu. Selain itu, merokok juga dapat memiliki efek yang sama.

Mempertahankan suplai ASI selama menyusui adalah penting untuk kesehatan dan pertumbuhan bayi. Jika Anda mengkhawatirkan persediaan ASI atau makanan bayi, bicarakan dengan dokter anak atau konsultan laktasi.

 

  1. Patel, Shivani. 2018. 4 factors that can decrease breast milk supply – and how to replenish it. https://utswmed.org/medblog/decrease-breast-milk-supply/. (Diakses pada 28 Juli 2020).
  2. Pearson-Glaze, Philippa. 2010. Reasons for Low Milk Supply. https://breastfeeding.support/reasons-low-milk-supply/. (Diakses pada 28 Juli 2020).
  3. Murphy, Carrie dan Carole Anderson Lucia. 8 Surprising Things That Can Affect Your Breast Milk Supply. https://www.parents.com/baby/breastfeeding/breast-milk/surprising-things-that-can-affect-your-breast-milk-supply/. (Diakses pada 28 Juli 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi