Terbit: 2 March 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Ibu yang menyusui sebenarnya memiliki kesempatan untuk melakukan KB alami. Hal ini disebabkan oleh tertundanya siklus ovulasi secara alami setelah melahirkan.

Memilih Kontrasepsi yang Aman Untuk Ibu Menyusui

Meski demikian, banyak ibu menyusui yang ingin menggunakan alat kontrasepsi untuk merencanakan kehamilan. Apa alat kontrasepsi yang tepat bagi ibu menyusui?

Ibu menyusui perlu selektif memilih alat kontrasepsi yang sesuai. Penggunaan alat kontrasepsi yang tidak tepat dapat menyebabkan produksi ASI berkurang.

Para ahli menyarankan bagi ibu yang menyusui secara eksklusif dapat mulai menggunakan alat kontrasepsi setelah bayi berusia 6 minggu. Sedangkan jika bayi tidak diberi ASI ekslusif ibu bisa menggunakan alat kontrasepsi ketka bayi berusia 3 minggu.

Sebenarnya semua alat kontrasepsi boleh digunakan oleh ibu menyusui, asalkan tidak mengandung hormon estrogen. Alat kontrasepsi yang mengandung hormon dan progesteron estrogen diketahui dapat mengurangi produksi ASI. Sedangkan metode kontrasepsi seperti sistem kalender, perkiraan masa subur dan senggama terputus tidak disarankan selama masa menyusui.

Beberapa pilihan alat kontrasepsi yang bisa Anda gunakan selama masa menyusui antara lain:

1. IUD
IUD atau intrauterine device adalah alat kontrasepsi berbentuk T yang dimasukkan ke dalam rahim. IUD dapat digunakan dalam jangka panjang hingga lima tahun. IUD terbagi dalam dua jenis, yaitu IUD tembaga dan IUD hormon.

Keduanya bisa Anda gunakan selama menyusui. Namun Anda perlu mengontrol kondisi IUD ke dokter sejak 1-3 bulan setelah pemasangan sehingga memastikan bahwa IUD masih berada di tempat yang seharusnya.

2. Pil mini (pil progestin)

Pil KB terdapat dalam dua jenis, yaitu pil kombinasi dan pil mini. Pil kombinasi mengandung hormon estrogen dan progesteron sehingga tidak disarankan bagi ibu menyusui. Sedangkan pil kecil mengandung hormon progestin yang aman bagi ibu menyusui.

3. Suntik progestin
Metode suntik progestin juga relatif aman bagi ibu menyusui. Suntikan ini bisa dilakukan enam minggu pasca melahirkan dan harus diulangi setiap 12 minggu. Jika Anda memilih alat kontrasepsi suntik, ada kemungkinan Anda tidak dapat segera melakukan program hamil karena mungkin tidak subur selama setahun lebih.

Apa pun pilihan alat kontrasepsi Anda, sebaiknya konsultaiskan terlebih dahulu pada dokter kandungan. Jika Anda mengalami masalah produksi ASI saat menggunakan alat kontrasepsi hormonal, sebaiknya hentikan dulu pernggunaan alat kontrasepsi Anad untuk melihat pengaruh alat kontrasepsi yang Anda gunakan memengaruhi produksi ASI Anda.

Nah, alat KB apa yang mau Anda pilih?


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi