Terbit: 31 January 2022 | Diperbarui: 4 February 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Tipe belajar setiap anak bisa berbeda-beda tergantung minat dan kemampuannya dalam menangkap atau menyerap pelajaran. Oleh karenanya, gaya belajar terbagi menjadi berbagai tipe. Yuk, kenali berbagai tipenya di bawah ini!

Bund, Kenali Perbedaan 8 Tipe Belajar Anak

Tipe Belajar untuk Anak

Ide gaya belajar individual dimulai pada 1970-an dan sejak itu sangat memengaruhi pendidikan. Model VARK Neil Fleming adalah salah satu kerangka kerja yang umum dan banyak digunakan saat ini. Gaya belajar Fleming dikategorikan menjadi visual, auditory, reading-writing, dan kinesthetic.

Selain model VARK, ada gaya belajar lainnya yang dikenal dengan baik dan berfungsi sebagai cara yang berguna dalam menyesuaikan pelajaran dengan siswa. Dengan begitu, siswa mampu menyerap pelajaran dengan baik.

Berikut ini berbagai macam tipe belajar yang dapat Anda kenali:

1. Visual

Jika Anda merasa lebih mudah untuk memahami sesuatu melalui gambar, Anda mungkin seorang pembelajar visual.

Pengetahuan atau peta konsep menggunakan simbol visual sebagai cara untuk mengekspresikan pengetahuan, konsep, pemikiran atau ide, dan hubungan di antara semuanya. Ini adalah alat untuk pelajar visual atau spasial karena Anda bisa menggambar koneksi atau menggunakan kode warna untuk mengelompokkan ide.

Dengan merepresentasikan informasi secara spasial dan dengan gambar, siswa dapat fokus pada makna, mengatur ulang, dan mengelompokkan ide-ide serupa dengan mudah, dan memanfaatkan memori visualnya untuk belajar.

Pembelajar visual biasanya menginginkan karir seperti arsitektur, teknik, manajemen proyek, atau desain.

2. Verbal

Pembelajar verbal biasanya merasa lebih mudah mengekspresikan diri dengan menulis atau berbicara. Orang dengan tipe belajar ini suka menulis dan membaca, serta suka mempermainkan arti atau bunyi kata-kata seperti tongue twister atau pembelit lidah, pantun, dan sebagainya.

Mereka yang pembelajar verbal biasanya sudah familiar dengan definisi banyak kata dan secara teratur berusaha mempelajari lebih banyak arti dari kata-kata baru.

Teknik yang digunakan oleh pembelajar verbal melibatkan mnemonik (teknik mempermudah mengingat), scripting, bermain peran, dan apapun yang melibatkan baik berbicara dan menulis.

Pembelajar verbal sangat menyukai untuk berbicara di depan umum, menulis, administrasi, jurnalisme, atau politik.

3. Auditory

Jika membutuhkan seseorang untuk memberi tahu Anda sesuatu dengan lantang untuk memahaminya, berarti Anda pembelajar auditory.

Pembelajar jenis ini bergantung dengan mendengarkan informasi untuk memahami sepenuhnya, daripada hanya membacanya dari buku. Cara yang bagus bagi pelajar auditori untuk memahami ide-ide baru adalah diskusi kelompok.

Pembelajar aural memiliki bakat untuk memerhatikan tanda yang dapat didengar seperti perubahan nada atau nada untuk beberapa nama. Misalnya, ketika menghafal nomor telepon, pembelajar auditori akan mengucapkannya dengan keras dan mencatat bagaimana kedengarannya untuk mengingat.

Pelajar aural biasanya mengejar karir seperti musisi, insinyur rekaman, ahli patologi wicara, atau guru bahasa.

Baca Juga: 20 Tips Cara Belajar Efektif dan Efisien (Praktikal dan Menyenangkan!)

4. Kinestetik

Orang yang suka bergaul biasanya termasuk dalam tipe gaya belajar yang berkaitan dengan fisik (kinestetik).

Dalam tipe ini, pembelajaran terjadi ketika pelajar melakukan aktivitas fisik, bukan mendengarkan ceramah atau menonton demonstrasi.

Mereka yang memiliki pilihan untuk pembelajaran kinestetik disebut ‘pelaku’ dan cenderung memilih pembelajaran langsung. Pelajar fisik alias kinestetik menyumbang sekitar lima persen dari populasi.

Pembelajar kinestetik sering kali tertarik pada karir seperti layanan darurat, perwakilan keselamatan, pendidikan jasmani, atau hiburan (misalnya akting atau menari).

5. Interpersonal

Apabila Anda paling baik dalam bersosialisasi dan berkomunikasi dengan orang lain, baik secara verbal maupun non-verbal, itu tandanya anda termasuk tipe belajar sosial (interpersonal).

Pebelajar sosial mungkin sering didatangi orang untuk mendengarkan dan meminta nasihat. Mereka melakukannya karena kepekaan nyata yang Anda miliki terhadap perasaan, suasana hati, dan bahkan motivasi.

Pembelajar sosial mungkin mengejar karir seperti konseling, pengajaran, training dan pembinaan, penjualan, politik, dan sumber daya manusia.

Baca Juga: Mengenal Montessori, Metode Pembelajaran untuk Anak Usia Dini

6. Matematis

Ketika anak suka menggunakan otaknya untuk penalaran logis dan matematis, berarti tipe belajar anak adalah logis (matematis). Anak dengan mudah mengenali pola dan dapat menghubungkan konsep yang tampaknya tidak berarti dengan mudah.

Pembelajar logis sering kali cenderung ke arah pengklasifikasian dan pengelompokan informasi untuk membantu lebih memahaminya. Biasanya anak unggul dalam angka dan lancar melakukan perhitungan kompleks seperti trigonometri dasar.

Pembelajar logis menyukai karir di bidang terkait matematis, seperti penelitian ilmiah, akuntansi, pembukuan, atau pemrograman komputer.

7. Intrapersonal

Jika Anda lebih suka bekerja sendiri, berarti Anda pembelajar yang soliter (intrapersonal) alias individual.

Orang yang memiliki tipe gaya belajar soliter jika lebih pribadi, mandiri, dan introspektif. Konsentrasi Anda yang terbaik adalah ketika fokus pada pikiran dan perasaan dalam diri tanpa gangguan orang lain.

Orang dengan gaya belajar soliter yang kuat biasanya penulis dan peneliti. Namun, memiliki landasan soliter yang baik terbukti bagi banyak pelaku di berbagai bidang.

8. Pembelajar alam

Jika anak melakukan yang terbaik saat berinteraksi dengan alam, berarti anak termasuk dalam tipe pembelajar alam. Biasanya anak merespon paling baik terhadap jenis pembelajaran yang lebih damai dan alami.

Dalam banyak hal, tipe belajar anak ini mirip dengan tipe pelajar fisik. Perbedaan utamanya adalah anak lebih suka melakukan pembelajaran langsung di luar. Beberapa ide untuk menghasilkan yang terbaik dari siswa ini, meliputi:

  • Melakukan eksperimen langsung.
  • Melakukan beberapa kelas di luar ruangan.
  • Menggunakan contoh dari alam dalam penjelasan.

Itulah berbagai macam tipe belajar yang mungkin perlu Anda kenali, terutama untuk orang tua yang akan mendaftarkan anak ke sekolah. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Anonim. 2013. The Seven Learning Styles. https://www.inspireeducation.net.au/blog/the-seven-learning-styles/ (Diakses pada 31 Januari 2022)
  2. Anonim. 2020. The 8 Learning Styles. https://www.viewsonic.com/library/education/the-8-learning-styles/ (Diakses pada 31 Januari 2022)
  3. Anonim. 2021. What are the 7 different learning styles and do they work?. https://www.avadolearning.com/blog/the-7-different-learning-styles-and-what-they-mean/ (Diakses pada 31 Januari 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi