Terbit: 3 March 2018 | Diperbarui: 8 April 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Aktivitas bayi di bawah usia 3 bulan umumnya hanya tidur, menyusu dan bermain. Ketika kebiasaannya berubah, sebagai orang tua tentu kita dapat menyadarinya dengan mudah. Salah satu perubahan kebiasaan yang bisa membuat panik orang tua adalah ketika bayi mogok menyusu.

Kenapa Bayi Tiba-Tiba Mogok Menyusu?

Menurut laman resmi Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI), kondisi mogok menyusu atau nursing strike ini dapat disebabkan oleh beberapa hal, di antaranya:
1. Sakit
Seperti halnya orang dewasa, bayi yang sedang sakit atau tidak enak badan umumnya tidak nafsu makan atau minum. Periksa kondisi bayi apakah ia demam, timbul ruam, sariawan, dan gangguan kesehatan lainnya. Saat bayi Anda sakit dan mogok menyusu, tetap tawarkan ASI untuk meningkatkan daya tahan tubuhnya.

2. Tumbuh gigi
Saat bayi tumbuh gigi, kadang gusinya terasa gatal dan nyeri sehingga butuh pelampiasan dengan menggigit. Banyak orang tua yang tidak menyadari bahwa anaknya sedang tumbuh gigi sehingga saat menyusu, ibu bisa langsung berteriak karena kaget tergigit dan kesakitan. Bagi sebagian bayi teriakan ibu juga dapat menyebabkan dirinya kaget dan sedikit trauma menyusu.

3. Bingung puting
Bingung puting sering terjadi pada bayi yang minum ASI atau susu formula dengan bantuan botol. Sebenarnya bayi tidak benar-benar bingung puting atau tidak bisa membedakan antara puting ibu dengan dot. Bayi lebih memilih menyusu dari botol karena aliran air dari dot relatif lebih lancar dibanding mengisap dari payudara langsung.

4. Bayi capek
Bayi juga bisa capek lho Mom. Ketika bayi terlalu banyak aktivitas atau mendapat stimulasi berlebih, dia mungkin saja lelah dan tidak ingin menyusu, Namun umumnya hal ini tidak akan berlangsung lama, ketika bayi sudah mendapatkan istirahat yang cukup, ia akan kembali semangat untuk menyusu.

Meskipun sangat menguras emosi, ibu tetap harus tenang dan sabar menghadapi anak yang mogok menyusu. Coba susui bayi dengan posisi yang berbeda dari biasanya, atau susui bayi ketika mereka dalam keadaan tenang dan setengah mengantuk. Selain itu Anda juga bisa mengayun bayi dengan perlahan ketika menyusui. Hal ini membuat bayi lebih tenang dan nyaman sehingga meningkatkan minat untuk menyusu.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi