Terbit: 19 May 2018 | Diperbarui: 20 July 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Pertumbuhan anak memang menarik untuk diamati. Terkadang si kecil mampu mengungguli pertumbuhan bayi seusianya, namun ada keterlambatan di sisi lain. Meskipun pertumbuhan dan perkembangan anak berbeda-beda, namnu orang tau tetap harus waspada terhadap tanda bayi mengalami keterlambatan perkembangan. Apa saja?

Waspada Tanda Bayi Terlambat Berkembang

Tanda-tanda bayi terlambat berkembang

1. Bayi belum bisa berjalan di usia 2 tahun

Anak-anak umumnya mulai belajar merangkak, merayap dan belajar berdiri pada usia 12 bulan-18 bulan. Meskipun ada juga bayi yang sudah mulai lancar berjalan ketika mengunjak usia 1 tahun.

Jika pada usia 1,5-18 bulan tahun si kecil tidak menunjukkan tanda-tanda untuk berjalan secara mandiri, Anda perlu membicarakannya dengan ahli tumbuh kembang anak. Jika pemeriksaan fisik normal, keterlambatan berjalan ini bisa disebabkan oleh rangsangan yang kurang tepat untuk mendorong anak berjalan sendiri.

2. Kesulitan menggenggam benda

Kemampuan menggenggam benda merupakan salah satu keterampilan fisik dan mental yang mencerminkan cara kerja saraf. Jika anak masih sulit menggenggam dan mengamati benda, maka kemungkinan perkembangan otot, saraf penglihatan dan motoriknya mengalami gangguan.

3. Sering memuntahkan makanan

Proses menelan makanan merupakan salah satu bentuk koordinasi sistem saraf yang baik. Jika anak berusia 6 bulan masih sering memuntahkan makanan, bisa jadi ia bukan tidak suka dengan makanan yang diberikan, namun memiliki masalah dengan koordinasi otot yang digunakan untuk menelan makanan.

4. Gerakan tubuh kaku (hypertonia)

Gerakan tubuh anak yang kaku bisa disebabkan oleh adanya masalah di otot. Biasanya ditandai dengan anak kesulitan bergerak dari satu posisi ke posisi yang lain, atau anak kesulitan menggerakkan menggerakkan ototnya. Beberapa ahli mengaitkan kondisi ini dengan faktor genetik, namun hal tersebut masih perlu penelitian lebih lanjut.

Nah, jika Anda mendapati si kecil mengalami tanda-tanda tersebut, maka sebaiknya segera konsultasikan dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang anak. Semakin dini diagnosis yang didapat, akan semakin cepat penanganan pada anak.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi