Terbit: 24 February 2022
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Salah satu mitos yang hingga kini masih dipercaya oleh banyak orang tua adalah membalurkan bawang merah saat hidung anak tersumbat atau pilek. Mitos tersebut masih terus berkembang salah satunya karena banyak orang tua tidak menyadari bahwa bawang merah dapat berbahaya untuk bayi. Apa saja bahayanya? Simak penjelasan lengkapnya di bawah ini.

Bahaya Bawang Merah untuk Bayi, Orang Tua Wajib Tahu

Bahaya Bawang Merah untuk Bayi yang Harus Diwaspadai

Meski bawang merah adalah salah satu bumbu dapur yang mengandung nutrisi penting seperti serat, prebiotik, vitamin C, folat, vitamin B6, dan potasium, hal tersebut tidak berarti membuatnya mampu mengatasi gangguan yang terjadi pada bayi.

Banyak informasi yang beredar mengatakan bahwa membalurkan bawang merah pada bayi dapat membantu mengatasi pilek dan perut kembung. Padahal, cara tersebut tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Pilek sendiri disebabkan oleh virus yang mudah menular, hal itu membuat bayi yang sistem imunnya masih lemah akan mudah untuk tertular. Seiring dengan meningkatnya sistem imun tubuh, gejalanya akan berangsur-angsur mereda.

Hal itulah yang membuat aktivitas mengoleskan bawang merah di dahi tidak direkomendasikan untuk mengatasi pilek pada bayi. Selain itu, bawang merah dapat menjadi berbahaya untuk bayi dikarenakan adanya risiko cairan bawang yang masuk ke mata.

Selain itu, informasi lainnya mengatakan bahwa bawang merah dapat membantu mengatasi perut kembung. Bagaimana dunia medis melihat hal ini?

Mengoleskan bawang pada kulit bayi untuk mengatasi perut kembung sebaiknya tidak Anda lakukan. Sebab, cara ini dapat menyebabkan iritasi pada kulitnya. Perlu diketahui, kulit bayi relatif lebih tipis dibanding orang dewasa dan struktur kulitnya belum berkembang dengan optimal, hal itu membuat zat dari luar mudah masuk ke lapisan kulit.

Meski begitu, banyak orang tua yang menggunakan bawang merah untuk mengatasi perut kembung. Salah satunya adalah mencampurkannya dengan minyak telon. Hanya saja, cara ini belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat.

Namun, pijatan (seperti teknik pijat ILU/I Love U) yang diberikan saat pemberian minyak telon bisa membantu meredakan perut kembung.

Selain itu, ada juga beberapa orang tua yang mencoba untuk memberikan rebusan bawang merah atau bumbu dapur lainnya untuk mengatasi suara-suara di perut bayi (karena menganggap suara tersebut menandakan bayi sakit perut), padahal suara tersebut berasal dari gerak peristaltik usus. Kondisi ini tidak selalu menunjukkan bahwa bayi sedang sakit perut.

Penting untuk diketahui, bayi di bawah usia 1 tahun tidak boleh disarankan mendapat cairan selain ASI atau susu formula.

Kapan Waktu yang Tepat untuk Memperkenalkan Bawang pada Bayi?

Setelah Anda mengetahui bahaya bawang merah untuk bayi seperti di atas, namun Anda ingin mendapatkan berbagai nutrisi penting yang ada di dalamnya, mencampurkannya pada makanan adalah langkah yang tepat. Cara ini bisa dilakukan saat anak mulai diperkenalkan makanan padat, saat usia antara 6 sampai 8 bulan.

Jika bayi memiliki sistem pencernaan yang sensitif dan mengalami kembung setelah mengonsumsi bawang, sepertinya Anda harus menghentikannya dan menunggu setahun lagi.

Seperti halnya makanan padat lainnya, Anda harus memasukkan bawang secara bertahap dan dalam jumlah yang kecil. Anda bisa menambahkan bawang yang sudah dimasak ke pure sayuran bersama dengan nasi, kacang polong, atau wortel.

Pastikan Anda selalu memasak bawang dengan baik, sehingga tidak mengganggu pencernaannya dan mendapatkan manfaat kesehatan sebanyak mungkin.

Baca Juga: Kolik pada Bayi: Kenali Penyebab, Ciri-Ciri, dan Cara Mengatasinya

Manfaat Bawang untuk Kesehatan Bayi

Terdapat beberapa manfaat kesehatan dari bawang yang bermanfaat untuk bayi. Beberapa manfaat tersebut, di antaranya:

  • Bawang adalah sumber antioksidan yang sangat baik sehingga dapat membantu bayi melawan penyakit.
  • Jika bayi Anda memiliki gejala asma, bawang memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu mengurangi gejalanya.
  • Bawang merah menyehatkan jantung dan dapat membantu menurunkan kadar kolesterol di kemudian hari.
  • Kandungan vitamin C di dalamnya dapat mencegah infeksi bakteri dan meningkatkan sistem kekebalannya.
  • Kemampuannya untuk menyerap zat besi dari makanan lain akan meningkat.
  • Mencampurkannya pada makanan dapat membantu menyembuhkan batuk.

Pada akhirnya, meski terdapat bahaya bawang merah untuk bayi, namun jika Anda mengolahnya dengan benar ke dalam makanan, hal tersebut dapat memberikan manfaat bagi tubuh bayi.

 

  1. Garone, Sarah. 2020. Can Babies Eat Onions?. https://www.healthline.com/health/baby/onions-for-babies. (Diakses pada 24 Februari 2022).
  2. Mrunal. 2018. Onion for Babies – When and How to Introduce. https://parenting.firstcry.com/articles/onion-for-babies-when-and-how-to-introduce/. (Diakses pada 24 Februari 2022).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi