Terbit: 27 May 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Anak-anak umumnya senang bermain bersama dengan balita lainnya. Namun ternyata anak Anda justru lebih asyik sendiri bermain sendirian. Benarkah anak yang senang main sendiri pertanda anak introvert?

Si Kecil Senang Bermain Sendiri, Normalkah?

Mengapa anak senang bermain sendiri?

Saat melihat anak senang bermain sendiri meskipun banyak anak seusianya di sekelilingnya, Anda mungkin khawatir jika si kecil mengalami masalah interaksi sosial atau tidak nyaman dengan kehadiran orang lain.

Sebenarnya, belum tentu anak yang main sendiri berarti memiliki masalah sosial. Pada anak berusia 1 dan 2 tahun umumnya lebih menikmati bermain sendiri karena kemampuan sosialnya belum berkembang. Karena itu tak perlu terburu-buru menilai bahwa si kecil adalah anak yang tertutup.

Anak berusia 1 tahun umumnya masih memiliki karakter egosentris yang sangat kuat sehingga kesenangan hanyalah berpusat pada dirinya. Ia belum mengerti konsep bersosial atau menjalin pertemanan dengan baik. Jika anak tampak galak pada orang lain yang berusaha mendekatinya, sikap tersebut juga merupakan bagian dari karakter egosentris yang masih kuat pada usia tersebut.

Cara mengatasi anak agar mau bermain dengan orang lain

Pada beberapa anak, kemampuan bersosialisasi atau bergaul dengan orang lain dapat tumbuh dengan alami. Meskipun banyak juga anak yang di usia 3-4 tahun masih mengalami kesulitan bergaul dengan anak lain. Pada rentang usia ini, umumnya hal tersebut disebabkan karena sifat anak yang pemalu dan tidak percaya diri.

Untuk mengatasi hal tersebut, Anda bisa membantu si kecil untuk lebih nyaman bergaul dengan beberapa cara berikut:

1. Ajak anak ke tempat bermain

Ajak anak ke tempat wisata atau tempat bermain umum dimana ia bisa bertemu dengan anak-anak lain dan bermain bersama. Di sana ia akan belajar untuk bergantian menggunakan mainan tertentu sehingga dapat mengembangkan kemampuan sosialnya.

2. Ajak playdate

Selain mengajaknya ke tempat bermain atau playground, Anda juga bsia mengajaknya playdate atau bermain bersama anak-anak lain yang berusia sebaya. Jika anak masih tidak tertarik untuk bermain bersama sesamanya, maka jangan paksa ia untuk melakukannya. Biarkan proses bermain dan berteman berjalan dengan alami.

3. Jalan santai di sekitar rumah

Setiap pagi atau sore, sempatkan untuk mengajak anak berjalan-jalan di sekitar kompleks perumahan. Cara ini dapat membuka wawasan anak bahwa di lingkungan sekitarnya ada banyak anak yang bisa menjadi teman dan memberi gambaran bahwa bermain bersama teman itu menyenangkan. Dengan demikian, anak akan mencoba untuk mulai bergaul bersama orang lain.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi