Terbit: 17 November 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Mengetahui ukuran panggul normal ibu hamil diperlukan untuk mengenali ada tidaknya cephalopelvic disproportion atau panggul sempit. Simak penjelasan mengenai ukuran panggul normal pada ibu hamil, selengkapnya di bawah ini.

Ukuran Panggul Ibu Hamil dan Pengaruhnya pada Proses Melahirkan

Perubahan Panggul selama Kehamilan

Sebelum menjelaskan mengenai ukuran panggul normal ibu hamil, penting untuk diketahui bahwa bentuk, posisi, pergerakan sendi serta ligamennya menyesuaikan untuk menopang bayi selama kehamilan. Perubahan ini juga membuat persalinan lebih mudah bagi ibu dan bayi.

Sementara itu, melahirkan secara normal (vaginal birth) mengharuskan kepala bayi berada di bawah dan menghadap punggung ibu. Posisi ini membantu bayi turun melalui panggul dan jalan lahir.

Baca Juga: 11 Komplikasi Persalinan yang Harus Diwaspadai Ibu Hamil

Bentuk Panggul dan Proses Melahirkan

Pada dasarnya, setiap wanita memiliki bentuk panggul yang berbeda-beda. Secara umum, ada empat jenis panggul utama pada wanita. Jenis yang Anda miliki dapat memengaruhi mudah tidaknya melahirkan secara normal.

Empat jenis panggul itu adalah:

1. Ginekoid

Ini adalah jenis panggul yang paling umum pada wanita dan umumnya dianggap sebagai panggul wanita yang khas. Bentuk keseluruhannya bulat, tidak dalam, dan terbuka.

Panggul ini dianggap sebagai tipe panggul yang paling disukai untuk persalinan pervaginam. Ini karena bentuknya yang lebar dan terbuka sehingga memberi bayi banyak ruang selama persalinan.

2. Android

Jenis panggul ini lebih mirip dengan panggul pria. Bentuknya lebih sempit dari panggul ginekoid dan berbentuk seperti hati atau irisan.

Bentuk panggul android yang lebih sempit dapat mempersulit persalinan karena bayi mungkin bergerak lebih lambat melalui jalan lahir. Beberapa wanita hamil dengan jenis ini mungkin memerlukan operasi caesar.

3. Antropoid

Pelvis antropoid sempit dan dalam. Bentuknya mirip telur tegak atau lonjong.

Bentuk panggul antropoid yang memanjang membuatnya lebih lapang dari depan ke belakang daripada panggul android. Akan tetapi, bentuknya masih lebih sempit dari panggul ginekoid.

Beberapa wanita hamil dengan tipe panggul ini mungkin dapat melahirkan secara normal, tetapi persalinan mungkin berlangsung lebih lama.

4. Platipeloid

Pelvis platipeloid juga disebut flat pelvis. Ini adalah tipe yang paling tidak umum. Bentuk lebar tetapi tidak dalam dan menyerupai telur atau oval.

Bentuk panggul platipeloid dapat mempersulit persalinan pervaginam karena bayi mungkin mengalami kesulitan melewati pintu atas panggul. Banyak wanita hamil dengan bentuk panggul ini perlu menjalani operasi caesar.

Faktor Lain yang Memengaruhi Proses Persalinan

Selain bentuk panggul, faktor lain yang dapat dapat memengaruhi apakah Anda dapat melahirkan secara normal adalah:

  • Posisi janin tidak normal, seperti sungsang atau melintang.
  • Kehamilan kembar.
  • Serviks tidak cukup melebar.
  • Gangguan detak jantung bayi.
  • Tali pusar melilit janin.
  • Terdapat masalah dengan plasenta, seperti plasenta previa.
  • Pernah menjalani operasi caesar di masa lalu.

Baca Juga: 12 Mitos Melahirkan yang Harus Dipahami oleh Bumil

Ukuran Panggul Normal pada Ibu Hamil

Setelah mengetahui berbagai bentuk panggul seperti diatas, hal yang tidak kalah penting adalah ukuran panggul saat hamil. Prosedur yang umumnya dilakukan oleh tenaga medis ini diperlukan untuk mengetahui panggul seseorang normal atau tidak.

Ukuran-ukuran panggul yang normal adalah sebagai berikut:

  • Distansia spinarum, jarak antara kedua spina iliaka anterior superior 24-26 cm.
  • Distansia cristarum, jarak antara kedua crista iliaka kanan kiri 28-30 cm.
  • Konjugata eksterna (boudeloque) 18 -20 cm.
  • Lingkaran panggul 80-90 cm.

Saat melakukan pengukuran distansia spinarum dan distansia cristarum, Bumil harus berbaring terlentang dengan kedua kaki diluruskan. Sedangkan untuk pengukuran konjugata eksterna, dilakukan dengan berbaring miring membelakangi tenaga medis dengan kedua kaki diluruskan. Untuk pengukuran lingkar panggul dilakukan dalam posisi berdiri.

Apabila Bumil memiliki panggul yang kecil, Anda tidak perlu khawatir, diskusikan kondisi dengan dokter spesialis kebidanan dan kandungan.

 

  1. Anonim. Anatomy of pregnancy and birth – pelvis. https://www.pregnancybirthbaby.org.au/anatomy-of-pregnancy-and-birth-pelvis. (Diakses pada 17 November 2021).
  2. Anonim. SOP Pengukuran Panggul Luar. https://unipasby.ac.id/ckeditor/images-media/1524059283_SOP%20PENGUKURAN%20PANGGUL%20LUAR.pdf. (Diakses pada 17 November 2021).
  3. Anonim. http://eprints.poltekkesjogja.ac.id/1794/4/BAB%20II.pdf. (Diakses pada 17 November 2021).
  4. Seladi-Schulman, Jill. 2020. The 4 Main Pelvis Types and What They Mean for Giving Birth. https://www.healthline.com/health/types-of-pelvis. (Diakses pada 17 November 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi