Terbit: 22 April 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Puasa di bulan Ramadan menjadi kewajiban umat Muslim, tak terkecuali ibu hamil. Meski perlu perhatian lebih, ibu hamil boleh saja berpuasa. Namun, tentu saja hal itu akan tergantung dari kesehatan ibu, usia kehamilan, hingga kondisi kehamilan. Simak tips puasa saat hamil dalam ulasan berikut!

6 Tips Puasa saat Hamil yang Sebaiknya Diketahui

Amankah Puasa bagi Ibu Hamil?

Menurut sebuah studi yang terbit The Journal of Nutrition, puasa saat trimester kedua kehamilan adalah sesuatu yang berbahaya. Berdasarkan penelitian tersebut, terdapat hubungan antara puasa Ramadan selama kehamilan dan risiko kelahiran prematur pada wanita di Arab.

Hasil penelitian menemukan, wanita hamil trimester 2 yang berpuasa memiliki risiko 35% lebih besar terhadap kelahiran prematur dibandingkan wanita hamil yang tidak puasa.

Meskipun tidak melibatkan seluruh wanita Arab, temuan tersebut membuktikan bahwa puasa saat kehamilan trimester 2 dengan kelahiran prematur yang tidak ekstrem.

Di sisi lain, dampak buruk tersebut tidak ditemukan pada wanita hamil yang berpuasa pada trimester pertama. Pasalnya, pada trimester kedua, kebutuhan energi meningkat menjadi sebesar 340 kkal per hari.

Berbeda halnya dengan energi yang dibutuhkan wanita hamil trimester pertama. Kebutuhan energi pada periode ini tidak jauh berbeda dengan wanita yang tidak hamil.

Jadi, berpuasa pada trimester awal kehamilan cukup aman untuk dilakukan. Sementara itu, bila ingin berpuasa pada trimester akhir kehamilan, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu kepada dokter kandungan.

Baca JugaTips Puasa saat Hamil dan Menyusui di Bulan Ramadan

Tips Aman Puasa Saat Hamil

Bayi membutuhkan nutrisi dari ibu. Jadi, jika tubuh Anda memiliki persediaan energi yang cukup, puasa cenderung akan memiliki sedikit risiko, apalagi kalau mengikuti panduan puasa yang benar.

Jika kondisi mendukung untuk puasa, perhatikan beberapa tips puasa saat hamil berikut ini:

1. Konsultasi terlebih dahulu

Konsultasikan dengan bidan atau dokter kandungan, terutama jika Anda memiliki berbagai kondisi tertentu, seperti mengidap diabetes, diabetes gestasional, dan anemia.

Selain itu, Anda mungkin perlu lebih sering melakukan pemeriksaan selama puasa untuk memantau kadar gula darah di dalam tubuh.

Perlu Anda ketahui, puasa tidak dianggap aman jika Anda menderita diabetes dan sedang hamil.

2. Perhatikan asupan makanan

Tips puasa saat hamil muda berikutnya adalah perhatikan asupan makanan Anda. Perbanyak makanan dengan karbohidrat kompleks, seperti gandum, biji-bijian, dan makanan berserat tinggi, seperti kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan kering.

Karbohidrat kompleks penting untuk membantu Anda tetap bugar. Makanan ini juga akan membantu mencegah sembelit.

Pastikan Anda mendapatkan banyak protein dari kacang, daging, dan telur yang dimasak dengan baik. Ini akan membantu bayi Anda tumbuh dengan baik.

Puasa akan menyebabkan gula darah turun dengan cepat sehingga Anda merasa lemas dan pusing. Namun, hindari mengonsumsi makanan manis terlalu banyak saat berbuka dan sahur. Hal ini akan menaikkan kadar gula darah Anda dengan cepat. 

3. Cukupi kebutuhan cairan

Pastikan Anda yang ingin berpuasa saat hamil mencukupi kebutuhan cairan harian. Minumlah sekitar 1,5 liter hingga 2 liter air saat berbuka dan sahur. Sumber air pun dapat Anda peroleh dari buah dengan kandungan tinggi air.

Tips kuat puasa saat hamil yang bisa Anda lakukan, yaitu hindari minuman berkafein seperti teh, kopi, dan cola. Selain itu, makanan berkafein seperti cokelat sebaiknya juga Anda batasi.

Kafein membuat Anda kehilangan cairan. Kondisi ini akan membuat Anda berisiko mengalami dehidrasi, terutama jika cuaca di siang hari panas.

Selain itu, kafein berisiko terhadap bayi di dalam kandungan. Melansir American Pregnancy Association, jumlah kafein berapa pun dapat menyebabkan perubahan pola tidur bayi atau pola gerakan normal pada tahap akhir kehamilan.

Maka dari itu, wanita hamil sebaiknya membatasi konsumsi kafein hingga 200 mg per hari. Jumlah ini setara dengan dua cangkir kopi instan.

4. Kurangi beban pekerjaan

Jika Anda masih memilih untuk menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, pastikan pekerjaan Anda tidak terlalu berat.

Anda bisa membicarakan dengan atasan tentang mengatur pekerjaan Anda selama Ramadan, baik melalui pengurangan jam kerja maupun penambahan waktu istirahat.

Pastikan Anda juga telah merencanakan aktivitas yang akan dilakukan sehari-hari. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh waktu istirahat yang cukup dan teratur.

Selain itu, cobalah untuk tidak berjalan jauh atau membawa barang berat. Pastikan untuk mengurangi pekerjaan rumah dan apa pun yang membuat Anda lelah.

5. Minta saran orang terdekat

Meski sedang hamil, bukan berarti Anda terus berleha-leha. Melakukan aktivitas fisik juga penting selama kehamilan. Namun, pastikan aktivitas yang Anda jalani mudah. Jika ada yang menawarkan bantuan, Anda sebaiknya menerimanya.

Jangan lupa, mintalah tips puasa saat hamil kepada orang terdekat, seperti keluarga atau teman yang berpengalaman.

6. Jalani puasa dengan tenang

Perubahan rutinitas seperti kekurangan makanan dan air, serta makan dan minum pada waktu yang berbeda, dapat menyebabkan stres.

Pastikan untuk tetap tenang dan jangan biarkan Anda menghadapi situasi yang menekan. Hal ini merupakan salah tips puasa saat hamil agar berjalan lancar.

Selain itu, wanita hamil yang berpuasa selama Ramadan memiliki kadar hormon kortisol dalam darah yang lebih tinggi daripada wanita yang tidak berpuasa.

Jika hormon kortisol meningkat tanpa kendali, peningkatan tekanan darah serta kadar gula dalam darah dapat terjadi.

Baca JugaKapan Waktu Paling Tepat Minum Vitamin saat Bulan Puasa?

Perhatikan Tanda Bahaya Ini

Hubungi dokter sesegera mungkin jika mengalami hal-hal berikut:

  • Berat badan menurun. Pastikan Anda memperhatikan berat badan selama berpuasa.
  • Merasa sangat haus, jarang kencing, atau jika urine menjadi berwarna gelap dan berbau kuat. Ini adalah tanda dehidrasi. Kondisi ini akan membuat Anda rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lain.
  • Sakit kepala dan demam.
  • Mual atau mulai muntah.
  • Ada perubahan nyata dalam gerakan bayi Anda, misalnya bayi tidak bergerak atau bayi menendang terlalu banyak.
  • Merasakan nyeri seperti kontraksi. Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  • Merasa pusing, lemas, lemah, bingung atau lelah, bahkan setelah Anda beristirahat dengan cukup.

Demikian beberapa tips puasa saat hamil yang bisa Anda coba. Pertimbangkan mencoba puasa selama satu atau dua hari, lalu perhatikan efeknya. Jika mengalami berbagai kondisi di atas, segera batalkan puasa dan hubungi dokter.

 

  1. Anonim. Caffeine During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/caffeine-intake-during-pregnancy/. (Diakses pada 22 April 2022).
  2. Beerman, Kathy. 2019. Fasting During the Second Trimester of Pregnancy May Be Particularly Harmful. https://nutrition.org/fasting-during-the-second-trimester-of-pregnancy-may-be-particularly-harmful/#. (Diakses pada 22 April 2022).


DokterSehat | © 2023 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi