Terbit: 22 April 2022 | Diperbarui: 22 August 2023
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Menjalani puasa saat Ramadan menjadi kewajiban bagi Muslim, tak terkecuali ibu hamil. Namun, ibu hamil yang menjalani puasa tetap perlu memerhatikan usia kehamilan, kondisi kehamilan, hingga kesehatannya. Apabila Anda ingin menjalani puasa selama hamil, yuk simak tips aman puasa untuk ibu hamil di sini! 

Jangan asal! Ini 8 Tips Aman Berpuasa untuk Ibu Hamil

Amankah Puasa bagi Ibu Hamil?

Menurut studi yang terbit di  The Journal of Nutrition, menjalani puasa saat trimester kedua kehamilan merupakan sesuatu yang berbahaya. Berdasarkan penelitian tersebut, ditemukan hubungan antara menjalani puasa Ramadan selama kehamilan dengan risiko kelahiran prematur pada wanita di Arab.

Dari hasil penelitian tersebut, wanita hamil di usia trimester kedua yang menjalani puasa memiliki tingkat risiko 35% lebih besar terhadap kelahiran prematur dibandingkan wanita hamil yang tidak berpuasa.

Walau tidak melibatkan seluruh wanita di Arab, temuan tersebut membuktikan bahwa puasa ketika kehamilan berada di trimester kedua dengan kelahiran prematur yang tidak ekstrem.

Di sisi lain, dampak buruk tersebut juga tidak ditemukan pada wanita hamil yang berpuasa pada trimester pertama. Pasalnya, saat trimester kedua, kebutuhan energi akan meningkat menjadi sebesar 340 kkal per hari.

Berbeda halnya dengan energi yang dibutuhkan wanita hamil di trimester pertama. Kebutuhan energi pada periode tersebut tidak jauh berbeda dengan wanita yang tidak hamil.

Jadi, berpuasa pada trimester awal kehamilan terbilang cukup aman untuk dilakukan. Sementara itu, bila ibu hamil ingin berpuasa pada trimester akhir kehamilan, sebaiknya lakukan konsultasi terlebih dahulu dengan dokter kandungan.

Baca Juga: Bolehkah Ibu Hamil Minum Kopi? Ini Fakta yang Perlu Diketahui

Tips Aman Puasa saat Hamil

Apabila Anda ingin menjalani puasa selama masa kehamilan, berikut ini beberapa tips aman berpuasa ketika hamil yang bisa dilakukan:

1. Konsultasi Terlebih Dahulu

Pertama-tama, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter kandungan atau bidan mengenai kondisi Anda, apalagi jika mengidap anemia, diabetes, dan lainnya. Selain itu, Anda juga perlu melakukan pemeriksaan untuk memantau kadar gula darah di tubuh. 

Apabila kondisi Anda sedang hamil dan menderita diabetes, sebaiknya tidak menjalankan puasa karena kondisi tersebut dianggap tidak aman.

2. Perhatikan Asupan Makanan

Apabila menjalani puasa, pastikan makanan yang Anda konsumsi merupakan makanan bernutrisi dan sehat sehingga Anda dan janin bisa kuat saat puasa. Untuk itu, Anda perlu selektif ketika memilih makanan untuk sahur dan buka puasa. 

Ketika buka puasa, batasi konsumsi makanan atau minuman yang tinggi kadar gula. Hal tersebut bisa menyebabkan peningkatan kadar gula darah yang cepat sehingga Anda lebih mudah lelah.

Selain itu, perbanyak asupan makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, makanan berserat tinggi, protein, sayur, buah-buahan, dan kacang-kacangan. Selain menjadikan tubuh Anda lebih bertenaga dan bugar, konsumsi makanan yang sehat juga membantu janin tumbuh dengan baik. 

3. Cukupi Kebutuhan Cairan

Pastikan Anda mencukupi kebutuhan cairan harian selama puasa, terutama ketika puasa jatuh saat musim kemarau. Usahakan untuk konsumsi air putih minimal 2,3 liter atau 10 gelas setiap harinya. Anda bisa memenuhi kebutuhan cairan ketika berbuka puasa dan sahur supaya terhindar dari dehidrasi. 

4. Kurangi Beban Pekerjaan

Apabila Anda masih bekerja atau menjalani aktivitas sehari-hari seperti biasa, sebaiknya Anda tidak melakukan pekerjaan yang terlalu berat. Untuk itu, Anda perlu berbicara dengan atasan mengenai penambahan waktu istirahat atau pengurangan jam kerja. 

Selain itu, coba kurangi kebiasaan membawa barang terlalu berat. Kemudian, kurangi jenis pekerjaan rumah atau pekerjaan apapun yang bisa menjadikan Anda lebih lelah.

5. Cukupi Waktu Istirahat

Selain mengurangi beban pekerjaan, Anda juga butuh menyediakan waktu untuk istirahat setiap harinya. Apabila Anda memiliki waktu istirahat, gunakan waktu tersebut untuk tidur atau beristirahat sejenak. Anda bisa mencoba tidur sekitar 15-20 menit untuk menjadikan tubuh lebih segar.

6. Jalani Puasa dengan Tenang

Cara selanjutnya agar puasa berjalan lancar selama hamil adalah tetap tenang, hindari hal-hal yang memicu stres dan situasi yang menekan. Mengingat, wanita hamil yang berpuasa itu memiliki kadar hormon kortisol yang lebih tinggi dibandingkan wanita yang tidak puasa. Apabila hormon ini meningkat dan tidak terkendali, maka akan terjadi peningkatan tekanan darah sekaligus kadar gula dalam darah. 

7. Batasi Konsumsi Minuman atau Makanan Berkafein

Konsumsi teh, kopi, dan minum atau makana yang mengandung kafein sebaiknya dibatasi atau hindari. Kandungan kafein bisa menjadikan tubuh kehilangan cairan dan menyebabkan Anda berisiko terkena dehidrasi, apalagi jika cuaca sedang panas.

Selain itu, konsumsi kafein berlebih juga bisa berisiko terhadap janin di kandungan. Lalu, kafein juga bisa menyebabkan terjadinya perubahan pola tidur bayi atau perubahan gerakan normal di tahap akhir kehamilan. Untuk itu, ibu hamil sebaiknya membatasi kafein sekitar 200 mg per hari atau etara dengan dua gelas kopi instan.

8. Hindari Olahraga yang Berat

Untuk mencegah rasa haus dan lapar, sebaiknya hindari melakukan olahraga yang terlalu berat selama puasa. Selain itu, sebaiknya ibu hamil tetap berada di ruangan ketika cuaca sedang panas supaya tidak cepat merasakan haus. 

Baca Juga: APGAR Score, Tes untuk Cek Kondisi Bayi Baru Lahir

Perhatikan Tanda Bahaya Ini

Apabila Anda berpuasa dan mengalami tanda-tanda berikut, sebaiknya segera hubungi dokter kandungan Anda:

  • Berat badan menurun. Pastikan Anda memerhatikan berat badan selama puasa
  • Merasa sangat haus, namun jarang kencing, atau urine berwarna gelap dan berbau kuat. Hal itu pertanda Anda mengalami dehidrasi. Apabila itu terjadi, maka bisa membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi saluran kemih (ISK) atau komplikasi lain
  • Sakit kepala dan demam
  • Mual atau mulai muntah
  • Ada perubahan nyata dalam gerakan bayi Anda, misalnya bayi tidak bergerak atau bayi menendang terlalu banyak
  • Merasakan nyeri seperti kontraksi. Ini bisa menjadi tanda persalinan prematur.
  • Merasa pusing, lemas, lemah, bingung atau lelah, bahkan setelah Anda beristirahat dengan cukup

Nah, itulah beberapa tips menjalani puasa selama kehamilan. Apabila mengalami salah sau atau beberapa kondisi di atas, segera batalkan puasa Anda.

  1. Anonim. Caffeine During Pregnancy. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/caffeine-intake-during-pregnancy/. (Diakses pada 22 April 2022).
  2. Beerman, Kathy. 2019. Fasting During the Second Trimester of Pregnancy May Be Particularly Harmful. https://nutrition.org/fasting-during-the-second-trimester-of-pregnancy-may-be-particularly-harmful/#. (Diakses pada 22 April 2022).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi