Terbit: 3 January 2024
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Trimester pertama kehamilan adalah masa di mana seorang wanita perlu menyesuaikan diri dengan berbagai perubahan, salah satunya adalah pola makan. Lantas, apa saja makanan yang sebaiknya dihindari ibu hamil saat kehamilan trimester 1? Simak daftar lengkapnya di bawah ini. 

11 Makanan yang Sebaiknya Bumil Hindari saat Hamil Trimester 1

Makanan yang Sebaiknya Dihindari di Trimester 1

Mengetahui makanan apa saja yang dilarang untuk ibu hamil trimester 1 adalah sesuatu yang penting. Hal itu dikarenakan setiap makanan yang dikonsumsi bisa berpengaruh pada janin. Oleh sebab itu, Anda perlu hati-hati dalam memilih makanan.

Beberapa makanan yang dilarang untuk ibu hamil pada trimester pertama, di antaranya:

1. Buah dan Sayur yang Tidak Dicuci Bersih

Buah dan sayur yang tidak dibersihkan berisiko meningkatkan kontaminasi bakteri dan parasit, seperti toxoplasma, E. coli, salmonella, dan listeria

Salah satu parasit paling berbahaya adalah toxoplasma, yang dapat menyebabkan penyakit toxoplasmosis. Penderita penyakit ini bisa saja tidak memiliki gejala apa pun. Bayi yang terinfeksi toxoplasma saat dalam kandungan bisa mengalami kebutaan atau cacat intelektual saat dewasa.  

2. Keju Lunak

Keju yang memiliki tekstur lunak seperti brie, feta, atau keju biru sebaiknya dihindari selama kehamilan. Keju jenis ini tidak melewati proses pasteurisasi, sehingga ada kemungkinan mengandung bakteri listeria di dalamnya. 

Selain itu, keju jenis ini juga memiliki kandungan air yang tinggi sehingga bakteri lebih mudah untuk tumbuh. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi listeriosis, kondisi yang dapat menyebabkan keguguran, bayi lahir mati, atau gangguan pada janin.

3. Telur Mentah atau Setengah Matang

Telur mentah memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi bakteri Salmonella. Seseorang yang terinfeksi bakteri ini biasanya mengalami demam, mual, mintah, kram perut, dan diare. 

Pada ibu hamil, infeksi bakteri Salmonella dapat menyebabkan kram pada rahim. Kondisi ini dapat menyebabkan prematur atau bayi lahir mati. Oleh sebab itu, Anda perlu menghindari telur mentah, telur setelah matang, dan segala makanan yang mengandung telur mentah. 

Beberapa makanan yang mengandung telur mentah, antara lain:

  • Saus hollandaise
  • Mayones buatan rumah
  • Es krim rumahan
  • Beberapa jenis saus salad (salad dressing)

4. Susu yang Tidak Dipasteurisasi

Susu sapi atau susu kambing yang tidak diolah dengan cara pasteurisasi memiliki risiko tinggi mengandung bakteri berbahaya. Infeksi bakteri berbahaya ini dapat membahayakan nyawa janin. 

Bakteri berbahaya ini bisa muncul secara natural atau akibat kontaminasi selama pemeraman atau penyimpanan. Oleh sebab itu, pastikan untuk konsumsi susu dan olahan susu yang sudah melalui proses pasteurisasi. 

5. Ikan yang Mengandung Merkuri

Merkuri merupakan senyawa kimia yang memiliki sifat racun. Senyawa kimia ini banyak ditemukan pada air yang terkena polusi. Pada jumlah yang tinggi, merkuri bisa memiliki sifat racun untuk sistem saraf, sistem imun, dan ginjal.

Pada anak-anak, merkuri dapat menyebabkan masalah pertumbuhan, bahkan jika jumlahnya hanya sedikit dalam tubuh. 

Merkuri banyak ditemukan pada laut yang sudah terkena polusi. Akibatnya, ikan yang hidup di laut tersebut juga mengandung merkuri. 

Oleh sebab itu, Anda perlu menghindari makan beberapa jenis ikan selama hamil, bahkan saat trimester pertama. Beberapa ikan yang perlu dihindari antara lain king mackerel, tuna, hiu, dan ikan todak.

6. Daging Mentah atau Setengah Matang

Konsumsi daging sapi atau unggas yang mentah atau tidak matang dapat meningkatkan risiko infeksi bakteri toxoplasma, E. coli, listeria, dan salmonella

Bakteri-bakteri ini dapat mengancam kesehatan janin dan meningkatkan risiko bayi lahir mati, penyakit saraf, kebutaan, dan epilepsi. 

Oleh sebab itu, ketika pertama kali mengetahui kabar kehamilan, Anda perlu mulai berhenti konsumsi daging yang belum matang sempurna.

Mulai kehamilan trimester pertama hingga kelahiran, Anda juga perlu menghindari daging yang diolah dengan metode curing seperti salami dan pepperoni dalam kondisi mentah. Makanan ini juga memiliki risiko tinggi terkena kontaminasi bakteri selama proses dan penyimpanan. 

7. Seafood Mentah

Konsumsi makanan laut seperti kerang (terutama dalam kondisi mentah) dapat menyebabkan beberapa infeksi bakteri, virus, atau parasit.

Beberapa jenis infeksi mungkin hanya akan memengaruhi kesehatan Anda. Namun, beberapa infeksi lain bisa saja menyebabkan masalah pada janin dalam kandungan.

Pada kehamilan trimester pertama, ibu hamil memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terkena infeksi bakteri listeria. Bakteri ini juga dapat ditularkan kepada janin melalui plasenta.

Infeksi bakteri listeria pada janin dapat menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, bayi lahir mati, dan masalah kesehatan serius lainnya. 

8. Jeroan

Jeroan sebenarnya merupakan sumber nutrisi yang baik karena mengandung zat besi, vitamin B12, vitamin A, zinc, selenium, dan copper. Semua nutrisi ini memiliki manfaat baik untuk kesehatan janin dan ibu hamil. 

Namun, konsumsi terlalu banyak vitamin A dari sumber hewani, terutama pada trimester pertama kehamilan dapat memicu masalah perkembangan janin dan keguguran. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk membatasi konsumsi jeroan, hati sapi salah satunya. 

9. Junk Food

Selama hamil, Anda perlu meningkatkan asupan nutrisi penting seperti protein, folat, kolin, dan zat besi. Untuk mendapatkan semua nutrisi ini, Anda perlu konsumsi makanan bergizi yang rendah proses namun tinggi nutrisi.

Junk food biasanya mengandung nutrisi yang rendah tetapi tinggi kalori, gula, dan lemak. Mengonsumsinya berlebihan selama hamil dapat menyebabkan kenaikan berat badan secara berlebihan. 

Meskipun kenaikan berat badan selama hamil diperlukan, tetapi kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko komplikasi kehamilan, seperti diabetes gestasional. 

Mulai dari kehamilan trimester pertama, Anda dapat mengurangi konsumsi keripik kentang, pizza, burger, biskuit, kue, dan minuman bersoda.

10. Pepaya Mentah

Pepaya merupakan buah yang mengandung berbagai nutrisi,seperti kolin, vitamin A, B, dan C, kalium, serat, dan folat. Namun, ibu hamil trimester pertama disarankan untuk tidak konsumsi pepaya mentah.

Pepaya mentah mengandung getah dan enzim papain. Getah dalam pepaya dapat memicu kontraksi pada rahim, sehingga meningkatkan risiko keguguran. Sementara itu, enzim papain sering kali dikenali tubuh sebagai prostaglandin sehingga menyebabkan masalah pada kehamilan. 

11. Kecambah Mentah

Jika Anda gemar makan toge, maka pastikan untuk makan toge yang sudah matang saja selama hamil. Toge dan kecambah lain memiliki risiko tinggi untuk terkena kontaminasi Salmonella. Oleh sebab itu, Anda disarankan untuk menghindari konsumsi kecambah mentah selama hamil.

Nah, itulah beberapa makanan yang dilarang untuk dikonsumsi saat kehamilan trimester 1. Hal ini penting dilakukan agar proses kehamilan tetap sehat dan janin dalam kandungan terhindar dari masalah.

 

  1. Anonim. Foods to Avoid When Pregnant. https://americanpregnancy.org/healthy-pregnancy/pregnancy-health-wellness/foods-to-avoid-during-pregnancy/ (Diakses pada 14 April 2023).
  2. Bjarnadottir, Adda. 2020. 11 Foods and Beverages to Avoid During Pregnancy – What Not to Eat. https://www.healthline.com/nutrition/11-foods-to-avoid-during-pregnancy. (Diakses pada 14 April 2023).
  3. Frothingham, Scott. 2018. Is It Safe to Eat Papaya While Pregnant?. https://www.healthline.com/health/papaya-in-pregnancy. (Diakses pada 14 April 2023).
  4. Greenlaw, Ellen. 2021. Foods to Avoid in Pregnancy. https://www.webmd.com/baby/foods-avoid-pregnancy. (Diakses pada 14 April 2023).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi