Terbit: 28 January 2024
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Hidrosefalus umumnya baru terdeteksi setelah bayi dilahirkan. Namun, apakah mungkin penumpukan cairan di rongga otak ini terdeteksi sejak dalam kandungan? Simak penjelasan lengkapnya dalam ulasan berikut.

Mungkinkah Mendeteksi Hidrosefalus Sejak Dalam Kandungan?

Bisakah Hidrosefalus Diketahui dari Dalam Kandungan?

Hidrosefalus merupakan kondisi yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara produksi dan penyerapan cairan dalam otak. Kondisi tersebut membuat terlalu banyak cairan pada otak dan memicu tekanan dalam kepala menjadi meningkat.

Hidrosefalus yang ditemukan saat bayi dilahirkan dikenal sebagai hidrosefalus kongenital. Kondisi ini disebabkan oleh interaksi kompleks faktor genetik (keturunan) dan lingkungan selama perkembangan janin dalam kandungan.

Beberapa faktor yang umumnya menjadi penyebab hidrosefalus kongenital yaitu spina bifida, stenosis akuaduktus, hingga malformasi otak

Lantas, bisakah hidrosefalus dideteksi dari dalam kandungan? Jawabannya bisa. Hidrosefalus pada bayi bisa dideteksi sejak bayi masih berada dalam kandungan. Penyakit ini bisa dideteksi  menggunakan teknologi ultrasonografi (USG) normal yang biasa digunakan untuk pemeriksaan kehamilan. 

Penumpukan cairan pada otak dan pembesaran ventrikel dapat terlihat dan menunjukan tanda-tanda hidrosefalus pada janin.

Keberadaan hidrosefalus pada janin sudah bisa dideteksi sejak usia kehamilan memasuki trimester kedua atau akhir trimester pertama. Bahkan, sejak usia di atas 20–24 minggu, umumnya pembesaran ventrikel yang terjadi sudah nampak lebih jelas. 

Sebagai upaya penanganannya, ibu hamil bisa melakukan pemeriksaan lanjutan dengan menggunakan MRI untuk memastikan kondisi kesehatan janin dalam kandungan. Pemeriksaan MRI akan memperjelas gambaran otak janin lebih detail. 

Baca juga: Hidrosefalus Tekanan Normal: Gejala, Penyebab, Pengobatan, dll

Penanganan Hidrosefalus Dalam Kandungan

Selama kehamilan, hidrosefalus biasanya dikelola dengan observasi. Pada saat ini, tidak ada perawatan janin untuk gangguan ini. Selama menjalani kehamilan, ibu perlu menjalani pemeriksaan pada dokter kandungan secara rutin untuk memantau ukuran ventrikel. 

Apabila ukuran ventrikel telah berada dalam kondisi yang stabil, maka ibu bisa terus merawat bayi dalam kandungan hingga mencukupi usia untuk dilahirkan. 

Namun, jika ukuran ventrikel terus membesar dan bayi Anda telah didiagnosis menderita hidrosefalus, dokter kandungan akan melakukan beberapa tindakan sesuai usia kehamilan, kondisi bayi, dan penilaian viabilitas. 

Sementara, apabila usia janin telah memasuki usia di atas 35 minggu, janin akan dilahirkan secara prematur dan kemudian dilanjutkan dengan beberapa opsi bedah seperti: 

1. Shunt

Alat yang berguna untuk menormalkan tekanan di otak dengan mengalirkan cairan ke dalam rongga perut, di mana cairan dapat diserap kembali.

2. Endoscopic Third Ventriculostomy

Prosedur minimal invasif yang menciptakan pembukaan di lantai ventrikel ketiga di otak, memungkinkan cairan mengalir ke jalur normal.

3. Combined endoscopic third ventriculostomy / choroid plexus cauterization (ETV / CPC)

Digunakan sebagai perawatan utama untuk kebanyakan bayi dengan hidrosefalus. Manfaatnya berguna untuk mengurangi tingkat produksi cairan serebrospinal, selain menyediakan jalur baru untuk cairan untuk keluar.

Baca Juga: Mendeteksi Down Syndrome Sejak Dalam Kandungan, Bisakah?

Apakah Hidrosefalus Memengaruhi Bayi Setelah Dilahirkan?

Dampak hidrosefalus pada bayi baru lahir agaknya tidak dapat diprediksi dan dapat bervariasi dalam tingkat keparahannya.

Oleh karena kondisi ini membuat otak terluka, anak-anak dengan hidrosefalus mungkin memiliki epilepsi, ketidakmampuan belajar, kehilangan ingatan jangka pendek, masalah koordinasi, masalah penglihatan, dan dampak awal pubertas.

Akibatnya, anak-anak dengan kondisi ini sering mendapat manfaat dari terapi perkembangan seperti terapi fisik dan terapi okupasi. Dalam kasus yang lebih ringan, atau kasus di mana perawatan sebelumnya mungkin, bayi dengan hidrosefalus dapat berkembang secara normal.

 

  1. Anonim. 2021. Hydrocephalus. https://www.chop.edu/conditions-diseases/hydrocephalus. (Diakses pada 5 Juni 2023) 
  2. Anonim. 2019. Fetal Hydrocephalus. https://www.ssmhealth.com/cardinal-glennon/fetal-care-institute/head-spine/hydrocephalus. (Diakses pada 5 Juni 2023) 
  3. Anonim. Hydrocephalus. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Hydrocephalus. (Diakses pada 5 Juni 2023) 
  4. Anonim. Hydrocephalus in Pregnancy. https://www.hydroassoc.org/hydrocephalus-in-pregnancy/. (Diakses 5 Juni 2023) 


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi