Terbit: 10 Maret 2018 | Diperbarui: 4 Januari 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Menanti kelahiran buah hati memang dapat menjadi momen yang menyenangkan sekaligus mendebarkan bagi ibu hamil. Kadang ibu hamil juga merasakan perasaan seperti khawatir, takut dan panik ketika mendekati hari persalinan.

5 Ketakutan yang Sering Dialami Ibu Hamil

Ketakutan yang dialami ibu hamil tersebut adalah hal yang wajar, apalagi jika ini merupakan kehamilan pertama. Namun jika kondisi kehamilan sehat dan gaya hidup selama kehamilan juga baik, sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

“Jika ibu hamil memerhatikan dan mengoptimalkan kondisi kesehatan sejak sebelum kehamilan, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, melakukan pemeriksaan kehamian yang baik dan menikmati kehamilan sebenarnya tidak ada yang perlu dikahawtairkan secara berlebihan,” jelas Alyssa Dweck M.D., asisten professor di departemen kebidanan, ginekologi, dan ilmu reproduksi di Mount Sinai School of Medicine, dikutip dari laman womens health.

Meskipun demikian, kondisi kehamilan yang sehat tetap dapat menimbulkan kekhawatiran atau ketakutan pada ibu hamil tentang kehamilan dan ketakutan. Berikut ini 7 ketakutan terbesar yang sering dialami oleh ibu hamil:

1. Keguguran
Keguguran merupakan berita buruk bagi setiap calon orang tua. Umumnya keguguran disebabkan karena kelainan genetik dan ini tidak dapat dicegah. Untuk mengurangi risiko keguguran, Anda dapat menjaga gaya hidup sehat seperti berhenti merokok dan minum alkohol. Selain itu segera periksakan ke dokter jika Anda merasakan nyeri di awal kehamilan atau muncul flek yang cukup sering.

2. Adanya cacat bawaan pada bayi
Salah satu kekhawatiran ibu hamil adalah jika ia menemukan kemungkinan cacat pada bayi yang dikandungnya. Namun hal ini sebenarnya dapat dicegah dengan memiliki pola makan seimbang sejak sebelum hamil.

“Mengonsumsi suplemen asam folat sebelum hamil baik untuk mengurangi risiko cacat pada bayi sebesar 50-70%”, ujar Dr Robyn Napier, juru bicara untuk Australian Medical Association, dikutip dari laman kidspot.

3. Melahirkan prematur
Persalinan prematur dapat terjadi pada sekitar 10 persen kehamilan. Para ibu disarankan untuk menjaga berat badan selama kehamilan agar kondisi ibu dan janin sehat. Jika tekanan darah dan kadar gula darah ibu termasuk aman, maka tak perlu khawatir dengan risiko prematur.

4. Tidak mampu mengejan dengan baik
Banyak ibu yang memiliki ketakutan tidak memiliki tenaga yang cukup untuk mengejan saat melahirkan. Untuk mengatasi hal ini ibu dapat melakukan senam hamil untuk belajar teknik pernapasan dan mengejan dengan benar saat persalinan.

5. Operasi caesar darurat

Pada beberapa kasus seperti ketuban pecah dini, detak jantung bayi melemah atau bayi terlilit tali pusat, persalinan normal dapat berujung operasi caesar darurat. Namun hal ini tidak perlu dikhawatirkan karena sangat jarang terjadi. Anda perlu mengenali tanda persalinan semakin dekat atau beberapa gangguan kehamilan yang memicu persalinan darurat.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi