Terbit: 25 Februari 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Kebersihan anak perlu dijaga, termasuk kebersihan telinga. Anda mungkin merasa risih melihat kotoran telinga yang menumpuk di telinga bayi. Namun sebenarnya kotoran telinga tersebut bermanfaat bagi bayi. Membersihkannya pun tak bisa sembarangan. Bagaimana membersihkan telinga bayi yang aman?

Yang Perlu Diperhatikan Saat Membersihkan Telinga Bayi

Kotoran telinga bayi biasa disebut serumen. Serumen diproduksi secara alami oleh tubuh sebagai perangkap debu atau binatang kecil seperti semut dan nyamuk yang berusaha masuk ke telinga. Bisa dikatakan, serumen adalah benteng perlindungan bagi telinga, dan tidak berbahaya.

Serumen yang basah lama kelamaan akan menjadi kering dan perlahan keluar dari telinga, dan tergantikan kembali oleh serumen yang basah. Namun jika produksi serumen lebih cepat dari proses pengeringannya, hal ini dapat menyebabkan gangguan telinga.

Untuk membersihkan telinga bayi, umumnya orang tua akan menggunakan cotton bud. Namun hal ini tidak disarankan karena selain berisiko kapas tertinggal di dalam, juga dapat mendorong kotoran semakin masuk ke dalam dan menumpuk di gendang telinga.

Cara yang disarankan untuk membersihkan telinga bayi adalah dengan menggunakan kain yang lembab untuk membersihkan lipatan telinga dan bagian dalam telinga bayi. Gunakan kain yang lembut yang dicelup air hangat untuk membasuh telinga bayi. Jangan lupa peras kain terlebih dahulu agar telinga tidak kemasukan air. Jangan memasukkan kain terlalu dalam pada telinga karena dapat mendorong kotoran telinga masuk semakin dalam. Bersihkan telinga sesuai jangkauan tangan Anda dan jangan menekan terlalu keras.

Jika kotoran telinga bayi masih menumpuk, Anda bisa menggunakan obat tetes telinga, namun pastikan sebelumnya Anda sudah konsultasi dengan dokter anak atau THT. Saat memberikan obat tetes pada bayi, gunakan dengan dosis seperlunya dan sebaiknya lakukan saat bayi merasa tenang atau sedang tidur.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi