Terbit: 23 Mei 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Menjaga kesehatan anak adalah salah satu tugas orang tua. Salah satu cara yang bisa dilakukan orang tua untuk melindungi anak dari berbagai penyakit adalah dengan memberi imunisasi yang tepat sesui jadwal. Selain memberi imunisasi wajib yang direkomendasikan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), perlukah anak-anak mendapat imunisasi tambahan?

Perlukah Memberi Imunisasi Tambahan pada Anak?

Mengapa anak perlu diimunisasi?

Salah satu pertanyaan yang sering dilontarkan para orang tua adalah, “Mengapa anak perlu diimunisasi?” Imunisasi merupakan cara yang cepat dan efektif untuk mencegah anak dari penyakit infeksi menular. Jika anak tidak diimunisasi, ia memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit yang dapat menyebabkan kecacatan bahkan kematian.

Imunisasi dilakukan dengan cara menyuntikkan bakteri atau virus lemah dari penyakit sehingga tubuh akan bereaksi dengan bakteri tersebut dengan membentuk anibodi untuk melawan penyakit tersebut. Jika kelak anak terkena penyakit tersebut, tubuhnya sudah memiliki pertahanan yang lebih baik.

Mengenal imunisasi wajib dan imunisasi tambahan untuk anak

Di Indonesia, ada 5 jenis imunisasi wajib yang diberikan pada bayi. Imunisasi ini diberikan secara cuma-cuma melalui Posyandu. Beberapa imunisasi wajib tersebut antara lain hepatitis B, polio, BCG, campak dan pentavalen (gabungan vaksin DPT, HB dan vaksin HiB.

Sedangkan untuk imunisasi tambahan, beberapa imunisasi yang disarankan antara lain:

1. Pneumokokus (PCV)

PCV diberikan pada anak usia 7-12 bulan sebanyak 2 kali dengan jarak 2 bulan, Jika diebarikan pada anak yang berusia di ats 2 tahun, PCV hanya perlu diberikan sebanyak 1 kali. Vaksin ini berfungsi untuk melindungi tubuh dari bakteri pneumokokus penyebab pneumonia, meningitis, dan infeksi telinga.

2.Varisela

Vaksin ini berfungsi untuk mencegah anak dari cacar air. Umumnya vaksin ini diberikan setelah anak berusia 12 bulan atau sebelum masuk sekolah dasar.

3.Influenza

Di antara vaksin tambahan lainnya, vaksin influenza merupakan vaksin yang pemberiannya bisa diulang setiap tahun. Vaksin ini membantu memberi perlindungan anak pada virus influenza yang berkembang cepat.

4.Hepatitis A

Vaksin hepatitis A bisa diberikan saat anak berusia 2 tahun dengan frekuensi 2 kali setiap 6-12 bulan. Vaksin ini bertugas melindungi dari virus hepatitis A yang menyebabkan penyakit kuning.

5.HPV (human papiloma virus)

Vaksin HPV bisa diberikan sejak usia anak-anak, yaitu ketika anak sudah berusia 10 tahun. Vaksin ini dapat melindungi tubuh dari human papiloma virus penyebab kanker rahim.

Perlukah vaksin tambahan pada anak?

Jika pemberian vaksin wajib bisa didapat secara gratis, vaksin tambahan ini tidak disubsidi pemerintah. Orang tua perlu merogoh kocek lebih untuk pemberian vaksin tambahan pada anak. Meskipun tidak diwajibkan, namun jika orang tua mampu memberi imunisasi tambahan pada anak sebaiknya berikan vaksin tambahan tersebut sesuai jadwal.

Vaksin tambahan umumnya lebih mahal dibanding vaksin wajib, namun manfaat yang diberikan dari imunisasi dapat dirasakan anak dan orang tua dalam jangka panjang.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi