Terbit: 21 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Kelainan kelamin pada bayi laki-laki sebagian besar terjadi akibat kadar hormon seks yang tidak normal saat bayi masih di dalam kandungan. Simak penjelasan mengenai berbagai jenis kelainan alat kelamin pada bayi laki-laki, selengkapnya di bawah ini.

7 Jenis Kelainan Kelamin pada Bayi Laki-laki yang Bisa Terjadi

Kelainan Penis pada Bayi Laki-laki

Beberapa bayi dilahirkan dengan kelainan bawaan atau cacat lahir di saluran genitalnya. Kelainan ini terbentuk sebagai akibat dari sesuatu yang salah dengan perkembangan saluran genital bayi selama kehamilan.

Meski begitu, penting untuk diingat bahwa kelainan ini adalah sesuatu yang jarang terjadi dan terkadang dapat diatasi dengan pembedahan.

Berikut ini adalah berbagai bentuk kelainan kelamin pada bayi laki-laki, di antaranya:

1. Testis Tidak Turun

Pada kehamilan normal, testis bayi turun ke dalam skrotum beberapa saat sebelum lahir. Namun, terkadang satu atau kedua testis tetap berada di rongga panggul dan tidak turun. Kelainan ini disebut undescended testes atau kriptorkismus.

Testis yang tidak turun tidak dapat menghasilkan sperma karena sel sperma membutuhkan tempat yang sejuk seperti skrotum untuk bertahan hidup.

Kelainan penis anak laki-laki ini umum terjadi saat baru lahir. Testis biasanya bergerak turun ke skrotum dalam beberapa bulan pertama kehidupan. Jika testis tidak turun pada usia dua tahun, pembedahan mungkin diperlukan. Pada beberapa bayi, pengobatan dapat dilakukan dengan hormon yang disebut Human chorionic gonadotropin (hCG).

2. Hipospadia

Pada anak laki-laki dengan hipospadia, lubang abnormal terbentuk di uretra di sepanjang bagian bawah penis. Ini adalah kondisi umum dan relatif ringan yang menyebabkan anak laki-laki perlu duduk saat buang air kecil.

Pada beberapa kasus, kondisi ini juga menyebabkan penis melengkung, kondisi yang dapat membuat hubungan seksual menjadi sulit di kemudian hari. Hipospadia dapat diatasi dengan pembedahan dalam dua tahun pertama kehidupan.

3. Hernia Inguinalis

Hernia inguinalis terjadi ketika jaringan, seperti bagian dari usus, menonjol melalui titik lemah pada otot perut. Jika hal ini terjadi pada bayi baru lahir, kelemahan pada dinding perut yang sudah ada sejak lahir adalah penyebabnya.

Terkadang hernia akan terlihat hanya saat bayi menangis, batuk, atau mengejan saat buang air besar. Kelainan bisa menyebabkan anak rewel dan nafsu makannya berkurang dari biasanya

Pada anak yang lebih besar, hernia cenderung lebih terlihat ketika anak batuk, mengejan saat buang air besar, atau berdiri untuk waktu yang lama.

Baca Juga: Tips Membersihkan Organ Intim Bayi yang Benar (Laki-laki & Perempuan)

4. Mikropenis

Mikropenis adalah kondisi di mana penis memiliki ukuran yang sangat kecil. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh masalah hormonal. Saat anak tumbuh dewasa, ia mungkin akan mengalami masalah dengan kesuburan.

Tidak ada obat yang bisa digunakan untuk mengatasi mikropenis. Pada beberapa kasus terapi hormon dapat digunakan untuk merangsang penis untuk tumbuh.

5. Epispadia

Epispadia adalah kelainan bawaan langka yang melibatkan pembukaan uretra. Kelainan penis anak laki-laki ini membuat uretra terbuka di bagian atas/samping bukan di ujung penis. Ruang antara bukaan dan ujung penis ini tampak seperti talang air. Namun, ada kemungkinan uretra terbuka di sepanjang penis.

Dalam kondisi ini, uretra tidak berkembang menjadi tabung penuh sehingga membuat urine keluar dari tubuh secara tidak normal. Penyebab epispadia tidak diketahui dengan pasti.  Kelainan ini mungkin terkait dengan perkembangan tulang kemaluan yang tidak tepat.

6. Chordee

Chordee adalah suatu kondisi di mana pita jaringan menarik penis, sehingga membuat penis tampak bengkok atau melengkung. Kelainan ini terlihat selama ereksi dan biasanya terjadi pada anak-anak dengan hipospadia.

Kelainan pada organ kelamin anak lelaki ini dapat mengakibatkan masalah buang air kecil dan mengganggu fungsi seksual. Pembedahan umumnya direkomendasikan untuk mengatasi masalah ini.

Pembedahan dapat dilakukan untuk meluruskan penis dan mengangkat jaringan fibrosa yang bertanggung jawab atas penis yang melengkung.

7. Fimosis

Phimosis atau fimosis adalah kondisi di mana kulup terlalu ketat untuk ditarik ke belakang melewati kepala penis. Sebagian besar bayi dan balita yang tidak disunat akan mengalami hal ini, yang berarti kulup tidak dapat ditarik kembali. Hal ini terjadi karena kelenjar dan kulup tetap terhubung selama beberapa tahun pertama kehidupan.

Nah, itulah berbagai kelainan kelamin pada bayi laki-laki yang penting diketahui oleh orang tua. Umumnya, dokter akan memeriksa kesehatan bayi sejak baru lahir dan menemukan kelainan yang mungkin ada. Orang tua juga harus teliti dan perhatian pada perkembangan fisik dan kesehatan bayi setiap waktu dan segera konsultasi ke dokter bila ada kondisi yang mengkhawatirkan.

 

  1. Anonim. Genital problems. https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=376&language=English. (Diakses pada 21 Oktober 2021).
  2. Rabinowitz, Ronald dan Jimena Cubillos. 2020. Genital Birth Defects. https://www.msdmanuals.com/home/children-s-health-issues/birth-defects-of-the-urinary-tract-and-genitals/genital-birth-defects. (Diakses pada 21 Oktober 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi