Terbit: 6 Juni 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Tidak hanya cacar air, penyakit kulit lainnya pada anak seperti impetigo patut orang tua waspadai! Infeksi kulit yang umum terjadi pada bayi dan anak-anak ini berisiko meninggalkan bekas luka. Selengkapnya simak gejala, penyebab, pengobatan, hingga pencegahannya di bawah ini.

Impetigo pada Anak, Kenali Penyebab hingga Cara Mengobatinya

Apa itu Impetigo pada Anak?

Impetigo adalah infeksi pada kulit yang sering kali terjadi pada bayi atau anak-anak. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes, sehingga menimbulkan lesi (luka) yang kerap berkelompok dan memiliki dasar berwarna kemerahan. Luka bisa terbuka, menjadi berkerak dan tampak berwarna kecokelatan.

Impetigo pada anak sangat menular dan dapat menyebar ke anak lainnya atau ke seluruh anggota keluarga. Oleh karena itu, menerapkan cara mencuci tangan yang tepat sangat penting untuk membantu mengurangi kemungkinan penyebaran infeksi.

Infeksi biasanya mulai terjadi pada luka kecil, gigitan serangga, atau ruam seperti eksim. Meski begitu, kondisi ini bisa juga terjadi pada kulit yang sehat.

Siapa pun dapat terkena impetigo, tetapi paling sering menyerang bayi dan anak-anak, terutama mereka yang berusia 2 hingga 5 tahun.

Luka terbuka dengan kulit melepuh ini biasanya muncul pada wajah, leher, lengan, dan tungkai, tetapi luka terbuka dapat muncul di bagian tubuh manapun.

Tanda dan Gejala Impetigo pada Anak

Gejalanya mungkin dapat terjadi sedikit berbeda pada setiap anak. Gejala juga bervariasi tergantung pada bakteri yang menyebabkannya.

Ciri-ciri impetigo pada anak yang bisa dikenali, berikut di antaranya:

  • Benjolan kemerahan.
  • Luka yang berisi cairan, cairan yang mengalir, atau berkerak.
  • Infeksi yang merah, bengkak, dan mungkin gatal.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening di dekatnya (nodus).
  • Benjolan atau luka bisa menyakitkan dan muncul bagian tubuh manapun. Tapi paling sering muncul di wajah, lengan, dan kaki.
  • Tanda merah yang memudar tanpa meninggalkan bekas, setelah fase luka berkerak.

Bayi terkadang memiliki jenis impetigo yang kurang umum, dengan ukuran lepuh lebih besar di sekitar area popok atau di lipatan kulit. Lepuh berisi cairan ini segera pecah dan menimbulkan tepi bersisik yang disebut collarette.

Impetigo pada bayi dan anak-anak bisa menyebabkan ketidaknyamanan. Kadang-kadang disertai demam atau pembengkakan kelenjar di area infeksi. Oleh karena itu, pastikan anak dibawa ke dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat.

Kapan Waktu yang Tepat untuk ke Dokter?

Jika menduga bahwa anak Anda mengalami impetigo atau kontak dengan orang yang memiliki infeksi ini, segera konsultasikan dengan dokter anak atau dokter kulit anak. Ini adalah langkah penting untuk membantu pengobatan dan mencegah keparahan infeksi.

Penyebab Impetigo pada Anak

Penyebab paling umum dari impetigo adalah bakteri Staphylococcus aureus. Bakteri lain yang menyebabkan infeksi kulit adalah Streptokokus pyogenes.

Bakteri tersebut berada di mana-mana. Penularan impetigo yang paling sering terjadi bagi anak adalah ketika ia melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi. Jika bayi atau anak memiliki luka terbuka atau goresan baru, hal tersebut membuatnya sangat rentan untuk tertular

Selain itu, anak lebih mungkin terkena impetigo apabila memiliki masalah kulit lainnya, seperti eksim, kutu tubuh, gigitan serangga, atau infeksi jamur.

Siapa pun dapat tertular impetigo jika berbagi pakaian, tempat tidur, handuk, atau benda lain yang sama dengan seseorang yang terinfeksi.

Faktor Risiko Impetigo pada Anak

Siapa pun dapat terkena impetigo, tetapi ada sejumlah faktor dapat meningkatkan risiko seseorang terkena jenis infeksi ini.

Berikut ini faktor-faktor yang meningkatkan risiko anak terkena impetigo:

  • Usia. Impetigo sering terjadi pada anak-anak berusia 2 hingga 5 tahun.
  • Kontak dekat. Impetigo menular dengan mudah di dalam keluarga, di lingkungan yang ramai seperti sekolah, dan olahraga yang melibatkan kontak kulit ke kulit.
  • Kulit rusak. Bakteri yang menyadi penyebab impetigo sering kali masuk ke kulit melalui luka kecil, gigitan serangga, atau ruam.
  • Hangat dan cuaca lembap. Infeksi impetigo cenderung terjadi pada cuaca hangat dan lembap.
  • Kondisi kesehatan lainnya. Bayi atau anak-anak dengan kondisi kulit lain, seperti dermatitis atopik (eksim) lebih mungkin mengalami impetigo. Orang dewasa yang lebih tua, penderita diabetes, atau orang dengan sistem imun yang lemah juga lebih berisiko untuk tertular.

Baca Juga: Cacar Air: Penyebab, Gejala, Diagnosis, dan Pengobatan

Jenis Impetigo

Terdapat tiga jenis impetigo berdasarkan bakteri yang menyebabkannya dan luka yang terbentuk, berikut di antaranya:

  • Nonbullous. Ini terutama disebabkan oleh Staphylococcus aureus. Jenis yang yang paling umum ini menyebabkan kerak tebal berwarna kecokelatan.
  • Bullous. Jenis impetigo ini hampir selalu disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus. Ini menyebabkan lepuh besar pada kulit.
  • Ecthyma. Infeksi ini lebih serius tetapi lebih jarang terjadi. Terkadang terjadi ketika impetigo tidak diobati. Ecthyma masuk lebih dalam ke kulit daripada jenis impetigo lainnya dan lebih parah.

Diagnosis Impetigo pada Anak

Jika Anda mencurigai anak mengalami impetigo, sebaiknya segera periksakan ke dokter, terutama dokter kulit. Dokter biasanya dapat mendiagnosis infeksi dengan melihat kondisi kulit yang terkena.

Apabila infeksi tidak kunjung hilang dengan pengobatan, dokter mungkin ingin membiakkan bakteri. Metode ini melibatkan pengambilan sedikit sampel cairan yang keluar dari luka dan mengujinya untuk melihat jenis bakteri apa yang menyebabkannya. Cara ini diperlukan untuk menentukan antibiotik mana yang paling efektif melawan bakteri.

Cara Mengobati Impetigo pada Anak

Perawatannya akan tergantung pada gejala, usia, dan kesehatan anak. Pengobatan juga akan tergantung pada seberapa parah kondisi infeksi.

Berikut ini beberapa perawatan yang bisa dilakukan:

  • Krim atau salep antibiotik. Obat-obatan yang diresepkan ini paling sering diberikan untuk impetigo ringan. Krim atau salep antibiotik yang dijual bebas biasanya tidak dianjurkan.
  • Pil antibiotik atau cairan melalui mulut (oral). Obat yang paling sering dianjurkan jika anak memiliki beberapa area impetigo atau ecthyma. Mungkin juga disarankan apabila lebih dari satu orang dalam rumah tangga memiliki impetigo.
  • Pembersihan dan perban. Orang tua harus mencuci area kulit anak yang terkena infeksi secara lembut menggunakan sabun dan air. Tutupi area yang mengeluarkan cairan dengan perban. Pastikan untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah merawat impetigo pada si Kecil.

Baca Juga: 10 Cara Mengobati Cacar Air agar Cepat Kering dan Hilang

Komplikasi Impetigo pada Anak

Impetigo biasanya tidak berbahaya, karena luka dalam bentuk infeksi ringan biasanya akan sembuh tanpa jaringan parut.

Meskipun jarang terjadi, impetigo dapat menyebabkan komplikasi, meliputi:

  • Selulitis. Infeksi yang berpotensi mengancam jiwa ini terjadi pada jaringan di bawah kulit dan akhirnya bisa menyebar ke kelenjar getah bening dan aliran darah.
  • Jaringan parut. Luka yang terkait dengan ecthyma bisa meninggalkan bekas luka.
  • Masalah ginjal. Salah satu jenis bakteri yang menyebabkan infeksi ini juga dapat merusak ginjal.

Cara Mencegah Impetigo pada Anak

Rajin menjaga kulit tetap bersih adalah cara utama untuk menjaganya tetap sehat. Juga sangat penting untuk segera membersihkan luka, lecet, gigitan serangga, dan luka lainnya.

Selain itu, berikut ini cara mencegah peenularan ke orang lain:

  • Membersihkan area infeksi menggunakan sabun lembut dan air mengalir, lalu tutup dengan kain kasa.
  • Mencuci pakaian, seprai, dan handuk orang yang terinfeksi setiap hari menggunakan air panas dan jangan berbagi dengan orang lain di dalam keluarga.
  • Menggunakan sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik dan cuci tangan sampai bersih sesudahnya.
  • Potong pendek kuku bayi atau anak yang terinfeksi untuk mencegah lecet akibat garukan.
  • Jauhkan anak yang memiliki impetigo dengan anggota keluarga lainnya di rumah.
  • Pastikan anak mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh.

 

  1. Anonim. 2021. Impetigo. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions/i/impetigo.html. (Diakses pada 6 Juni 2022)
  2. Anonim. 2022. What Is Impetigo?. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-impetigo-basics. (Diakses pada 6 Juni 2022)
  3. Anonim. Impetigo. https://www.childrenshospital.org/conditions/impetigo (Diakses pada 6 Juni 2022)
  4. Anonim. Impetigo in Children. https://www.cedars-sinai.org/health-library/diseases-and-conditions—pediatrics/i/impetigo-in-children.html (Diakses pada 6 Juni 2022)
  5. Anonim. 2022. Impetigo. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/impetigo/symptoms-causes/syc-20352352. (Diakses pada 6 Juni 2022)
  6. Hecht, Marjorie dan David R. 2022. Impetigo: Everything You Need to Know. https://www.healthline.com/health/impetigo. (Diakses pada 6 Juni 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi