Terbit: 20 September 2021 | Diperbarui: 25 April 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Cara mengatasi campak pada bayi bisa orang tua lakukan di rumah, baik yang alami maupun dengan obat-obatan. Pengobatan ini untuk meredakan ketidaknyamanan dari gejala campak seperti ruam merah hingga batuk berdahak. Yuk, simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

9 Cara Mengatasi Campak pada Bayi (Alami dan Medis)

Apa Itu Campak?

Campak adalah penyakit infeksi pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus. Ini menyebar melalui udara dan kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Virus ini dapat menyebabkan gejala, termasuk ruam merah di seluruh tubuh, pilek, demam tinggi, mata merah, dan batuk berdahak.

Virus campak sangat menular. Jika anak belum mendapatkan vaksin campak dan berada di ruangan dengan penderita campak, kemungkinan memiliki peluang 90% untuk tertular. Anak dapat menularkan 4 hari sebelum ia mengalami gejala ruam. Bahkan akan terus menular 4 hari setelah ruam hilang.

Cara Mengatasi Campak pada Bayi

Meskipun tidak ada pengobatan medis khusus untuk campak, namun ada beberapa perawatan untuk mengelola gejala campak. Biasanya gejala ini menyebabkan ketidaknyamanan bagi bayi, jadi penting untuk memberikan perawatan sambil menunggu tubuhnya melawan virus.

Berikut ini daftar cara mengatasi penyakit campak pada bayi:

1. Mengendalikan Demam dan Menghilangkan Rasa Sakit

Bayi campak dapat diberi parasetamol atau ibuprofen untuk membantu menurunkan demam tinggi yang menyertai campak dan meredakan rasa sakit atau nyeri jika bayi merasa tidak nyaman.

Parasetamol cair khusus untuk anak dapat diberikan. Ibuprofen untuk usia enam bulan ke atas. Sedangkan aspirin tidak boleh diberikan pada anak di bawah usia 16 tahun.

Jika tidak yakin obat mana yang cocok untuk anak Anda, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker tentang cara mengatasi campak pada bayi dengan obat yang tepat.

2. Mengobati Gejala seperti Pilek

Jika anak mengalami gejala seperti pilek, seperti hidung meler atau batuk, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan guna membantu anak merasa lebih nyaman.

Misalnya, Anda dapat menggunakan pelembap udara ruangan (humidifier) atau meletakkan handuk basah di atas radiator hangat untuk membantu melembabkan udara. Memiliki khasiat yang sama, Anda mungkin juga dapat menggunakan air panas untuk membuat kamar mandi beruap.

3. Vitamin A

Anak yang mengalami kekurangan vitamin A mungkin mengalami campak yang lebih parah. Oleh sebab itu, pemberian vitamin A bisa membantu mengurangi keparahan campak. Vitamin A biasanya diberikan sebagai dosis besar 200.000 internasional unit (IU) untuk anak berusia 1 tahun ke atas.

4. Minum Banyak Cairan

Selain memberikan obat-obatan untuk mengatasi demam tinggi yang menyertai campak, pastikan beri cairan yang banyak. Memperbanyak minum cairan adalah cara mengatasi campak pada bayi karena rentan mengalami dehidrasi.

Tubuh tetap terhidrasi juga bisa membantu mengurangi ketidaknyamanan tenggorokan yang disebabkan oleh batuk. Minuman lemon dan madu hangat dapat membantu mengendurkan saluran udara, melonggarkan lendir, dan meredakan batuk. Namun, jangan memberikan madu pada anak di bawah 1 tahun.

5. Obat Semprot Saline

Jika bayi mengalami kesulitan minum atau makan karena hidung tersumbat, Anda bisa mencoba memberikan obat semprot saline atau tetes hidung. Pengobatan ini dapat membantu mengencerkan lendir. Namun, obat semprot saline hanya dapat diberikan untuk bayi yang menoleransinya dengan baik.

6. Mengobati Sakit Mata

Mata merah pada anak penderita campak bisa Anda atasi dengan pengobatan rumahan. Gejala mata merah biasanya berair dan berkerak di kelopak mata dan bulu mata.

Sebagai salah satu cara mengatasi penyakit campak pada bayi, Anda dapat membersihkan kerak pada kelopak mata dan bulu mata anak menggunakan kapas yang dibasahi air. Pastikan membersihkannya dengan lembut

Menutup gorden atau meredupkan lampu juga dapat membantu jika cahaya terang dapat menyakiti mata anak.

7. Vaksinasi pasca Terpapar Virus Campak

Anak yang tidak diimunisasi, termasuk bayi, dapat diberikan vaksinasi campak dalam waktu 72 jam setelah terpapar virus campak. Ini untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit campak.

Jika campak masih berkembang, penyakit ini biasanya menimbulkan gejala yang lebih ringan dan berlangsung dalam waktu yang lebih singkat.

8. Immune Serum Globulin

Wanita hamil, bayi, dan orang dengan sistem imun lemah yang terpapar virus campak dapat diberi suntikan protein (antibodi) yang disebut immune serum globulin. Ketika mendapatkannya dalam waktu enam hari setelah terpapar virus campak, antibodi ini bisa mencegah campak atau membuat gejalanya tidak terlalu parah.

9. Istirahat

Cara mengatasi penyakit campak pada bayi yang paling sederhana adalah memastikan bayi cukup istirahat dengan memberikan suasana menenangkan. Memperbanyak istirahat dapat membantu bayi meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sistem imun yang kuat dapat membantu tubuh melawan virus, termasuk virus campak.

Kapan Waktu yang Tepat Harus ke Dokter?

Segera mengunjungi dokter jika Anda berpikir bahwa anak mengalami gejala campak. Penting juga untuk ke dokter jika anak baru saja berada di sekitar orang yang terinfeksi campak, terutama untuk:

  • Bayi.
  • Bayi yang sedang minum obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.
  • Memiliki TBC, kanker, atau penyakit yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh.

Jika membiarkannya dan tidak memberikan pengobatan, campak dapat menyebabkan komplikasi yang paling serius, meliputi:

  • Infeksi telinga.
  • Infeksi paru-paru (pneumonia).
  • Peradangan otak (ensefalitis)
  • Croup, penyakit pernapasan pada anak akibat infeksi virus.
  • Kebutaan.

 

Apakah Campak Bisa Dicegah?

Penyakit campak bisa Anda cegah. Cara terbaik untuk melindungi anak-anak adalah dengan memastikannya mendapatkan imunisasi campak.

Untuk kebanyakan anak, perlindungan campak adalah vaksin measles mumps rubella (MMR) atau measles-mumps-rubella-varicella vaccine (MMRV). Vaksin ini diberikan saat anak berusia 12-15 bulan dan diberikan kembali saat berusia 4-6 tahun.

Vaksin ini dapat diberikan kepada bayi berusia 6 bulan jika akan bepergian ke luar negeri. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter tentang kapan waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin.

 

  1. Anonim. 2018. Measles in babies. https://www.babycentre.co.uk/a1014746/measles-in-babies (Diakses pada 20 September 2021)
  2. Anonim. Tanpa Tahun. Measles (Rubeola) in Children. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02543 (Diakses pada 20 September 2021)
  3. Anonim. 2019. Measles. https://kidshealth.org/en/parents/measles.html. (Diakses pada 20 September 2021)
  4. Anonim. 2018. Measles. https://www.nhs.uk/conditions/measles/treatment/ (Diakses pada 20 September 2021)
  5. Mayo Clinic Staff. 2020. Measles. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/symptoms-causes/syc-20374857 (Diakses pada 20 September 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi