Terbit: 17 Juni 2021 | Diperbarui: 8 Oktober 2021
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Bayi tidak mau menyusu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, bisa dipengaruhi oleh kondisi ibu hingga lingkungan. Lantas, apa yang harus dilakukan oleh ibu agar bayi mau menyusu? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini.

Bayi Tidak Mau Menyusu? Ketahui Penyebab dan Cara Mengatasinya

Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu

Terdapat banyak alasan kenapa bayi tidak mau menyusu, bisa terkait kondisi ibu, bayi, atau suasana saat menyusui. Berikut adalah beberapa kondisi yang melatarbelakangi bayi enggan untuk menyusu, di antaranya:

  • Kesulitan mengisap. Bayi yang baru lahir mungkin perlu waktu berminggu-minggu untuk mengetahui bagaimana cara menempelkan bibir pada payudara yang baik. Bahkan, jika bayi tampak telah ‘mengerti’ cara mengisap, kemampuannya ini bisa menghilang sewaktu-waktu.
  • ASI mengalir deras. Jika ASI Anda mengalir dengan cepat dan kuat, bayi akan kesulitan kesulitan menyusu dengan nyaman, yang pada akhirnya membuat bayi tidak mau menyusu. Jika Anda memiliki banyak ASI, memerahnya sebelum menyusu dapat membantu mengurangi derasnya aliran susu.
  • Gangguan pada otot leher (tortikolis). Keadaan ini membuat ketegangan pada otot lehernya, hal ini membuat menyusui di satu sisi lebih menyakitkan daripada yang lain. Jika Anda memperhatikan bahwa anak tidak mau menyusu pada satu sisi payudara saja, konsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dengan tepat.
  • Memiliki gastroesophageal reflux disease (GERD). Tidak hanya orang dewasa, ternyata bayi juga bisa terkena GERD. Jika bayi Anda memiliki keadaan ini maka aktivitas menyusu dapat membuat pencernaannya tidak nyaman. Meski begitu, GERD adalah sesuatu yang jarang terjadi.
  • Ketidaknyamanan pada rongga mulut. Kenapa bayi tidak mau menyusu mungkin disebabkan karena rasa sakit yang terjadi mulut, mungkin karena terkena infeksi seperti sariawan atau penyakit tangan, kaki, dan mulut. Rasa tidak nyaman pada rongga mulut juga bisa disebabkan saat sedang tumbuh gigi.

Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu Lainnya

Selain berbagai penyebab seperti di atas, terdapat beberapa kondisi kenapa bayi tidak mau menyusu adalah:

  • Gangguan pernapasan. Bayi tidak mau menyusu mungkin disebabkan oleh pilek, sehingga sulit baginya untuk bernapas saat menyusui.
  • Infeksi telinga. Jika bayi Anda mengalami infeksi telinga, hal ini dapat membuatnya tidak nyaman saat menyusui.
  • Pasokan ASI Anda berkurang. Hal ini mungkin karena Anda mulai menambahkan susu formula atau bayi sudah mulai mengonsumsi makanan padat.
  • Stres atau gangguan lingkungan. Stimulasi berlebihan, penundaan menyusui, atau perpisahan yang lama dari Anda dapat menyebabkan kerewelan dan kesulitan menyusui. Reaksi keras dari Anda pada bayi untuk dihisap selama menyusui mungkin memiliki efek yang sama
  • Aroma yang tidak biasa. Bayi Anda tidak menyukai bau krim atau produk wewangian yang Anda kenakan. Pada umumnya bayi menyukai aroma alami tubuh, jadi cobalah untuk tidak menggunakan produk yang memiliki aroma yang kuat.
  • Perubahan rasa ASI. Hal ini bisa disebabkan oleh makanan tertentu atau peradangan pada payudara (mastitis). Mastitis bisa membuat air susu terasa asin. Hal inilah yang mungkin membuat bayi tidak mau menyusu.
  • Anda memiliki puting yang rata atau ke dalam. Sebagian besar bayi dapat menyusui dengan baik bahkan dengan puting datar atau ke dalam. Namun dalam beberapa kasus, sulit bagi bayi untuk menempel ke puting.
  • Mengalami cedera atau cacat lahir. Jika bayi Anda kesakitan karena patah bahu atau memar akibat proses persalinan, ia mungkin tidak bisa merasa nyaman untuk menyusui. Bayi baru lahir dengan cacat neurologis atau fisik mungkin tidak dapat menyusui atau mungkin menolak payudara.
  • Sedang mengantuk. Bayi yang baru lahir cenderung sangat mengantuk secara umum. Jika Anda ingin membangunkannya, gosok perlahan kaki atau punggungnya.

Baca Juga: 10 Cara Merawat Payudara Saat Menyusui (No. 9 Suami Harus Tahu!)

Cara Mengatasi Bayi Tidak Mau Menyusu

Meskipun sulit, cobalah untuk tidak khawatir menghadapi situasi ini karena stres dapat mengurangi suplai ASI. Berikut adalah beberapa langkah yang dapat membantu mengatasi bayi tidak mau menyusu, di antaranya:

  • Menyusui di tempat yang tenang dan suasana remang-remang.
  • Konsultasikan dengan dokter atau konselor laktasi untuk mendapatkan bantuan dan dukungan. Periksa bayi ke dokter untuk memeriksa masalah kesehatannya.
  • Rutin memerah payudara dengan tangan atau pompa untuk menjaga suplai ASI.
  • Pastikan bayi Anda menempel ke payudara dengan cara yang benar. Cobalah untuk menggunakan posisi menyusui yang berbeda-berbeda.
  • Tawarkan payudara sesering mungkin tetapi jangan memaksa bayi untuk menyusui. Jika menyusui menjadi pengalaman yang tidak menyenangkan, mungkin akan lebih sulit untuk mengarahkannya kembali ke payudara.

Baca Juga: Tips Tetap Sehat Hamil dan Menyusui Saat Pandemi COVID-19

Cara agar Bayi Mau Menyusu Lama

Hal penting lainnya yang harus dikenali agar bayi mau menyusu adalah memperhatikan tanda-tanda bahwa ia lapar, seperti membuka-menutup mulut, membuat suara mengisap, membuka mata, atau menggerak-gerakan kepala.  Saat memperhatikan tanda-tanda ini, Anda dapat langsung menyusuinya dan jangan tunggu sampai menangis. Jika bayi sudah menangis, proses menyusui akan menjadi sesuatu yang sulit.

Jangan menunda untuk mengarahkan mulutnya ke payudara jika bayi mulai mengayunkan kepalanya dari sisi ke sisi, melambaikan tangannya, atau menendang kakinya. Gerakan-gerakan ini akan membantu bayi menggunakan semua refleksnya untuk menggapai payudara.

Saat proses menyusui berlangsung, berikan pelukan skin-to-skin yaitu menyusui tanpa atasan. Babywearing dapat membantu menjaga bayi tetap dekat dengan Anda saat menyusui.

Bayi Anda mungkin juga lebih suka menyusu saat mengayunkannya atau mengajaknya berjalan-jalan, daripada duduk atau berdiri diam. Cobalah posisi menyusui yang berbeda, karena bayi Anda mungkin menemukan beberapa posisi lebih nyaman daripada yang lain.

Selain itu, cobalah tawarkan payudara saat bayi tertidur atau sangat mengantuk. Jika dia menolak diberi makan saat bangun, bayi mungkin melakukannya lebih bahagia saat tertidur.

Tetapi jika bayi Anda berusia di bawah satu tahun dan telah menyusu dengan bahagia, kecil kemungkinan bayi tidak mau menyusui.

Jika Anda khawatir bayi tidak mendapatkan cukup makanan atau mengalami dehidrasi, perhatikan kondisi popoknya. Asupan susu yang cukup terlihat setidaknya dari enam popok basah dalam sehari.

 

  1. Anonim. 2018. When your baby won’t breastfeed. https://www.babycentre.co.uk/a8490/when-your-baby-wont-breastfeed. (Diakses pada 17 Juni 2021).
  2. Kurke, Melissa A. Why would a baby go on a breast-feeding strike?. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/expert-answers/breastfeeding-strike/faq-20058157. (Diakses pada 17 Juni 2021).
  3. Murray, Donna. 2020. When Your Baby Won’t Breastfeed. https://www.verywellfamily.com/breast-refusal-431907. (Diakses pada 17 Juni 2021).


DokterSehat | © 2021 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi