Terbit: 18 August 2018 | Diperbarui: 21 March 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Apakah jenis diet populer yang sering atau sedang Anda terapkan?

Sering Dipilih, Ketahui Manfaat & Bahaya 3 Jenis Diet Populer Ini!

Beberapa jenis diet populer seperti diet paleo atau diet golongan darah menjadi jenis diet yang paling banyak dipilih untuk menurunkan berat badan.

Kepopuleran berbagai jenis diet tersebut, tentu membuat nama diet tersebut super terkenal dan banyak orang yang tertarik untuk mencobanya.

Biasanya, beberapa orang yang telah berhasil menerapkan diet populer tersebut mengklaim keberhasilannya karena satu jenis diet populer, padahal semua jenis diet populer tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sebelum menerapkan berbagai jenis diet populer, tentu ada baiknya Anda mengetahui apa saja manfaat dan bahaya penerapan berbagai jenis diet yang sudah populer.

Hal ini akan membuat Anda lebih mendapatkan manfaat diet dengan lebih maksimal dan mencegah terjadinya bahaya akibat penerapan diet populer dengan asal.

Berikut, beberapa manfaat dan bahaya penerapan berbagai jenis diet populer:

1. Diet keto

doktersehat minyak zaitun untuk pelumas

photo credit: Pexels

Belakangan ini diet keto menjadi jenis diet yang super terkenal. Hal ini tentu wajar mengingat diet keto di klaim mampu menurunkan berat badan dengan cepat dan dapat dipertahankan.

Bagaimana penerapan diet keto?
Diet keto diterapkan dengan membatasi asupan karbohidrat dan mengonsumsi makanan dengan kandungan lemak tertentu, utamanya lemak baik. Kondisi ini akan membuat tubuh mengalami kondisi ketosis, atau pembakaran lemak menjadi energi, yang akan efektif menurunkan berat badan.

Manfaat diet keto

Diet keto memiliki beberapa manfaat diantaranya:
Mengontrol asupan karbohidrat dan turunannya dalam tubuh
– Asupan lemak dalam tubuh merupakan jenis asupan lemak yang baik, dan
Menurunkan berat badan dan mampu mempertahankannya dengan baik

Akan tetapi, diet keto memiliki cukup banyak risiko atau bahaya, yaitu:

  • Asupan gizi tidak seimbang
  • Asupan jenis lemak justru tidak tepat, sehingga konsumsi lemak tidak jenuh justru bisa jadi lebih banyak
  • Tubuh kekurangan zat gizi jika diterapkan dalam jangka waktu lama, karena diet keto sebenarnya ditujukan untuk penyembuhan kondisi epilepsi.

2. Diet paleo

Sudah pernahkah Anda mencoba menerapkan diet paleo? Diet paleo disebut sebagai jenis diet yang sehat karena sesuai dengan kebutuhan zat gizi dan kondisi kesehatan fisik dasar manusia.

Penerapan diet paleo
Diet paleo diterapkan dengan mengonsumsi makanan plant based food dan menghindari konsumsi makanan olahan maupun makanan dari hewani.

Hal ini diterapkan dengan meniru pola makan manusia zaman paleo yang lebih sehat karena konsumsi makanan atau minumannya hanya dari alam atau hasil bercocok tanam.

Manfaat diet paleo

  • Diet paleo dapat mendukung pemenuhan kebutuhan serat harian karena mengonsumsi banyak makanan dari tanaman yang kaya serat.
  • Diet paleo baik untuk tubuh karena asupan gula, garam, lemak dan pengawet bisa sangat dikontrol.

Bahaya diet paleo

Diet paleo dapat menyebabkam tubuh rentan kekurangan zat gizi, karena penerapannya yang ekstrem, akan membuat asupan zat gizi dari hewani, misalnya protein hewani, zat besi dan vitamin B12 kurang tercukupi.

3. Diet golongan darah

diet-keto-doktersehatApakah Anda pernah tertarik atau bahkan telah mencoba diet golongan darah? Diet golongan darah cukup populer karena mengklaim mampu memberikan manfaat bagi kondisi kesehatn individu sesuai dengan apa golongan darahnya.

Kondisi ini dipengaruhi berbagai kondisi yang bisa memengaruhi sel darah tubuh dan kaitannya dengan kesehatan.

Manfaat diet golongan darah

Diet golongan darah disebut mampu memberikan manfaat berupa kondisi tubuh yang fit dan kesehatan yang optimal, namun hal ini masih banyak diperdebatkan karena hasil studi yang belum banyak membuktikan keberhasilannya.

Bahaya diet golongan darah

Diet golongan darah cenderung mengeliminasi beberapa jenis makanan dari golongan zat tertentu. Kondisi ini sangat berisiko menyebabkan tubuh kekurangan atau mengalami defisiensi zat gizi.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi