Terbit: 30 April 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Sudah pernah mendengar diet pegan? Diet pegan adalah diet yang menggabungkan diet paleo dan vegan. Dua jenis diet yang telah terbukti sehat tersebut digabungkan untuk mendapatkan manfaat yang di klaim lebih maksimal. Benarkan demikian?

Diet Pegan, Kombinasi Paleo dan Vegan, Lebih Sehatkah?

Diet pegan dicetuskan oleh doktor dari Cleveland Clinic yaitu doktor Mark Hyman. Diet paleo dikombinasikan dengan diet vegetarian disebut mampu memberikan manfaat hebat dan akan menjadi terobosan gaya hidup sehat yang baru.

Penerapan diet pegan

Kedua diet ini secara umum memiliki prinsip dasar diet yang sama yaitu mengonsumsi makanan dari tanaman (plant based diet) dengan proporsi yang cukup banyak. Pada diet paleo daging segar boleh dikonsumsi, sehingga hal ini disebut mampu melengkapi kelemahan diet vegan yang rentan mengalami kekurangan asupan gizi protein hewani.

Dari prinsip diatas maka diet pegan dilakukan dengan:

  • Mengonsumsi plant based food yang lebih banyak, yaitu karbohidrat dari whole grain, buah, sayur dan kacang-kacangan
  • Mengonsumsi makanan hewani yang segar, bukan processed meat
  • Konsumsi minyak dari minyak nabati, misalnya minyak dari kacang-kacangan atau biji-bijian
  • Membatasi konsumsi makanan berpemanis buatan

Lalu, sehatkah penerapan diet pegan?

Dietitian dari Health.com, Cynthia Sass, membahas bagaimana manfaat dari penerapan diet pegan untuk kesehatan.

Menurutnya diet pegan menerapkan prinsip diet yang sesuai dengan kebutuhan kesehatan tubuh. Dimana sebagian besar, hampir 75%, kebutuhan tubuh sebaiknya dipenuhi dari plant based food.

Selain itu pembatasan asupan makanan yang diproses dan gula buatan juga mendukung kondisi kesehatan tubuh semakin optimal.

Diet pegan juga mampu memenuhi kebutuhan protein hewani dan lemak baik, dengan tetap mengonsumsi produk hewani dan melakukan pemilihan lemak yang tepat untuk tubuh.

Nah, bagaimana tertarikkah Anda mencoba manfaat sehat dari diet pegan?


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi