Terbit: 16 March 2018 | Diperbarui: 27 October 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Wanita lebih jarang mendapat orgasme ketimbang pria? Ya, itu faktanya. Bahkan, pada beberapa kasus, wanita tak mendapat ogasme padahal si pria sudah mencapai klimaks. Memang, keintiman antara laki-laki dan wanita memang berbeda, termasuk dalam urusan orgasme.

Mengapa Wanita Sulit Orgasme? Ini Ternyata Penyebabnya

Tentunya hal tersebut menjadi sebuah pertanyaan besar, mengapa wanita sangat sulit mendapatkan orgasme?

Menurut pakar seksual asal New York, wanita memang cukup sulit mendapatkan orgasme, terlebih klimaks saat usia muda. Sebab, pengalaman bercinta masih sangat minim bila dibandingkan mereka yang sudah usia matang. Dituturkan lagi bahwa wanita akan mendapat orgasme jika hanya diindahkan dengan penis.

Maka, dari berbagai sumber yang dihimpun, cara ampuh agar wanita bisa orgasme dan mencapai klimaksnya adalah dengan memberi rangsangan terlebih dahulu sebelum mulai hubungan. Rangsangan sendiri tidak hanya berkutat pada gerakan-gerakan pemanasan, tapi juga bisa dengan kata-kata indah yang dituturkan oleh pria.

Selama penetrasi, ada baiknya mendekati wanita secara fisik dan emosional. Sebab, salah satu alasan wanita tidak mencapai orgasme juga dikarenakan pikiran yang tidak nyaman serta tidak terfokus pada hubungan intim yang sedang dilakukan.

Dengan ‘memainkan’ beberapa bagian tubuh yang sekiranya bisa mengundang gairah, berilah wanita kalimat-kalimat manis yang bisa menyenangkan pikirannya hingga ia melayang dalam sebuah permainan.

Penting diketahui juga, setidaknya butuh 20 menit pertama untuk membuat wanita menjadi orgasme dengan pemanasan atau foreplay. Jadi, alangkah baiknya bagi pria untuk mengerti durasi tersebut dan tidak memikirkan kenikmatan sendiri saja. Buat kondisi semakin panas dengan mempertahankan foreplay setidaknya 20 menit sebelum melaju ke permainan yang sesunggunhya.

Itulah beberapa fakta mengenai orgasme, khususnya wanita.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi