Terbit: 5 Maret 2018
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Setelah belajar secara intensif, Anda mungkin tidak berpikir untuk berolahraga. Tetapi sebuah studi baru menunjukkan bahwa secara fisik aktif empat jam setelah belajar dapat membantu siswa menyimpan informasi yang baru mereka pelajari.

Olahraga Setelah Belajar Mampu Menguatkan Daya Ingat, Benarkah?

Untuk penelitian ini, periset merekrut 72 pria dan wanita, kemudian meminta mereka melakukan tes memori 40 menit melakukan tes melihat gambar benda biasa yang dipresentasikan di satu dari enam lokasi di layar komputer. Peserta diminta untuk mengingat apa benda itu dan posisi apa yang mereka katakan.

Setelah tes, satu per tiga peserta melakukan latihan intensitas tinggi 35 menit dengan sepeda stasioner, sementara kelompok lain menunggu empat jam sebelum berpartisipasi dalam latihan yang sama, dan kelompok ketiga tidak berolahraga sama sekali.

Dua hari kemudian, semua subjek menyelesaikan tes memori yang sama untuk mengetahui berapa banyak informasi yang mereka miliki. Kemudian, mereka menjalani pemindaian otak saat melakukan tes ulang, yang memungkinkan peneliti menganalisis pola aktivitas otak mereka.

Para peneliti, seperti melansir Natural Society, menemukan bahwa orang yang menunggu empat jam untuk bekerja mempertahankan informasi paling banyak dua hari kemudian. Kelompok yang tidak berhasil memiliki performa terbaik kedua.

Seorang periset mengatakan bahwa walaupun tidak jelas mengapa menunggu untuk berolahraga membantu orang mempertahankan lebih banyak memori.

Saat berolahraga dapat melepaskan neurotransmitter seperti dopamin dan noradrenalin, dan zat kimia otak membantu meningkatkan daya ingat.

Periset menduga bahwa efek psikologis dari berolahraga tepat setelah belajar dapat menyebabkan beberapa gangguan antara informasi yang dikumpulkan dan pembentukan ingatan baru.

Namun ia juga mengatakan bahwa periset tidak tahu apakah berolahraga empat jam setelah belajar adalah waktu optimal untuk mempertahankan informasi, karena hanya dua kondisi lain yang dipertimbangkan dalam penelitian ini.

Kemungkinan manfaat memori yang ditingkatkan lebih besar lagi jika peserta berlatih dua jam setelah belajar, atau dengan melakukan jenis latihan yang lain.

Periset berencana untuk melakukan studi lanjutan untuk menyelidiki bagaimana berolahraga pada interval waktu yang berbeda, seperti dua atau delapan jam setelah belajar, memengaruhi ingatan jangka panjang.

Sementara itu, hal lain yang dapat menguatkan memori adalah menguasai dua bahasa. Jika seseorang aktif menggunakan dua bahasa akan membuat memori otak terlindungi, sehingga menurunkan risiko terkena demensia saat lansia hingga lima tahun lebih lama.

Bila dibiasakan menggunakan dua bahasa, kemungkinan otak akan membangun cadangan kognitif hingga menguatkan memori. Jadi, mau coba yang mana?

 


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi