Terbit: 24 Agustus 2018 | Diperbarui: 3 Juni 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Dalam setiap kali melakukan olahraga, tubuh kita pasti akan mengalami berbagai reaksi alami, seperti berkeringat, pegal, dan otot terasa sakit. Namun, itu semua adalah hal yang wajar dan akan dialami oleh siapapun yang berolahraga. Sifatnya pun sementara dan akan hilang dengan sendirinya.

Pernah Alami Kaki Gatal Saat Olahraga?

Namun, lebih dari itu ternyata ada sebuah kondisi alami yang terkesan cukup aneh dan dialami oleh kebanyakan orang yang berolahraga, yakni tungkai menjadi gatal yang tak tertahankan. Jika Anda pecinta olahraga, khususnya lari, pasti pernah merasakan hal yang sama bukan?

Ya, kadang kala setiap kali melakukan olahraga yang mengandalkan kekuatan kaki, maka beberapa bagian kaki menjadi gatal mendadak. Parahnya lagi, rasa gatal itu seperti berpindah-pindah sehingga kita tidak bisa menggaruknya pada posisi yang benar. Kadang juga, walaupun sudah digaruk rasa gatalnya tetap tidak hilang sehingga cukup menyebalkan.

Kira-kira apa yang menyebabkan hal itu terjadi?

Perlu diketahui sebelumnya, kaki gatal ketika lari tentu saja sebuah reaksi alami yang bisa dijelaskan secara ilmiah. Secara sederhana, hal itu bisa dikarenakan oleh berubahnya pembuluh darah. Di mana aliran darah menjadi sangat cepat dan kapiler serta arteri kecil menjadi kembang lebih cepat. Pengembangan atau pelebaran itu berfungsi untuk memperlancar peredaran darah ketika sedang beraktivitas berat.

Pengiriman darah ini akan sangat lancar terjadi ketika seseorang terbiasa berolahraga. Namun sebaliknya, ketika seseorang jarang berolahraga, maka pemompaan darah ke kaki akan menjadi lebih susah karena kapiler cenderung mengempis.

Nah, saat kapiler itu meluas, barulah saraf akan terstimulasi dan mengirim pesan ke otak untuk melepas senyawa kimia yang bernama histamine. Nah, histamine itulah yang nantinya akan menimbulkan sensasi gatal pada beberapa bagian kaki. Rasa gatal ini tidak bisa dihindari, tapi bisa diminimalkan dengan rutin bergerak atau rutin berolahraga.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi