Terbit: 9 September 2021
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: Tim Dokter

Meskipun merampingkan tubuh, ada efek samping sedot lemak yang patut diwaspadai! Efek sampingnya mulai dari kulit yang bergelombang hingga masalah jantung. Simak informasi selengkapnya di bawah ini.

Sebelum Sedot Lemak (Liposuction), Ketahui 13 Efek Sampingnya!

Apa Itu Sedot Lemak?

Sedot lemak atau dalam istilah medis disebut liposuction, adalah prosedur pembedahan yang menggunakan teknik memecah dan penyedotan untuk mengangkat lemak berlebih di bagian tubuh tertentu, termasuk perut, pinggul, paha, bokong, lengan, atau leher.

Liposuction bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan akibat kelebihan lemak. Namun, prosedur ini semakin populer untuk kebutuhan kosmetik atau memperbaiki penampilan tubuh, biasanya melangsingkan bagian perut.

Efek Samping Sedot Lemak

Seperti prosedur operasi lainnya, liposuction juga memiliki risiko perdarahan, infeksi, dan reaksi negatif terhadap anestesi. Risiko komplikasi biasanya terkait dengan seberapa besar prosedurnya, serta keterampilan seorang ahli bedah dan pelatihan khusus.

Berikut ini risiko kompilasi akibat efek samping sedot lemak:

1. Kantuk

Mengantuk adalah efek samping yang paling umum terjadi setelah liposuction. Jika operasi dilakukan di bawah pengaruh anestesi, pasien mungkin akan merasa mengantuk atau pusing karena efek anestesi berangsur hilang.

Efek anestesi akan hilang 24 jam setelah prosedur pembedahan. Namun, obat-obatan anestesi  akan benar-benar hilang sepenuhnya dari tubuh dalam waktu kurang dari satu minggu.

2. Nyeri setelah Pembedahan

Nyeri adalah efek samping sedot lemak yang sangat umum terjadi dari sebagian besar operasi. Untungnya, rasa sakit biasanya hanya sementara dan dapat dikendalikan menggunakan obat bebas (over the counter) atau analgesik yang diresepkan oleh dokter.

3. Mati Rasa

Tidak hanya nyeri atau rasa sakit pada bagian tubuh yang mendapatkan prosedur pembedahan, mati rasa adalah efek lainnya. Mati rasa bisa berlangsung hingga beberapa minggu setelah perawatan karena kerusakan saraf superfisial akibat prosedur sedot lemak.

4. Penumpukan Cairan

Kemungkinan kantong cairan (seroma) dapat terbentuk di bawah kulit setelah prosedur pembedahan. Seroma adalah kondisi ketika serum yang berasal dari darah di bawah permukaan kulit, menyebabkan pembengkakan dan nyeri. Kanton cairan tampak seperti lepuhan berukuran besar.

Untungnya, seroma dapat dikeringkan dengan menggunakan jarum. Prosedur ini harus dilakukan oleh dokter.

5. Memar

Sedot lemak dapat memecah pembuluh darah kecil di sekitar area pembedahan. Prosedur ini  menimbulkan memar yang menyakitkan segera setelah perawatan.

Ketika pembuluh darah sembuh, tonjolan memar akan mulai mereda sekitar minggu pertama penyembuhan. Sebagian besar pasien akan mengalami memar yang dapat berkurang dua hingga empat minggu setelah operasi.

Jika memar yang tidak kunjung memudar, segera periksakan ke dokter karena risiko pendarahan internal. Memar yang parah kemungkinan besar terjadi pada pasien yang memiliki kecenderungan perdarahan atau pasien yang menggunakan obat-obatan seperti anti-inflamasi atau aspirin.

6. Infeksi Kulit

Meskipun jarang terjadi, ada kemungkinan bahwa setelah menjalani operasi sedot lemak, pasien berisiko terkena infeksi kulit parah yang dapat mengancam jiwa. Terkadang infeksi memerlukan pengobatan melalui pembedahan, dengan risiko timbulnya jaringan parut.

7. Pembengkakan

Efek pembengkakan merupakan reaksi alami tubuh terhadap setiap gangguan atau trauma pada jaringan tubuh. Pembengkakan bisa semakin meningkat selama beberapa hari pertama setelah prosedur liposuction.

Ketika tubuh menyerap cairan, pembengkakan akan mereda seiring waktu. Kebanyakan pasien akan mengalami pengurangan pembengkakan dalam waktu tiga minggu setelah operasi, tetapi terkadang efek samping sedot lemak ini bisa bertahan selama tiga bulan.

8. Ketidaknyamanan

Ketidaknyamanan setelah prosedur pembedahan akan berbeda pada setiap pasien. Ini tergantung pada tingkat sedot lemak dan bagian tubuh yang menjalani perawatan.

Beberapa pasien menyadari bahwa efek samping sedot lemak perut ini meningkat sekitar satu atau dua hari setelah prosedur pembedahan, dan kemudian mereda secara bertahap. Dokter mungkin akan mengantisipasi ketidaknyamanan dan meresepkan obat pereda nyeri yang sesuai untuk kondisi pasien.

9. Lemak Menghambat Arteri

Potongan-potongan lemak yang kendur bisa pecah dan terjebak dalam pembuluh darah, kemudian mengendap di paru-paru atau mengalir ke otak. Kondisi ini dapat disebut emboli lemak yang merupakan keadaan darurat medis.

10. Gangguan Organ Dalam

Bahaya sedot lemak dapat berisiko mengalami gangguan organ dalam, termasuk pada ginjal, jantung, dan paru-paru yang mengancam jiwa. Ini karena perubahan drastis kadar cairan dalam tubuh selama prosedur pembedahan.

11. Kulit Bergelombang

Penyedotan lemak yang tidak merata, membuat elastisitas kulit yang buruk atau penyembuhan yang tidak biasa bisa mengakibatkan kulit tampak bergelombang. Kerusakan di bawah kulit akibat tabung (kanula) yang digunakan selama prosedur sedot lemak dapat membuat kulit terlihat berbintik-bintik permanen.

12. Toksisitas Lidokain

Lidokain adalah obat bius (penghilang rasa sakit) yang diberikan dengan cairan melalui suntikkan selama sedot lemak untuk membantu mengatasi rasa sakit. Meskipun biasanya aman, tetapi dalam keadaan yang jarang terjadi, toksisitas lidokain dapat terjadi. Hal ini menyebabkan masalah jantung dan sistem saraf pusat yang serius.

Sebelum menjalani prosedur operasi, pastikan pasien telah berkonsultasi yang tepat dengan terapis atau dokter. Selalu periksa referensi, dan pastikan bahwa pasien bersedia untuk hidup dengan perubahan, baik maupun buruk.

13. Jaringan Parut

Tingkat pembengkakan berbeda tergantung pada luasnya operasi sedot lemak dan berapa banyak sayatan yang diperlukan. Dalam kebanyakan kasus, jaringan parut atau bekas luka akan memudar selama beberapa minggu, tetapi bisa membutuhkan waktu hingga satu tahun untuk sembuh dari efek samping suntik sedot lemak.

Perawatan Setelah Sedot Lemak

Meskipun sedot lemak atau liposuction tidak meninggalkan sayatan besar, tetapi penting untuk mengetahui bagaimana cara merawat tubuh setelah prosedur liposuction.

Berikut ini beberapa perawatan setelah sedot lemak:

1. Menggunakan Pakaian Kompresi

Pakaian kompresi harus dipakai pasien setiap saat kecuali saat mandi. Ini adalah pakaian khusus untuk mengurangi pembengkakan dan mempercepat pemulihan. Ahli bedah plastik akan memberi tahu kapan pasien bisa berhenti mengenakan pakaian ini.

2. Bergerak Setiap Dua Jam

Menggerakkan tubuh dengan ringan setiap dua jam dapat mencegah pembentukan bekuan darah. Bergerak juga akan membantu menjaga cairan tetap mengalir di dalam tubuh dan mengurangi pembengkakan.

3. Mandi setelah 24 Jam

Beberapa ahli bedah plastik mungkin akan mengizinkan pasien untuk mandi 24 jam setelah operasi. Namun, penting untuk mendapatkan pemeriksaan terlebih dahulu karena dokter mungkin saja menganjurkan pasien tetap mengenakan pakaian kompresi selama 2-3 hari, dan kemudian mandi.

Ketika mandi, pasien dapat menggunakan sabun dan air ke area tersebut tanpa menggosok. Area tersebut harus dikeringkan dengan lembut menggunakan handuk bersih. Setelah mandi, pastikan benar-benar kering  dan lakukan ini selama dua minggu setelah operasi.

 

  1. Elitou, Tweety. 2019. 7 Shocking Liposuction Side Effects That No One Talks About. https://www.bet.com/style/living/2019/06/14/risks-of-liposuction.html (Diakses pada 9 September 2021)
  2. Mandal, Ananya. 2019. Liposuction Side Effects. https://www.news-medical.net/health/Liposuction-Side-Effects.aspx (Diakses pada 9 September 2021)
  3. Mayo Clinic Staff. 2021. Liposuction. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/liposuction/about/pac-20384586 (Diakses pada 9 September 2021)
  4. Nordqvist, Christian. 2018. What are the benefits and risks of liposuction?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/180450 (Diakses pada 9 September 2021)
  5. Odunze, Millicent. 2019. Liposuction Care After Surgery. https://www.verywellhealth.com/how-to-care-for-your-body-after-liposuction-2709843 (Diakses pada 9 September 2021)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi