Terbit: 8 October 2020
Ditulis oleh: Gerardus Septian Kalis | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Penyebab kulit berminyak bermacam-macam, ada yang disebabkan karena faktor keturunan hingga gaya hidup tertentu. Ketahui lebih lanjut mengenai penjelasan mengenai berbagai kondisi yang bisa menyebabkan kulit memiliki minyak berlebih!

14 Penyebab Kulit Berminyak pada Wanita dan Pria

Berbagai Penyebab Kulit Berminyak

Penting untuk diketahui, pada dasarnya setiap orang memiliki minyak di kulitnya. Di bawah setiap pori terdapat kelenjar sebaceous yang menghasilkan minyak alami yang disebut sebum. Minyak ini menjaga kulit tetap terhidrasi dan sehat.

Berikut adalah berbagai penyebab kulit berminyak yang umum terjadi, di antaranya:

1. Genetika

Minyak berlebih pada kulit juga bisa disebabkan oleh faktor gen. Apabila di dalam anggota keluarga ada yang memiliki kondisi ini, maka besar kemungkinan Anda akan mengalaminya juga.

Sayangnya, tidak ada cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi hal ini kecuali mengelola kebiasaan gaya hidup dan mempraktikkan perawatan kulit yang baik.

2. Tempat Tinggal

Seseorang cenderung memiliki kulit berminyak berlebih jika berada di iklim yang panas dan lembap. Meski kondisi ini tidak sepenuhnya bisa diatasi, langkah yang bisa dilakukan adalah menyesuaikan rutinitas dengan suhu lingkungan sekitar. Siapkan handuk untuk membantu menyerap minyak berlebih.

3. Pori-Pori Membesar

Pada beberapa kasus, pori-pori bisa mengembang karena usia, fluktuasi berat badan, dan jerawat sebelumnya. Pori-pori yang lebih besar juga cenderung menghasilkan lebih banyak minyak. Menjaga kebersihan pada area wajah yang memiliki pori-pori membesar menjadi penting karena pori-pori tidak bisa dikecilkan.

4. Menggunakan Produk Perawatan Kulit yang Salah

Penyebab kulit berminyak juga bisa disebabkan oleh penggunaan produk perawatan kulit yang tidak sesuai dengan jenis kulit. Beberapa orang salah mengira bahwa ini adalah kulit kombinasi (perpaduan kulit berminyak dan kulit kering) sehingga mungkin saja orang tersebut menggunakan krim yang terlalu berat.

Menggunakan produk perawatan kulit yang tepat dapat membuat perbedaan besar pada jumlah minyak di wajah Anda.

5. Perawatan Kulit yang Berlebihan

Di sisi lain, terlalu sering mencuci muka atau melakukan eksfoliasi juga bisa membuat kulit menjadi berminyak. Menghilangkan terlalu banyak minyak di kulit justru dapat menyebabkan kelenjar sebaceous berubah ke mode darurat, di mana kelenjar akan menghasilkan lebih banyak minyak untuk menggantikan minyak yang hilang.

Oleh karena itu, Anda hanya perlu mencuci kulit dua kali sehari untuk mencegah minyak berlebih.

6. Kondisi Hormon

Ketidakseimbangan hormon dapat disebabkan oleh banyak hal mulai dari pola makan, olahraga, penggunaan kontrasepsi, menstruasi, kehamilan, dan menopause. Perubahan kadar hormon yang terjadi pada tubuh menyebabkan kelenjar sebaceous terlalu aktif yang kemudian memproduksi minyak berlebih.

Pria cenderung menghasilkan lebih banyak sebum karena kadar testosteronnya yang lebih tinggi, tetapi bagi wanita, produksi sebum meningkat setiap bulan karena fluktuasi hormon yang disebabkan oleh ovulasi.

7. Terlalu Banyak Mengonsumsi Produk Olahan Susu

Beberapa produk olahan susu seperti keju, yoghurt, dan mentega ternyata bisa menjadi penyebab kulit berminyak. Menurut American Academy of Dermatology, dibanding beberapa produk olahan lainnya, susu dapat menyebabkan peradangan yang memicu munculnya jerawat.

Kandungan hormon yang terdapat di setiap produk olahan susu menyebabkan ketidakseimbangan dalam produksi minyak dan menyebabkan kulit berminyak, hal ini bisa menjadi masalah terutama seseorang yang rentan berjerawat.

8. Konsumsi Suplemen dan Obat-Obatan Tertentu

Sebuah studi mengungkapkan bahwa mengonsumsi vitamin B12 dapat memicu timbulnya jerawat. Beberapa orang tidak menyadari hal ini karena suplemen tersebut bisa dibeli bebas di apotek.

Oleh karena itu, pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter kulit sebelum memulai atau menghentikan obat apa pun. Selain itu tanyakan tentang efek samping yang bisa terjadi pada tubuh jika Anda mengonsumsinya.

9. Sedang Stres

Selain memengaruhi kondisi mental, stres ternyata juga bisa menjadi penyebab kulit berminyak. Saat tubuh stres, tingkat hormon stres tubuh (kortisol) akan mengalami peningkatan. Hal ini pada gilirannya dapat menyebabkan peningkatan produksi minyak, jerawat, dan masalah kulit lainnya.

Pelajari bagaimana cara mengelola stres agar dapat membantu menjaga kulit tidak semakin parah.

10. Mengenakan Make up Tebal

Make up tebal dengan cakupan penuh dapat meningkatkan produksi minyak dan menyumbat pori-pori. Hal ini harus menjadi perhatian terutama jika Anda memiliki kulit wajah yang rawan terkena noda, karena dapat menimbulkan jerawat dan kulit berminyak lebih banyak.

Jika kondisi mengharuskan Anda menggunakan make up, pilihlah jenis dengan tekstur yang lebih ringan dan gunakan produk yang di labelnya terdapat kata ‘oil-control’ atau ‘mattifying’.

11. Asupan Air yang Sedikit

Hidrasi yang cukup bisa membuat kelenjar sebaceous tidak terlalu banyak memproduksi minyak. Minum air dalam jumlah yang cukup sepanjang hari menyebabkan lebih sedikit penyumbatan pada kelenjar kulit dan lebih sedikit peradangan.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah minum dua liter air setiap dan hindari konsumsi soda karena soda tidak menghidrasi tubuh dengan cara yang sama, bahkan bisa menimbulkan masalah kulit.

12. Menggunakan Tabir Surya yang Salah

Menggunakan tabir surya setiap hari adalah sesuatu yang baik bagi Anda yang tinggal di iklim tropis. Namun terdapat tabir surya tertentu yang meninggalkan residu berminyak di permukaan kulit, di mana hal ini dapat menyebabkan noda dan iritasi kulit.

Pilihlah tabir surya yang mengandung niacinamide, karena dapat membantu mengatasi jerawat, menenangkan kulit, sekaligus memberikan perlindungan terhadap sinar ultraviolet.

13. Bahan Seprai

Pilihlah bahan seprai yang terbuat dari serat alami seperti katun dan linen, serta hindari penggunaan seprai dengan bahan poliester. Serat alami membantu menyerap produksi minyak dan mengurangi iritasi pada kulit. Sebagai tambahan, hindari penggunaan deterjen yang keras dan penggunaan pelembut kain saat mencuci seprai.

14. Usia

Kulit berminyak umumnya terjadi selama masa pubertas. Sekitar 75% orang yang berusia 15 sampai 20 tahun memiliki kondisi ini. Pada beberapa orang, minyak berlebih di kulit juga bisa muncul hingga usia 60 tahun.

 

  1. Cherney, Kristeen. 2018. 7 Causes of Oily Skin. https://www.healthline.com/health/oily-skin-causes#genetics. (Diakses pada 8 Oktober 2020).
  2. Sinrich, Jenn. 2019. 11 Surprising Reasons Your Skin Gets So Greasy. https://www.thehealthy.com/beauty/face-body-care/surprising-reasons-greasy-oily-skin/. (Diakses pada 8 Oktober 2020).
  3. Quaine, Christina. 2019. Oily skin: what you need to know. https://www.hollandandbarrett.com/the-health-hub/conditions/skin-health/oily-skin/what-is-oily-skin/. (Diakses pada 8 Oktober 2020).


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi