Terbit: 29 November 2021 | Diperbarui: 4 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: dr. Ursula Penny Putrikrislia

Saat ini blue light therapy sedang tren sebagai salah satu cara mengatasi jerawat membandel. Terapi ini dapat ditemui di klinik-klinik kecantikan profesional. Bagi mereka yang memiliki jerawat besar dan meradang, cara ini menjadi alternatif yang cukup menjanjikan.

Blue Light Therapy: Manfaat, Cara Kerja, dan Efek Samping, dll

Apa Itu Blue light therapy?

Blue light therapy adalah terapi non-farmakologi (tanpa obat-obatan) untuk mengatasi jerawat. Terapi ini menggunakan cahaya biru yang memiliki panjang gelombang 415 mm.

Sumber cahaya adalah lampu fluoresen berintensitas rendah. Ada juga yang menggunakan lampu metal halide.

Sebenarnya sinar blue light bisa didapatkan dari matahari secara langsung, namun paparan sinar Ultra Violet A (UVA) dari matahari juga akan mengenai kulit dan mengakibatkan kerusakan. Karena itulah diciptakan alat terapi yang khusus mengeluarkan gelombang cahaya khusus.

Terapi cahaya biru memiliki sifat anti bakteri dan anti inflamasi. Bekerja dengan cara membunuh bakteri Propionibacterium acnes yang menyebabkan jerawat di kulit.

Keunggulannya adalah setelah melakukan terapi blue light therapy pasien boleh terkena sinar matahari langsung. Tidak seperti photodynamic therapy.

Blue light therapy juga tidak menyebabkan rasa sakit. Tidak meninggalkan jaringan parut dan bekas luka di wajah. Metode kecantikan ini juga telah disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA).

Walaupun kini sudah ada yang menjual alat terapi cahaya biru di pasaran, lebih disarankan melakukan terapi ini di klinik dengan dokter kecantikan profesional, bersertifikat, dan terpercaya.

Baca Juga: Teknik Perawatan Kulit Slugging, Ini Fungsi dan Prosesnya!

Apa Saja Manfaat Blue light therapy?

Sebagai terapi alternatif untuk menghilangkan jerawat membandel, manfaat blue light therapy adalah:

  • Membunuh bakteri penyebab jerawat yang berada di permukaan kulit wajah.
  • Mengurangi produksi sebum (minyak berlebih) sehingga dapat mengendalikan kadar minyak pada kulit.
  • Meredakan peradangan pada jerawat batu. Sekitar 59-76% lesi akan sembuh pada akhir terapi kedelapan.
  • Relatif aman dan tanpa efek samping.
  • Mencegah meningkatnya resistensi kuman terhadap antibiotik. Resistensi menyebabkan pasien harus mengkonsumsi dosis antibiotika yang lebih tinggi karena kuman yang disasar menjadi lebih kebal.
  • Terapi ini dapat dipadukan dengan perawatan menggunakan skincare, pengobatan secara oral maupun topikal.
  • Aman bagi ibu hamil dan menyusui.

Apa Efek Samping Penggunaan Blue light therapy?

Secara umum tidak ada efek samping yang sangat mengganggu dari terapi ini. beberapa efek samping ringan yang dilaporkan adalah rasa gatal pada wajah, kulit kering dan mengelupas, serta iritasi.

Semuanya tanpa ada indikasi kelainan fisik lainnya, sehingga tidak diperlukan terapi khusus untuk mengatasinya. Rasa sakit juga nyaris tidak ada pada terapi ini.

Berikut ini beberapa peringatan sebelum menggunakan blue light therapy:

  • Untuk kulit sensitif, kemungkinan akan ada rasa perih dan gatal. Disertai dengan sedikit iritasi dan kemerahan. Namun efek ini dapat dihilangkan dengan cepat menggunakan skincare alami.
  • Pemilik kulit sensitif tidak dianjurkan untuk melakukan terapi ini secara mandiri. Tujuannya agar efek samping dapat dicegah atau diantisipasi dengan baik.
  • Mereka yang memiliki penyakit kelainan darah dan menderita penyakit autoimun juga tidak diperbolehkan menjalani terapi sinar biru. Termasuk mereka yang memiliki alergi terhadap porifin.
  • Untuk penderita jerawat yang parah, terapi dapat dilakukan hingga dua kali seminggu. Dengan durasi antara 4-6 minggu. Sedangkan untuk jerawat ringan hingga sedang, cukup satu kali seminggu saja.

Blue light therapy bukan terapi terapi tunggal dalam mengatasi jerawat. Penggunaannya harus dibarengi dengan pengobatan topikal menggunakan produk perawatan kulit. Untuk jerawat yang parah juga disertai dengan antibiotik resep dokter.

Itulah sebabnya terapi sinar biru lebih disarankan untuk dilakukan di dokter kulit dan klinik kecantikan resmi bersertifikat. Melakukannya tanpa dapat menilai tingkat keparahan jerawat. Serta jika tanpa menimbang kondisi kesehatan justru akan merugikan pasien.

Baca Juga: Peeling Wajah: Manfaat, Jenis, Efek Samping, dll

Bagaimana Jika Terapi Dihentikan?

Jika jerawat sudah sembuh sepenuhnya, tentu terapi sinar biru dapat dihentikan. Namun selayaknya bagian tubuh yang lain, tanpa perawatan masalah kulit wajah akan kembali lagi. Jika terapi sudah tidak dilakukan, maka jalankanlah cara-cara berikut agar jerawat tidak kembali dan kulit tetap mulus.

  • Bersihkan wajah secara teratur dengan seksama
  • Jaga kelembapan wajah, karena kondisi kering akan memicu kulit untuk memproduksi sebum berlebih.
  • Jaga kualitas istirahat dan pola makan. Hindari makan gorengan dan junk food. Perbanyak makan buah dan sayur.
  • Perbanyak asupan vitamin C, omega 3, dan vitamin E.
  • Bersihkan barang-barang yang sering menempel ke wajah. Misalnya kuas make up, helm, dan ponsel.

Harga Blue Light Therapy

Dari segi biaya, terapi sinar biru memang cukup menguras dompet. Tentu saja karena selain membayar sesi terapi juga ada biaya konsultasi serta obat dan produk perawatan tambahan yang harus dibayar.

Di tiap wilayah, harga blue light therapy cukup beragam. namun sebagai gambaran di daerah Jabodetabek terapi ini berbiaya Rp200.000 hingga Rp1.000.000. biaya ini dapat bertambah jika ternyata ada masalah lain pada kulit wajah yang memerlukan penanganan khusus.

Sedangkan untuk alat blue light therapy yang dibeli secara online memiliki harga bervariasi. Sekitar Rp150.000 hingga Rp350.000. Alat terapi dengan harga di bawah itu juga ada, tetapi tidak direkomendasikan karena tidak terjamin mutunya.

Blue light therapy dapat menjadi alternatif untuk mengatasi jerawat batu dan membandel. Namun menjaga kesehatan dan kebersihan kulit juga tidak kalah penting. Pertimbangkan saran dokter kulit sebelum memutuskan untuk melakukan terapi.

 

  1. Cleveland Clinic. 2021. Blue Light Therapy for the Skin: What Can It Do? https://health.clevelandclinic.org/blue-light-therapy-for-the-skin-what-can-it-do/. (Diakses pada 25-11-2021).
  2. Gotter, Anne. 2017. Blue Light Therapy. https://www.healthline.com/health/blue-light-therapy. (Diakses pada 25-11-2021).
  3. Leonard, Jayne. 2021. The benefits and side effects of blue light treatment for acne. https://www.medicalnewstoday.com/articles/319254. (Diakses pada 25-11-2021).


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi