Terbit: 15 February 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Apakah anda sering makan almond? Selain di makan langsung, dapat diolah menjadi susu almond atau umumnya almond digunakan sebagai bahan makanan untuk tambahan topping pada kue, coklat, es krim atau makanan yang lainnya. Almond sering disebut sebagai kacang namun sebenarnya lebih tepat disebut sebagai buah karena almond memiliki bagian luar mirip cangkang yang keras.

Senyawa Berbahaya ini Ada di Almond

Dalam mengkosumsi almond ternyata ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan. Hal ini disebabkan almond memiliki kandungan senyawa berbahaya yaitu sianida. Sianida sudah kita kenal sebagai senyawa berbahaya yang bersifat racun untuk tubuh. Gejala yang timbul apabila kita mengonsumsi almond yang masih mengandung sianida adalah iritasi lidah, nyeri kepala, mual muntah, jantung berdebar, sesak nafas hingga pingsan.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan sianida pada almond umumnya terdapat pada almond liar yang masih memiliki kandungan amygdalin glikosida. Kandungan tersebut mampu melepaskan sianida, selain itu apabila almond diolah dengan tidak tepat juga akan menyebabkan kandungan sianida pada almond tetap ada.

Menurut pakar pertanian Nunung Nurjannah, sebelum almond siap untuk dikonsumsi, biji almond harus melalui proses pengolahan yang tepat. Biji almdond harus diproses dengan dalam suhu panas tertentu, hal ini selain untuk menghilangkan racun yang terdapat pada kandungan sianida juga dapat menghilangkan rasa pahit yang ada pada biji almond. Selain itu umumnya almond yang kita konsumsi kini merupkan almond yang dikembangkan (bukan almond liar) sehingga kandungan sianidanya lebih rendah dibandingkan dengan almond liar.

Meskipun almond memiliki kandungan sianida, namun pengolahan yang tepat mampu menghilangkan kandungan terebut. Selain itu almond memiliki banyak manfaat untuk tubuh melalui kandungan minyak, asam lemak omega dan asam palmitat yang dipercaya mampu memperkuat tubuh dan meningkatkan aliran darah. Jadi jangan takut makan almond ya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi