Terbit: 12 May 2018 | Diperbarui: 7 February 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Gangguan pendengaran kerap dianggap sepele padahal kondisi ini sangat mengganggu. Biasanya gangguan pendengaran dikaitkan dengan kebiasaan mendengar suara yang keras atau risiko dari faktor luar lainnya. Namun ternyata kemampuan pendengaran juga bisa dipengaruhi oleh pola makan lho.

Pola Makan Untuk Jaga Kesehatan Pendengaran

Ya, ternyata bukan hanya dari faktor luar, namun pola makan yang keliru dan diterapkan dalam jangka waktu lama akan meningkatkan risiko gangguan hingga kehilangan pendengaran. Meskipun tidak secara langsung dirasakan, namun efek yang terjadi bisa muncul setelah beberapa lama.

Hal ini telah diteliti dan terbukti oleh American Speech Language Hearing Association yang menunjukkan bahwa beberapa jenis asupan vitamin dan pola makan yang tepat akan mengurangi risiko seseorang mengalami kehilangan pendengaran.

Pola makan yang dianjurkan agar kita bisa mengurangi risiko adanya gangguan pendengaran, adalah:

1. Konsumsi vitamin C

Mencukupi kebutuhan vitamin C disebut mampu mencegah terjadinya gangguan pendengaran.

Meskipun hal ini tidak efektif untuk mencegah gangguan pendengaran yang terjadi akibat penambahan usia, namun paling tidak dengan mencukupi kebutuhan vitamin C gangguan pendengaran dapat dikurangi keparahannya.

2. Pola makan tinggi sayur dan buah

Hal ini dibuktikan dengan membandingkan asupan makan orang yang tidak memiliki gangguan pendengaran dengan orang yang telah mengalami gangguan, berupa kehilangan sebagian atau seluruh pendengaran.

Hasilnya menunjukkan bahwa orang dengan pola makan yang kaya akan sayur dan buah lebih rendah risikonya dalam mengalami gangguan pendengaran.

3. Pola makan rendah sodium dan lemak jenuh

Dengan metode penelitian yang sama, orang yang terbiasa mengonsumsi makanan tinggi sodium dan lemak jenuh terbukti memiliki risiko gangguan pendengaran lebih besar.

Untuk itu selalu batasi konsumsi makanan tinggi sodium yaitu makanan kemasan, baik camilan ataupun makanan kaleng. Serta batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh misalnya daging dengan banyak lemak atau daging unggas bagian kulit, ya.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi