Terbit: 22 Oktober 2018
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Terdapat sebuah mitos yang menyertai salah satu makanan tradisional yang digemari oleh sebagian besar masyarakat Indonesia, yakni jika pria terlalu sering mengonsumsi tempe, maka ia pun akan cenderung lebih rentan untuk mengalami gangguan kesuburan. Sebenarnya, apakah mitos ini sesuai dengan fakta medis?

Mitos Tentang Tempe Ini Ternyata Tidak Benar

Dalam mitos ini, disebutkan bahwa kandungan isoflavon yang bisa ditemukan di dalam kedelai, bahan utama dari tempe, bisa membuat kelenjar kelamin pada pria menyempit sehingga memicu penurunan produksi sperma dengan signifikan.

Sebuah penelitian pun dilakukan oleh Beaton dan rekan-rekannya pada 2010 lalu untuk membuktikan hal ini. Hasil dari penelitian ini adalah, kualitas sperma pria yang rajin mengonsumsi protein kedelai dengan kadar isoflavon tinggi cenderung setara dengan kualitas sperma yang rajin minum susu sapi. Selain itu, Beaton juga menyoroti kegemaran masyarakat Jepang dan Tiongkok mengonsumsi kedelai namun sama sekali tidak mengalami gangguan reproduksi.

Penelitian lain yang dipublikasikan hasilnya dalam Journal of American Dietetic Association menghasilkan fakta bahwa proses fermentasi yang dilakukan untuk membuat tempe dari kedelai membuat kadar isoflavon di dalamnya cenderung tidak setinggi di dalam kedelai murni. Bahkan, jumlah isoflavon di dalam tempe, susu kedelai, dan tahu juga berbeda-beda.

Satu hal yang pasti, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa jika kita rajin mengonsumsi kedelai sebanyak 25 gram setiap hari, maka risiko untuk terkena penyakit jantung bisa ditekan. Bahkan, kita juga bisa menurunkan kadar kolesterol total dalam tubuh hingga 9,3 persen. Menurut penelitian, mengonsumsi kedelai dan produk turunannya seperti tempe juga bisa membuat tulang terjaga kesehatannya sekaligus menurunkan risiko terkena osteoporosis hingga 5 persen.

Bagi penderita diabetes, kedelai juga termasuk dalam makanan yang aman untuk dikonsumsi mengingat nilai indeks glikemiknya yang cenderung rendah. Dengan mengonsumsi kedelai atau produk turunannya, maka kadar gula darah bisa dijaga tetap stabil sehingga tentu akan mencegah komplikasi pada penderita diabetes. Selain itu, rajin mengonsumsi kedelai terbukti mampu menurunkan risiko terkena kanker payudara serta kanker prostat.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi