Terbit: 2 September 2022 | Diperbarui: 3 September 2022
Ditulis oleh: Muhamad Nuramdani | Ditinjau oleh: dr. Sheila Amabel

Makanan tinggi albumin penting dikonsumsi untuk mencegah masalah kesehatan, terutama pada seseorang yang tubuhnya kekurangan albumin. Lantas, apa saja makanan yang mengandung albumin paling tinggi? Yuk, simak selengkapnya dalam ulasan di bawah ini.

10 Makanan yang Mengandung Albumin Tinggi

Makanan yang Mengandung Albumin Tinggi

Albumin adalah protein dalam darah yang membentuk sebagian besar plasma darah dan berperan penting dalam banyak fungsi organ tubuh. Bagi penderita kekurangan albumin atau disebut hipoalbuminemia, mengetahui makanan tinggi albumin adalah sesuatu yang penting.

Berikut ini berbagai makanan yang mengandung albumin tinggi, di antaranya:

1. Daging Ayam

Daging ayam adalah salah satu makanan berprotein tinggi yang bagus untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah.

Baik dipanggang, dioven, atau digoreng, satu porsi ayam mengandung sekitar 14 hingga 28 gram protein. Namun, hindari ayam yang digoreng karena biasanya mengandung natrium dan fosfor dalam jumlah tinggi, mineral yang harus dihindari penderita penyakit ginjal.

2. Daging merah rendah lemak

Daging merah  tanpa lemak tinggi zat besi, zinc, selenium, vitamin B12 dan B6. Meski begitu, mengonsumsinya dalam jumlah tinggi meningkatkan risiko masalah kesehatan, salah satunya adalah kanker kolorektal.

3. Telur

Satu butir telur mengandung sekitar 6 gram protein. Putih telur sendiri mengandung 100 persen albumin. Sedangkan dua putih telur mengandung 7,2 gram protein murni.

4. Ikan

Satu porsi ikan atau setara 3 ons mengandung protein sekitar 15-21 gram. Beberapa jenis ikan yang menjadi sumber protein yang baik yaitu salmon, makerel, hingga ikan trout. Mengolah ikan segar adalah yang terbaik, tetapi ikan beku juga menjadi pilihan yang bagus.

5. Susu

Susu dan semua makanan yang berbahan susu memiliki kandungan protein tinggi. Oleh karena itu, susu penting dikonsumsi setiap hari untuk menghindari tubuh kekurangan zat besi.

Produk olahan susu seperti yoghurt dan keju juga memiliki kandungan tinggi protein yang dapat meningkatkan kadar albumin dalam darah. Sementara itu, keju cottage memiliki lebih sedikit fosfor, kalium, dan lemak yang lebih menyehatkan.

Baca Juga: 19 Sumber Protein untuk Vegetarian (No. 8 Favorit)

6. Tahu

Jika Anda adalah seorang vegetarian atau vegan, jangan khawatir! Anda masih bisa mendapatkan protein yang kaya albumin dari produk nabati, yakni tahu. Satu porsi tahu mengandung sekitar 10 gram protein. Tahu adalah pilihan makanan yang menyehatkan.

7. Buah-buahan

Beberapa buah-buahan yang tinggi kandungan albumin juga perlu Anda masukan dalam menu sehari-hari. Buah-buahan tersebut yaitu manggis, kurma, jambu biji merah, pisang, apel, jeruk keprok, alpukat, markisa, peach, dan buah naga.

8. Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga merupakan makanan dengan kandungan proteinnya yang tinggi. Nah, mulailah memasukan kacang sebagai camilan atau menambahkannya dalam masakan. Lebih dari 20% protein terkandung dalam kacang-kacangan.

9. Brokoli

Makanan tinggi albumin lainnya yang mudah didapatkan adalah brokoli. Selain protein, kandungan lain yang bisa Anda dapatkan dari sayuran hijau ini yaitu serat, vitamin K, dan vitamin C.

10. Kentang

Kentang berukuran sedang yang dipanggang bersama dengan kulitnya mengandung protein sebanyak 4,55 gram. Tidak hanya protein, kentang memiliki vitamin C dan vitamin B6 yang berkhasiat memperbaiki kerusakan sel dan mempertahankan sistem kekebalan tubuh.

Baca Juga: 10 Jenis Protein dan Fungsinya untuk Tubuh Tetap Sehat

Bahaya Kekurangan Albumin

Tubuh yang kekurangan albumin dapat menimbulkan masalah kesehatan yang ditandai dengan sejumlah gejala, antara lain:

  • Edema (penumpukan cairan) di kaki atau wajah.
  • Kulit terasa lebih kasar atau lebih kering dari biasanya.
  • Rambut menipis.
  • Kulit yang terlihat kuning (penyakit kuning).
  • Kesulitan bernapas.
  • Merasa lemah atau lelah.
  • Detak jantung tidak teratur.
  • Penambahan berat badan yang tidak normal.
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Merasa dan muntah.
  • Diare.

Meski begitu, beberapa gejala yang terjadi tergantung pada faktor yang menyebabkan kondisi tersebut. Misalnya, jika hipoalbuminemia disebabkan oleh pola makan yang buruk, gejalanya bisa berkembang secara bertahap seiring waktu. Jika kondisi ini terjadi akibat luka bakar yang serius, gejala mungkin segera muncul.

Apabila mulai merasa lelah atau kesulitan bernapas tanpa peringatan, segera hubungi tenaga medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Nah, itulah berbagai macam sumber makanan yang mengandung albumin tinggi. Semoga informasi ini bermanfaat ya, Teman Sehat!

 

  1. Chertoff, Jane. 2019. 19 High-Protein Plant-Based Foods and How to Eat More of Them. https://www.healthline.com/health/food-nutrition/19-high-protein-vegetables. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  2. Jewell, Tim. 2018. What Is Hypoalbuminemia and How Is It Treated?. https://www.healthline.com/health/hypoalbuminemia. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  3. Kubala, Jillian. 2022. 16 Delicious High Protein Foods. https://www.healthline.com/nutrition/high-protein-foods. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  4. Petre, Alina dan Rachael L. 2022. The 18 Best Protein Sources for Vegans and Vegetarians. https://www.healthline.com/nutrition/protein-for-vegans-vegetarians. (Diakses pada 2 Agustus 2022)
  5. Villines, Zawn. 2018. What are the effects of low albumin?. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321149. (Diakses pada 2 Agustus 2022)


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi