Terbit: 10 Februari 2018 | Diperbarui: 3 Juni 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Zat besi (Fe) dapat diperoleh dari makanan. Jenis makanan yang kaya zat besi adalah sumber hewani, kacang-kacangan serta beberapa jenis buah dan sayur. Namun, selain jumlah kandungan zat besi, ternyata ada poin lain yang penting diperhatikan dalam mengonsumsi makanan yang kaya zat besi. Poin yang penting diperhatikan adalah kualitas zat besi pada golongan makanan tersebut.

Kandungan Zat Besi Diserap Tubuh Lebih Baik Dari Makanan Ini

Selain kita perlu memerhatikan jumlah kandungan zat besi, ternyata kualitas zat besi pada setiap golongan makanan perlu diperhatikan. Kualitas zat besi setiap golongan makanan tergantung pada ketersediaan biologik (bioavaibility) pada masing-masing makanan. Sehingga, kualitas zat besi pada setiap golongan makanan tidak semuanya sama. Semakin tinggi kualitas zat besi akan dapat diserap lebih baik oleh tubuh kita.

Kualitas zat besi pada golongan makanan sumber hewani contohnya, hati sapi, udang, dan daging adalah yang paling tinggi dibandingkan golongan makanan yang lain. Pada golongan kacang-kacangan contohnya kacang kedelai dan kacang hijau, kualitas zat besinya termasuk sedang. Sedangkan pada golongan sayuran contohnya bayam, memiliki kualitas zat besi yang rendah.

Lalu jenis makanan apa yang sebaiknya kita pilih sehingga dapat memenuhi kebutuhan zat besi dari segi jumlah dan kualitasnya? Dalam buku Prinsip Dasar Ilmu Gizi karangan seorang pakar gizi Sunita Almatsier kombinasi konsumsi antar masing-masing golongan makanan yaitu sumber hewani, kacang-kacangan serta sayur dapat diterapkan untuk memenuhi kebutuhan zat besi dan mampu diabsorb (diserap) tubuh dengan baik.

Jadi, untuk memenuhi kebutuhan zat besi tubuh, kita dapat mengkombinasikan antara golongan makanan hewani dengan sayur atau sumber hewani dengan kacang-kacangan. Sehingga kebutuhan zat besi tubuh kita dapat dipenuhi baik dari segi jumlah dan kualitas zat besinya.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi