Terbit: 14 December 2018 | Diperbarui: 6 June 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Saat kita membuat jus, biasanya kita dihadapkan pada dua buah pilihan, yakni membuat jus dingin yang diberi tambahan es batu atau membuat jus biasa tanpa tambahan es. Keduanya tetap memiliki rasa yang enak meskipun jus dingin biasanya lebih menyegarkan. Hanya saja, apakah ada perbedaan antara jus dingin vs jus biasa jika ditilik dari sisi kesehatan?

Lebih Sehat Mana, Jus Dingin atau Jus Biasa?

Memilih jus dingin atau jus biasa

Sama-sama terbuat dari buah-buahan, jus dingin biasanya akan memiliki daya tarik tersendiri karena dianggap jauh lebih segar dibandingkan dengan jus biasa. Hanya saja, pakar kesehatan menyebutkan bahwa suhu dari jus ternyata sebaiknya kita pertimbangkan agar kita bisa mendapatkan manfaat sehatnya.

Berikut adalah beberapa hal yang perlu kita perhatikan saat membuat jus.

  1. Kondisi kesehatan

Pakar kesehatan menyebut jus buah bisa dikonsumsi kapan saja. Hanya saja, jika kita ingin mengonsumsinya dengan es, pastikan bahwa tubuh kita sedang berada dalam kondisi fit sehingga tetap bisa mendapatkan manfaat segarnya. Jika tubuh sedang terkena flu atau mengalami peradangan, ada baiknya kita tidak mengonsumsi jus dengan tambahan es karena bisa saja membuat kondisi peradangan menjadi semakin parah.

  1. Cuaca

Saat cuaca sedang panas dan terik, mengonsumsi jus buah tentu akan bisa memberikan kesegaran tersendiri. Hanya saja, pastikan bahwa es batu yang digunakan memang terbuat dari air matang dan ditempatkan di wadah yang higienis. Jika es batu ini ternyata dibuat dari air mentah, maka kita pun akan lebih rentan terpapar bakteri atau kuman penyebab penyakit.

  1. Kondisi gigi kita

Jika kita memiliki masalah gigi sensitif, maka minuman dingin atau yang diberi tambahan es bisa menyebabkan sensasi ngilu jika menyentuh gigi kita. Karena alasan inilah penderita gigi sensitif sebaiknya minum jus dengan suhu biasa saja. Sebaliknya, jika kita tidak mengalami masalah ini, kita bisa saja mengonsumsi jus dingin dengan nyaman.

  1. Nutrisi dari jus yang kita konsumsi

Sebenarnya, tidak ada perbedaan besar antara kandungan nutrisi buah yang dibuat dengan tambahan es dengan yang tidak. Hanya saja, kita juga harus mempertimbangkan apakah jus buah yang kita konsumsi berasal dari buah asli atau jus buah kemasan. Jika yang kita pilih adalah jus buah kemasan, tentu kadar nutrisinya tidak sebanyak yang dibuat dari buah asli.

Dampak mengonsumsi jus kemasan

Sama-sama memiliki kandungan gula, jus buah asli dan jus buah kemasan memiliki perbedaan. Jus buah asli memiliki gula alami yang berasal dari buah yang diolah. Sementara itu, terkadang jus buah kemasan masih diberi tambahan pemanis buatan. Hal ini berarti, jika kita mengonsumsi jus buah kemasan, ada reisiko kesehatan yang bisa kita alami.

Berikut adalah beberapa dampak dari hobi minum jus buah kemasan.

  1. Peningkatan kadar gula darah

Dr. Matthew Pase dari Swinburne University of Technology menyebut kebiasaan minum jus kemasan dengan pemanis tambahan bisa memicu kenaikan kadar gula darah yang tentu akan meningkatkan risiko terkena penyakit berbahaya layaknya obesitas, diabetes, hipertensi, atau penyakit jantung.

  1. Meningkatkan berat badan

Karena memiliki kandungan pemanis buatan dan bahan-bahan selain buah, kandungan kalori di dalam jus buah kemasan cukup tinggi. Jika kita bukan termasuk dalam orang yang aktif berolahraga, asupan kalori yang berlebihan ini hanyalah akan memicu penumpukan lemak yang berimbas pada meningkatnya berat badan. Jika sampai kita mengalami masalah obesitas, maka risiko untuk terkena berbagai penyakit berbahaya akan meningkat.

  1. Merusak pola makan

Meski kita sudah berusaha untuk menerapkan pola makan dengan kadar gizi yang seimbang, mengonsumsi jus buah kemasan hanya akan membuat asupan gula dan kalori menjadi berlebihan dan akhirnya menyebabkan datangnya masalah kesehatan.

Melihat adanya fakta ini, sebaiknya memang kita meminum jus buah asli, bukannya jus buah kemasan yang kurang sehat.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi