Terbit: 16 April 2018 | Diperbarui: 8 November 2022
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Rambut rontok merupakan salah satu masalah kesehatan yang dialami oleh banyak orang. Jika dibiarkan, hal tersebut rupanya juga dapat memicu kebotakan. Tentu saja Anda tidak menginginkan hal tersebut terjadi. Nah, maka dari itu, tidak ada salahnya untuk menghindari sejumlah makanan yang rupanya berpotensi menyebabkan kerontokan rambut berikut:

Hindari Menyantap Makanan Penyebab Rambut Rontok Ini!

1. Gula

Mengonsumsi gula atau makanan manis terlalu sering ternyata dapat memicu kerontokan rambut. Dilansir dari laman Life Advancer, gula memproduksi hormon insulin dan androgen yang menyebabkan pengerutan pada folikel rambut. kondisi yang demikian ternyata membuat akar rambut lebih mudah terlepas dari kulit kepala.

2. Ikan yang Mengandung Merkuri

Anda tentu sudah banyak mengetahui betapa bahayanya mengonsumsi merkuri. Nah, merkuri ini biasanya terkandung dalam sejumlah ikan yang habitatnya telah tercemar. Mengonsumsi ikan yang mengandung merkuri dapat meningkatkan risiko kerontokan rambut. Pasalnya, merkuri akan menjadi methylmercuri yang beracun bagi tubuh.

3. Makanan yang Digoreng

Kandungan lemak pada minyak tentu saja tidak baik untuk kesehatan. Tidak heran jika Anda disarankan untuk mengurangi menyantap makanan yang digoreng. Siapa yang menyangka ternyata makanan yang digoreng meningkatkan kadar testosteron yang menyebabkan rambut menjadi lebih mudah rontok.

4. Makanan dengan Kandungan Selenium

Selenium merupakan bahan yang menyebabkan kerontokan rambut. Selenium biasanya terkandung pada sejumlah makanan seperti kacang Brazil, tuna,  serta kerang.

Penyebab rambut rontok ternyata tidak hanya berasal dari pemakaian produk yang kurang tepat. Seperti yang telah diketahui dari penjelasan di atas, kerontokan rambut juga bisa disebabkan dari makanan tertentu. Maka dari itu, tidak ada salahnya untuk lebih selektif lagi dalam memilih makanan yang akan dikonsumsi.


DokterSehat | © 2022 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi