Terbit: 28 August 2019
Ditulis oleh: Redaksi DokterSehat | Ditinjau oleh: Tim Dokter

DokterSehat.Com- Ada banyak sekali makanan yang terbuat dari bahan tepung yang kita konsumsi setiap hari. Sebagai contoh, kita terbiasa mengonsumsi gorengan yang biasanya memiliki kandungan tepung yang tinggi. Biskuit, kue, dan roti yang sering kita jadikan camilan juga terbuat dari bahan tepung. Hanya saja, apakah benar jika makanan dari bahan tepung tidak baik bagi kesehatan?

5 Dampak Mengonsumsi Karbohidrat Rafinasi, Tepung Tidak Sehat?

Tepung Termasuk Karbohidrat Rafinasi

Ada banyak sekali jenis karbohidrat yang bisa kita konsumsi. Salah satunya adalah karbohidrat rafinasi. Pakar kesehatan menyebut karbohidrat rafinasi sebagai karbohidrat yang diolah dengan proses yang sangat panjang.

Terdapat dua jenis karbohidrat rafinasi yang bisa kita temukan, yakni pemanis layaknya sukrosa atau sirup jagung tinggi fruktosa dan tepung-tepungan yang sering kita jadikan bahan roti, mie, biskuit, dan bahan-bahan makanan lainnya. Selain itu, beberapa jenis minuman juga diolah dengan menggunakan pemanis dengan karbohidrat rafinasi demi membuatnya memiliki rasa yang lebih nikmat.

Dampak Mengonsumsi Karbohidrat Rafinasi bagi Kesehatan Tubuh

Pakar kesehatan menyebut karbohidrat rafinasi cenderung sangat mudah diserap oleh pencernaan. Masalahnya adalah dibalik kandungan karbohidrat yang bisa dijadikan sumber energi, karbohidrat rafinasi cenderung rendah kandungan serat, vitamin, mineral, dan nutrisi penting lainnya. Hal ini berarti, terlalu sering mengonsumsinya bisa memberikan dampak bagi kesehatan.

Berikut adalah dampak-dampak kesehatan tersebut.

  1. Menyebabkan Kenaikan Berat Badan

Dampak pertama yang akan kita dapatkan jika terlalu sering mengonsumsi makanan dengan bahan tepung atau karbohidrat rafinasi adalah kenaikan berat badan. Hal ini disebabkan oleh mudahnya kandungan karbohidrat rafinasi ini diserap oleh tubuh. Ditambah dengan jumlah kalori makanan-makanan ini yang biasanya tinggi, maka terlalu sering mengonsumsinya tentu akan membuat berat badan mudah naik dengan cepat.

Jika kita tetap sering mengonsumsinya, risiko untuk mengalami obesitas tentu akan meningkat dengan signifikan. Masalahnya adalah obesitas bisa menyebabkan datangnya penyakit lain yang berbahaya seperti penyakit kardioskular, kanker, dan lain-lain.

  1. Perut Tidak Nyaman

Makanan yang terbuat dari bahan tepung memang cenderung sangat nikmat untuk dikonsumsi, namun terlalu sering mengonsumsinya dalam jumlah banyak bisa membuat sensasi tidak nyaman pada perut.

  1. Menyebabkan Diabetes

Pakar kesehatan menyebut kebiasaan mengonsumsi makanan dari bahan tepung dengan berlebihan ternyata juga bisa meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kandungan rafinasi yang mudah diserap oleh tubuh dan meningkatkan kadar gula darah dengan sangat cepat. Kondisi ini tentu akan membebani kinerja pankreas demi memproduksi insulin yang dibutuhkan untuk mengubah gula darah menjadi sumber energi.

Jika sampai pankreas mengalami penurunan fungsi, maka akan membuat produksi insulin menurun dan kadar gula darah terus melebihi normal. Hal inilah yang akhirnya membuat diabetes muncul.

  1. Menyebabkan Penyakit Jantung

Pakar kesehatan menyebut kandungan karbohidrat rafinasi di dalam makanan-makanan yang terbuat dari tepung ternyata bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Hal ini disebabkan oleh kemampuan karbohidrat rafinasi dalam membuat kadar trigliserida naik dengan signifikan sekaligus membuat kadar lemak baik menurun.

Selain itu, makanan yang terbuat dari bahan tepung biasanya juga memiliki kandungan natrium, lemak trans, dan lemak jenuh yang tinggi. Kandungan-kandungan ini bisa memberikan dampak buruk bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah.

  1. Menyebabkan Penyakit Autoimun

Pakar kehatan menyebut makanan-makanan yang terbuat dari bahan tepung terigu bisa menyebabkan datangnya penyakit autoimun. Hal ini disebabkan oleh keberadaan kandungan gluten yang bisa menurunkan fungsi sistem imun tubuh, khususnya yang ada di lambung serta usus.


DokterSehat | © 2024 PT Media Kesehatan Indonesia. Hak Cipta Dilindungi